
Hari berganti hari. Hari ini adalah hari dimana acara syukuran sudah ditentukan. Para tetangga yang sudah diundang pun sudah hadir di rumah keluarga Natalis. Mereka mendoakan supaya Shila dan calon cucu mereka sehat-sehat sampai proses melahirkan.
"Selamat ya nak atas hadir nya calon cucu di rumah ini" ucap Bu Nani salah satu tetangga yang hadir
"Makasih ya Bu" ucap Shila tersenyum.
"Selamat ya Bu, atas hadir nya calon cucu ibu, Aduh sudah ga sabar lihat anak aku nikah terus dapat calon cucu deh, hehe" sambung Bu Nani memberikan selamat ke sahabat nya Sarah, dan tentunya dengan bercanda.
"Haha ya Bu, makasih ya sudah hadir di acara syukuran anak saya. Aman deh, aku akan selalu mendoakan anak ibu supaya cepat dapat calon istri yang baik" ucap Sarah tersenyum.
"Amin" ucap mereka yang mendengar perkataan Sarah.
Acara syukuran pun sudah selesai orang-orang yang diundang pun sudah pada berpulangan ke rumah mereka masing-masing. Yuhera dan Shila, ataupun Natalis dan Sarah juga sudah kembali ke kamarnya untuk istirahat..
POV VANIA
"Brengsek... Samuel sudah bohongin aku, pokoknya aku harus membalaskan semua yang sudah dia perbuat ke aku, hikss...hikss" ucap Vania menangis.
Ya, karna Samuel sudah tahu bahwa Yuhera mengetahui akal busuk mereka, tentunya Samuel pun pergi meninggalkan perempuan licik itu. Karna dia tidak mau mendapatkan masalah dari keluarga Yuhera.
"Akhhh.. Aku harus bagaimana sekarang" ucap Vania berteriak
"Pokoknya aku harus secepat mungkin menemui Yuhera. Aku harus meminta maaf ke dia, pokoknya aku harus bisa mengambil hati Yuhera kembali" ucap Vania lagi.
Setelah mengeluarkan segala unek unek nya Vania pun mengambil handphone nya yang bermaksud untuk memesan tiket untuk kepulangan nya ke Indonesia.
POV VICTOR
Setelah mendapat kan kabar dari anak buah nya yang selama ini mengikuti dan mencari tau tentang Vania, Victor pun langsung bergegas menghubungi Yuhera.
"Drrrt....Drrrtt..."
"Drrrttt....Drrrtt.."
"Drrrtt.....Drrrtt.." dan baru lan pada sambungan yang ke tiga Yuhera menerima panggilan itu
"Lama amat sih lo nerima panggilan dari gue" ucap Victor
"Apa? langsung katakan" ucap Yuhera datar
__ADS_1
"Ya elah, sabar ae dong, oh ya Vania mau kembali ke Indonesia" ucap Victor dan tentu itu membuat Yuhera kaget.
"Apa alasan dia mau pulang?" ucap Yuhera dengan nada bingung dan penasaran.
"Dia sudah di tinggalkan sama kekasih nya makanya dia mau balik ke Indonesia, mau menemui Lo" ucap Victor
"Baiklah" ucap Yuhera dingin, setelah itu panggilan telpon pun berakhir.
"Dasar, untung Lo bos sekaligus sahabat gue" ucap Yuhera dingin.
POV YUHERA
Setelah menutup panggilan itu, Yuhera langsung termenung. Apa yang harus dia lakukan kalau Vania sudah kembali.
"Akhhh" teriak Yuhera frustasi dan hal itu membuat Shila terbangun.
"Hmm, bang, abang kenapa?" ucap Shila
"Ga kenapa napa, maaf yah, aku sudah ngagetin kamu" ucap Yuhera mengelus rambut Shila
"Sebenarnya Shila kebangun karna Shila mau makan sesuatu bang" ucap Shila lirih karna dia sangat takut akan permintaan nya itu
"Kamu mau makan apa?" ucap Yuhera tersenyum
"What??? Makanan sejenis apa itu?" ucap Yuhera penasaran sekaligus kaget karna dia baru pertama kali mendengar nama makanan yang baru saja disebutkan oleh istri nya.
