
Salsa hanya diam, menatap wajah Devid yang terlihat sangat serius dengan ucapanya.
Kenapa dia bilang seperti ini, di saat aku benar-benar ingin pergi. Padahal aku ingin sekali bersamanya, tapi mama kamu gak bisa menerimaku, Devid!
"Syang? kenapa kamu diam?" tanya Devid, mengusap lembut wajah Salsa, dan. Tes...
Butiran kristal air mata perlahan keluar dari mata bulatnya.
"Kenapa kamu nangis? Apa aku salah? Atau aku menyakitimu?" tanya Devid mulai bingung. Dan Salsa hanya menggelengkan kepalanya. Ia menarik tangannya dari genggaman Devid.
"Sayang!! Jangan nangis ya? Kalau aku punya salah, kamu bilang padaku. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang ke dua kalinya," jelas Devid mengusap lembut air mata yang membasahi pipi Salsa.
Salsa menghela napasnya, "Sekarang kita pergi, kasihan Gio dari tadi tutup mata," ucap Salsa, membaut Devid menoleh ke arah Gio, yang memang masih menutup matanya rapat-rapat.
"Iya, udah kamu jangan sedih lagi!!" Devid mengusap rambut Salsa.
"Kita akan pergi krmana?" tanya Devid.
"Gak tahu, bukanya situ yang ajak aku dan Gio . Jangan tiba-tiba amnesia." goda Salsa mencubit lengan Devid manja.
"Hehe.. Iya aku ingat. Kita pergi ke taman bermain, lagian di sana kuta bisa bermain sepuasnya. Aku ingin merasakan pacaran denganmu seperti anak muda pada umumbya," ucap Devid memegang dagu Salsa. Ke dua mata mereka saling tertuju dalam diam.
"Kak! Aku sudah boleh buka mata?" tanya Gio, membuat suasana saling tatapan seketika langsung duduk tegap, berpura-pura tak terjadi apa-apa.
"Iya, bukalah!!" ucap Salsa, tersenyum menoleh ke belakang menatap adiknya.
"Kak, jangan bertengkar lagi!!"
"Enggak syang!!" Salsa mengusap rambut Gio.
Devid segera menjalankan mobilnya pergi dari halaman rumahnya. Lama berbincang membuat dia luap menjalankan mobilnya. Mobil mewah berwarna hitam pekat itu melaju dengan kecepatan sedang. Setiap perjalanan nampak sangat ramai semua saling bercanda dan bertanya seakan memang sudah sangat akrab satu sama lain. Dan Salsa tak berhenti menatap wajah suaminya yang kini mulai serius menyetir mobil.
Maafkan aku!! Ini mungkin perpisahan termanis dalam hidupku, kamu memberikan segalanya. Makasih!! Tapi maaf aku gak bisa terlalu lama di dekat kamu. Semoga kamu mengerti, dan mendapatkan kebahagiaan yang lain!!
--------
__ADS_1
1 jam perjalan mereka sampai di sebuah wahana permainan, Gio langsung turun dari mobilnya matanya berbinar melihat berbagai permaianan di depannya.
"Kak kita belum pernah ke sini sebelumbya" ucap Gio.
"Iya, makanya kak Devid ajak kamu ke sini, agar kamu suka dan gak bosan di kamar," jelas Devid, memegang pundak Gio. Dan duduk jongkok di samping adiknya itu.
"Makasih ya, kak! Kak Devid baik banget!!" jelas Gio, memeluk tubuh Devid.
------
Mereka segera masuk ke dalam wahana mainan di depan, Devid memegang tangan Salsa, dan bermain berbagai wahana permainan yang ada di dalam, satu demi satu Devid dan Salsa naik wahana bersama, tak lupa dengan Gio hang tak kalah dengan mereka. Hari sudah menjelang sore, Salsa yang sudah capek dan pusing, di berdiri dengan tubuh sedikit menunduk, memegang perutnya yang terasa mual.
"Sudah! Aku nyerah!!" ucap Salsa melambaikan tangannya ke atas.
"Ya, kakak gitu saja sudah menyerah!!" jawab Gio.
"Gio, kepala kakak pusing, sepertinya mau muntah." jawab Salsa.
"Kamu hamil?" saut Devid memegang tangan Salsa, dan mencoba menompang tubuhnya.
"Hamil? Eh.. ini juga gara-hara jamu, kamu yang membuat aku jadi pusing. Kamu tahu wahana ini benar-benar menyiksaku."
