Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 71


__ADS_3

"Kamu kenal gak yank, siapa cowok yang tadi di rumah nya Shila? Kan gak mungkin orang setampan dia mau sama Shila yang lagi mengandung?" tanya Vania


"Kenapa kamu cemburu?" tanya Yuhera yang sambil mengemudikan mobil nya


"Ih, kamu apaan sih yank. Aku kan hanya nanya aja karna penasaran" ucap Vania ngambek


"Yah aku juga gak tau dia siapa yank. Yang pasti kan tadi kita sudah bilang ke dia kalau dia sudah lahiran anak nya bakalan sama kita" ucap Yuhera menenangkan Vania


"Ya memang sudah di bilang, bagaimana kalau shila gak mau? Apalagi kan tadi kamu sudah lihat, cowok itu membela Shila" ucap Vania


"Kamu tenang aja yank, anak itu pasti bakalan menjadi milik kita kok" ucap Yuhera


"Kan teman nya Shila itu gak ada hak untuk melarang Shila ngasih anak nya ke kita, kan anak itu juga anak aku" ucap Yuhera dan Vania yang mendengarkan hanya mengangguk angguk kan kepala nya saja.


Keesokan hari nya, Shila dan Kenzo pergi jalan jalan keliling desa sebelum mereka kembali ke Paris.


"Wah pemandangan nya bagus banget Shil" ucap Kenzo tersenyum senang


"Ya dong ka, makanya aku betah tinggal disini" ucap Shila membalas senyuman Kenzo


"Emh, Kaka mau gak ke air terjun?" tanya Shila


"Jauh gak Shil? kalau jauh mending gak perlu kesana deh, nanti kamu kecapekan" ucap Kenzo mengkhawatirkan Shila karna memang mereka jalan jalan tidak mengendarai mobil.


"Dekat kok ka, jalan ke depan 5 meter lagi udah nyampe kok" ucap Shila


"Ya sudah yok" ucap Kenzo yang langsung menggenggam tangan kecil Shila


Melihat tangan nya di genggam oleh Kenzo, jantung Shila berdetak begitu kencang.


"Ka, kenapa tangan aku di genggam?" tanya Shila gugup


"Emang gak boleh ya?" tanya Kenzo menghentikan langkah nya


"Boleh kok kak" ucap Shila tersenyum dan mereka pun melanjutkan perjalanan nya.


Sesampainya mereka di air terjun yang mereka tuju, Kenzo merasa takjub akan keindahan air terjun itu. Ya memang Paris memang negara yang begitu banyak tempat wisata, tapi menurut aku, kalau di banding pemandangan yang ada di Indonesia apalagi yang di pedesaan akan, tentu Indonesia nya nomor 1, ya gak sih? hehe

__ADS_1


"Waoo,. sumpah Shil, ini indah banget" ucap Kenzo


"Lain kali kita harus berlibur kesini lagi, kamu mau kan ajak aku ke kampung kamu lagi?" tanya kenzo


"Aman itu ka, nanti Shila bakalan ajak Kaka kesini lagi kok, barengan sama kakak dan Abang juga" ucap Shila tersenyum


"Eh, kak, fotoin Shila dong" ucap Shila malu malu


"Ya sudah, kamu bergaya gih, biar aku fotoin, pakai handphone aku aja" ucap Kenzo


Shila sudah banyak berfoto dengan gaya yang terlihat manis di mata Kenzo .


"Sekarang kita foto berdua yah" ucap Kenzo dan di balas anggukan oleh Shila.


"Cekrek" suara kamera, anggap aja seperti itu


"Wah, cantik kak" ucap Shila tersenyum


Kenzo yang melihat senyuman manis di wajah Shila, tentu saja merasakan detakan jantung yang begitu cepat.b


"Ya sudah yok kak, kita pulang, nanti kita ketinggalan pesawat" ucap Shila


"Ya, ayok" ucap Kenzo menggenggam tangan Shila


Sesampainya mereka di rumah, mereka langsung istirahat sebentar.


