Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 85


__ADS_3

"Dasar kamu, mau minta bonus pun pakai acara ngomong berbelit Belit" ucap Kenzo


"Jadi bagaimana bos?" ucap Bram tak sabaran


"Itu nanti urusan saya, kamu tinggal menunggu saja, saya mau kasih kamu bonus atau tidak" ucap Kenzo


"Baik bos" ucap Bram.


_-_-_-_--_-_-_


Di salah satu restauran, para ibu ibu sosialita sudah menunggu kehadiran mami Kenzo.


"Jeng" ucap mami Kenzo yang baru saja datang


"Jeng kok lama sekali datang nya" ucap salah satu ibu ibu disana


"Biasa jeng, nunggu mantu sama bibi tadi siap siap" ucap mami Kenzo


"Ha? mantu? Kenzo sudah menikah jeng?" tanya Bu Rani


"Mengapa undangan nya tidak sampai ke kami jeng?" tanya Bu Lanna lagi


"Ya kan jeng, jeng Ratna memang tidak ada mengundang kita" ucap Bu Halimah menimpali


"Aduh, seperti nya saya salah ngomong lagi, hehe" ucap mami Kenzo tertawa


"Bukan mantu jeng, tapi masih calon mantu, ayok Shil, bi, kenalan dulu sama teman teman arisan saya" ucap mami Kenzo


"Baik Tan, baik nyonya" ucap Shila dan Bi Marni bersamaan


"Halo Tan, perkenalkan nama saya Shila" ucap Shila memperkenalkan diri nya


"Wah, kamu cantik banget nak, kamu dari negara ini juga?" tanya Bu Lanna


"Bukan Tan, saya dari negara Indonesia" ucap Shila lagi


"Halo ibu ibu semua, perkenalkan nama saya bibi Marni" ucap bi Marni tersenyum


"Wah bibi mah kamu sudah kenal, haha" ucap bu Halimah tertawa


"Tumben Bi Marni mau ikut ngumpul sama kita, biasa bi Marni nggak mau" ucap bu Lanna


"Tadi juga saya paksa itu jeng" ucap mami Kenzo tertawa


Seperti itu lah ibu ibu itu, mereka tidak menganggap yang lain nya rendah, atau berada di bawah mereka.


"Tapi bibi Marni cantik loh" ucap bu Yuyun


"Haha, biasa aja Bu, kan saya jadi malu, hehe" ucap bi Marni malu malu

__ADS_1


"Tapi calon mantu kamu cantik juga ya jeng, kok bisa Kenzo bertemu wanita secantik ini di Indonesia jeng?" tanya Bu Lanna


"Shila ini teman nya putri saya jeng, panjang cerita nya makanya mereka bisa bertemu di negara ini" ucap mami Kenzo


"Wah, beruntung banget Kenzo dapat wanita secantik kamu nak" ucap Bu Yuyun antusias


"Makasih Tan" ucap Shila tersipu malu


_-__-_-_-


Di negara Indonesia, Kenzo dan Bram sudah sampai di halaman depan rumah orang tua nya Shila


"Tok....tok" suara ketukan pintu


"Tok...tok" suara ketukan pintu


"Tok...tok" suara ketukan pintu


"Bos, seperti nya mereka tidak ada di rumah" ucap Bram setelah mengetuk pintu tiga kali


"Seperti nya juga begitu" ucap Kenzo


"Kita tunggu saja sebentar lagi, mana tau mereka sedang pergi keluar" ucap Kenzo duduk di teras depan


Tak lama, lewatlah beberapa ibu ibu yang baru selesai belanja dari depan rumah orang tua Shila.


"Eh Bu, itu yang di depan rumah pak Natalis siapa ya Bu?" ucap salah satu ibu ibu menunjuk ke arah rumah Shila


"Ya sudah Bu, dari pada kita penasaran, bagaimana kalau kita tanya saja mereka" ucap ibu yang lain


"Ya sudah Ayok Bu" ucap mereka


Para ibu ibu itu berjalan ke arah Kenzo dan Bram.