"Aku mau minum!!" ucap manja Salsa.
"Ini kak, aku belikan minum!!" ucap Gio berlari membawa dua gelas plastik.
"Kamu kenapa beli 2, aku mana?" tanya Devid duduk di samping Salsa.
"Kak Devid beli saja sendiri," jawab Gio dengan senyum mengejeknya. Salsa yang sudah haus dari tadi ia segera meneguk minumannya hingga tinggal setengah, dengan cepat Devid langsung menyambar minuman Salsa.
"Aku minum bekas kamu!!" ucap Devid.
"Beli saja sendiri," ucap Salsa mengambil minumannya, dan Devid meraih lagi minuman di tangan Salsa. Dia mendekatkan tubuhnya dan berbisik.
"Gak mau!! Lagian aku mau merasakan bibir kamu," Dia segera meneguk habis minumannya dan segera beranjak berdiri, mengangkat tubuh Salsa.
__ADS_1
"Gio, kamu jalan sendiri ya. Kita langsung pulang saja!!" ucap Devid, melangkahkan kakinya beranjak menuju ke dalam mobilnya. Salsa hanya diam melingkarkan tangannya di leher Devid, sembari terus tersenyum menatap wajah tampan suaminya di depan.
"Nanti kita beli makan dulu," ucap Salsa.
"Makan?"
"Iya! Aku mau makan yang banyak, entah kenapa aku lapar banget!!" ucap Salsa, mengusap wajah Devid.
"Emm.. Baiklah!! Nanti kita beli makanan di luar, makan yang banyak. Jangan sampai kamu sakit, kalau sakit aku juga yang sudah. Apalagi sampai kehilangan kamu, entah apa aku bisa hidup tanpamu atau tidak!!" jelas Devid, membuat Salsa tertegun, ia menelan ludahnya, sembari memalingkan wajahnya.
Apa dia nanti bisa hidup tanpaku, saat aku pergi jauh darinya. Tapi ini yang terbaik, aku gak mungkin bisa tetap bersamamu, Devid. Maafkan aku!
"Kenapa kamu jadi diam?" tanya Devid, memiringkan kepalanya ke kiri, melihat wajah Salsa yang menunduk.
"Emm.. Enggak napa-napa!!"
"Kak cepat masuk!!" ucap Gio membukakan pintu untuk Salsa. Dan Devid segera meletakkan tubuh Salsa duduk di kursi depan mobilnya, Sedangkan Gio langsung masuk, duduk di kursi belakang.
Devid segera mengemudi mobilnya pergi ke sebuah restauran yang tak jauh dari wahana hiburan itu. Restauran yang cukup mewah dengan makanan khas seafood.
Sampai do sebuah restauran, Salsa hanya diam dari tadi, tanpa suara keluar dari mulutnya. Bahkan dia tidak menunjukan wajahnya yang semula ceria, kini nampak sangat murung, seakan memang banyak pikiran yang di sembunyikan Salsa.
Devid menatap Salsa ayang terdiam melamun, dia hanya diam menatap ke depan dengan tangan memegang seatbelt-nya. Devid mendekati Salsa, membuka seat belt, selesai, Dia menegang pipi Salsa mengusapnya lrmbut, membuat dia terbangun dari lamunannya.
"Eh.. Ada apa?" tanya Salsa.
"Kamu kenapa diam? Apa ada masalah?" tanya Devid menunjukan wajah seriusnya kali ini.
"Aki gak ada apa-apa, udah ayo makan sekarang," Salsa menepis tangan Devid, dan segera membuka pintu mobil, melangkahkan kakinya keluar.
Sepertinya ada hal yang di sembunyikan, aku harus cari tahu sendiri. Aku yakin dia enggak berani cerita padaku. Gumam Devid, mengambil ponselnya dan mengerimkan pesan pada manajernya, selesai mengirim pesan dia beranjak turun, mendekati Salsa dan Gio.
"Ayo masuk!!" ajak Devid.
Salsa segera memesan berbagai makanan seafood yang entah kenapa dia ingin selalu makan seafood, padahal dia belum.pernah sama sekali makan makanan laut.
__ADS_1
"Apa kamu yakin habis makanan sebanyak itu?" tanya Devid memastikan.
"Kita makan bertiga, dan harus habis!!" ucap salsa tersenyum tipis.