"Itu bang, makanan yang biasa di jual di pinggir jalan, pakai gerobak" ucap Shila memberi tahu
"Tapi ini sudah malam" ucap Yuhera karna memang jam sudah menunjukkan pukul 11 malam
"Ya sudah lah kalau Abang ga mau" ucap Shila pasrah dan langsung membelakangi Yuhera.
"Hmm, sebaiknya aku keluar aja deh, sekalian menenangkan diri" batin Yuhera
"Ya sudah Shil, aku pergi beli makanan yang kamu mau dulu ya" ucap Yuhera dan tentu langsung membuat hati Shila senang.
.
"Ya bang, Shila tunggu yah, hati hati ya bang" ucap Shila . Setelah itu Yuhera pun pergi meninggalkan Shila di kamar itu.
__ADS_1
Yuhera pun pergi mengendarai mobil nya dan mencari makanan yang di maksud istri nya. Dan setelah dua jam mengendarai mobil nya, akhirnya makanan yang di cari pun dapat. Yuhera mendengus kesal karna dia harus mengantri dengan antrian yang cukup panjang. Setelah berhasil mendapatkan nya, Yuhera pun pulang.
Sesampainya di rumah, Yuhera langsung membangunkan Shila.
"Shil..." ucap Yuhera tapi Shila tetap tidak terganggu dari tidur nya.
"Shil..." ucap Yuhera lagi dengan cara mengguncang badan Shila dengan pelan, dan hal itu berhasil membuat Shila bangun dari tidur nya.
"Nih seblak yang kamu mau" ucap Yuhera menyodorkan makanan yang Shila mau
"Wah,, makasih ya bang" ucap Shila dengan mata yang sudah berbinar binar. Dan Shila pun dengan cepat menghabiskan makanan yang sangat dia ingin kan itu
"Shil, besok kita pulang ke Mension ya" ucap Yuhera
"Kenapa cepat sekali bang?" ucap Shila bingung sembari tetap memakan makanan nya.
"Aku ada kerjaan di kantor, dan tadi Victor baru menghubungi ku" ucap Yuhera. Padahal hal yang sebenarnya adalah tidak tentang pekerjaan, melainkan tentang Vania mantan kekasih nya.
"Ya sudah deh, besok kita pulang " ucap Shila pasrah.
Keesokkan harinya, Shila dan Yuhera sudah duduk di ruang tamu menunggu Natalis dan Laras datang.
"Bang, kita pulang nanti siang saja ya" ucap Shila memelas
"Memang kenapa kalau kita pulang selesai sarapan, kan biar lebih cepat sampai di di Jakarta" ucap Yuhera.
"Tapi Shila kan masih rindu sama ayah dan ibu" ucap Shila yang hampir mau menangis.
"Kalau Shila mau, Shila kan masih bisa tinggal di sini" ucap Yuhera dan karena perkataannya itu, Shila langsung menggelengkan kepalanya cepat karena dia takut Yuhera tidak akan datang ke rumahnya itu lagi sama seperti waktu itu.
"Shila gak mau bang, Shila gak mau ditinggalkan sendirian di sini. Nanti Abang nggak jemput Shila lagi" ucap Shila.
"Loh kalian sudah bangun?" ucap Laras yang baru datang dari kamarnya.
"Iya nih Bu, Shila sama bang Yuhera sudah lama menunggu di sini. Shila udah lapar nih" ucap Shila cengengesan.
"Loh, kalau kamu sudah lapar kenapa nggak sarapan aja duluan, kan di atas meja masih ada roti" ucap Laras
"Shil, kalau kamu sudah lapar atau pun Kamu belum lapar sama sekali, makanan harus tetap masuk ke dalam perut kamu. Ingat, di dalam perut kamu itu ada nyawa yang harus kamu pikirkan, yang harus kamu perjuangkan" ucap Laras menasehati Putri kesayangan nya itu.
__ADS_1
"Iya ibu" ucap Shila
"Ya sudah, ayo.... ayo, kita ke meja makan sekarang. Agar kita srapan, pasti itu Shila sudah nahan lapar mulai tadi" ucap Natalis.