Laras masuk ke dalam kamar Shila, barmaksud untuk memberikan wejangan kepada putri kesayangan nya itu.


"tok tok" suara ketukan pintu, mendengar ada yang mengetuk pintu kamar nya, Shila bergegas untuk membuka pintu kamar nya


"Eh bunda" ucap Shila tersenyum


"Kamu sudah siap beberes kan sayang, apa mau ibu bantu?" tanya Laras


"Sudah kok Bun, semalam Shila sudah beberes, ini Shila lagi golek golek aja kok Bu, biar nanti gak kecapekan" ucap Shila memeluk ibu kesayangan nya


"Ya deh, mm tinggal beberapa bulan lagi kamu akan melahirkan, ibu harap kamu jaga baik baik kandungan kamu, jangan sampai kecapekan, kalau kamu kurang biaya kamu kabari sama ayah dan ibu, kami bisa membantu, kamu berdiam diri aja di rumah, jaga kandungan mu, ga perlu kerja dulu ya nak, sebelum kamu lahiran" ucap Laras menasihati Shila

__ADS_1


"Ya Bun, bunda tenang aja, Shila bakalan ingat nasehat ibu dan ayah kok" ucap Shila


"Tapi Bu, apa benar ya Bu, nanti kalau Shila sudah melahirkan, bang Yuhera bakalan ngambil anak aku?" ucap Shila takut


"Kalau dia berani macam macam sama kamu, ibu dan ayah yang akan hadapi dia, toh ayah dan ibu mertua mu juga berpihak ke kita. Kamu ga perlu mikirin hal itu dulu" ucap Laras


"Oh ya, kamu sama Kenzo kelihatan nya dekat banget" ucap Laras


"Sebenarnya gak dekat banget sih Bu, kami itu masih beberapa kali bertemu, dan itu pun dia selalu galak sama Shila" ucap Shila


"Hah?" ucap Laras kaget


"Jadi kok kalian barengan kesini?" ucap Laras


"panjang cerita nya Bu, tapi pulang dari pernikahan Abang Rian sama yang lain nya, kak Kenzo itu peduli sama Shila kok Bun, malahan sebelum kesini, Shila itu nginap di tempat dia menginap" ucap Shila


"Baguslah, jadi ibu sama ayah mu gak khwatir lagi sama kamu kalau di Paris kamu sudah gak ada lagi teman nya" ucap Laras


"Ya sudah, bunda keluar dulu yah, kamu istirahat gih, 2 jam lagi kan kalian sudah harus berangkat" ucap Laras


"Ya Bun" ucap Shila mengangguk, dan Laras pun pergi keluar dari kamar Shila.


Sementara di ruang tamu ada Kenzo dan Natalis yang sedang mencicipi goreng pisang dan teh manis buatan nya Laras.


"Nak, bapak minta tolong sama kamu, tolong jaga Shila selama di Paris. Shila itu orang nya penakut, apalagi sekarang dia sudah ga punya siapa siapa disana" ucap Natalis


"Bukan nya kami gak mau merawat Shila disini, hanya saja, maksud kepergian Shila ke Paris itu untuk menjauhkan diri dari Yuhera sampai dia melahirkan nanti" ucap Natalis


"Kamu kan tau, maksud kedatangan mantan suami nya Shila yang datang semalam" ucap Natalis sendu


"Paman ini ngomong apa sih, tanpa paman minta juga, Kenzo bakalan jaga Shila kok" ucap Kenzo tersenyum


"Oh ya, kemarin kata Shila, usia kandungan nya sudah 5 bulan kan, berarti beberapa bulan lagi dia sudah melahirkan, apa boleh Shila ikut tinggal di rumah aku aja ya paman, takutnya nanti Shila gak ada yang jagain di rumah nya" ucap Kenzo hati hati


"Apa gak jadi masalah nanti sama ayah dan ibu mu, nak?" tanya Natalis


"Gak kok, malahan papi sama mami Kenzo juga menyarankan hal yang sama, tapi Shila nya aja yang takut kena omel sama paman, haha" ucap Kenzo tertawa

__ADS_1


__ADS_2