"Halo tuan tuan, tuan tuan siapa ya, mengapa ada di rumah Pak Nathalis?" Tanya salah satu ibu ibu itu


"Maaf bu, saya Bram, dan beliau adalah bos saya, saya kesini mau mencari pemilik rumah ini" ucap Bram sopan


"Untuk apa ya tuan sekalian mau mencari mereka?" ucap ibu yang satu lagi ..


"Kami mau mengajak mereka ke Paris Bu, karna anak nya Shila sedang sakit" ucap Bram menjelaskan


"Astaga, benarkah Shila sedang sakit? apa kalian mempunyai nomor handphone Shila yang aktif?" ucap ibu yang satu lagi dengan nada terkejut


"Ya kami punya Bu, emang nya ada apa ya Bu?" tanya Kenzo


"Pak Natalis dengan Bu Laras kemarin sore mengalami kecelakaan dan sampai sekarang belum siuman di rumah sakit tuan'" ucap salah satu ibu ibu itu ..


"Kami sudah berusaha menghubungi Shila, tapi kami tidak punya nomor nya yang aktif" ucap ibu satu nya lagi

__ADS_1


"Kecelakaan? Di rumah sakit mana sekarang mereka berada?" ucap Kenzo kaget


"Di rumah sakit permata yang ada di kota tuan" ucap ibu satu nya


"Baiklah, kami akan pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan mereka, kami juga nanti akan memberitahukan kabar ini kepada Shila. Terimakasih atas informasi nya Bu" ucap Bram sopan


"Ya tuan, sama sama" ucap ibu ibu itu


Bram dan Kenzo pun masuk ke dalam mobil yang mana Bram lah yang menyetir.


"Bram, apa kita datang di waktu yang tepat?" ucap Kenzo


"Saya juga tidak tau tuan, andai kemarin kita ke rumah orang tua non Shila dulu, baru bertemu dengan mantan suami nya mungkin kejadian ini tidak akan terjadi" ucap Bram


"Ya Bram, apa yang kamu katakan ada benar nya. Saya tidak tau, alasan apa nanti yang akan saya berikan ke Shila, jika ia bertanya" ucap Kenzo khawatir


"Sebaiknya kita jangan memberitahukan keadaan mereka dulu tuan, kita tunggu saja disini sampai keadaan mereka pulih, otomatis jika mereka nanti ikut bersama kita ke Paris, non Shila pasti tidak akan khawatir" ucap Bram memberi saran


"Baiklah Bram, saya setuju dengan saran mu itu. Apa kita lama lagi sampai di rumah sakit Bram?" tanya Kenzo


"Sebentar lagi tuan, sekitar setengah jam lagi" ucap Bram


"Baiklah" ucap Kenzo dengan lesu


Kenzo dan Bram pun sampai di depan rumah sakit permata.


"Bram, kamu tanya resepsionis nya, Dimana orang tua Shila di rawat"


"Baik tuan" ucap Bram pergi ke bagian resepsionis


Setelah menunggu beberapa waktu, Bram pun kembali ke arah dimana Kenzo menunggu.


"Apa kamu sudah tau ruangan nya Bram?" tanya Kenzo berdiri


"Sudah tuan, mari saya tunjukkan" ucap Bram


Kenzo mengikuti langkah Bram, sampai mereka tiba di depan ruangan nya orang tua Shila.


Kenzo dan Bram pun masuk ke dalam ruangan. Kenzo dan Bram dapat melihat, bagaimana kondisi ayah dan ibu nya Shila.


"Bram, coba kamu panggil dokter kemari, saya ingin bertanya bagaimana keadaan mereka" ucap Kenzo


"Baik tuan" ucap Bram keluar


Tak menunggu lama, Bram pun kembali ke dalam ruangan beserta dengan dokter yang merawat orang tua Shila.


"Selamat siang tuan" ucap dokter nya


"Siang dok" ucap Kenzo

__ADS_1


"Mm, saya mau bertanya tentang keadaan mereka dok" ucap Kenzo langsung


"Mereka mulai dari kemarin sampai saat ini masih di nyatakan kritis tuan, belum ada menunjukkan tanda tanda untuk siuman" ucap sang dokter lirih


__ADS_2