
"Nih, pak, Shil, nak, minum dulu teh nya mumpung masih hangat" ucap Laras yang baru saja datang dari dapur membawakan teh manis dan juga makanan ringan seperti goreng pisang
"makasih Bu" ucap Kenzo
"Kamu teman nya Shila yah nak?" ucap Laras pengen tau
"Oh ya, kenalin Bu, saya Kenzo, saya Abang nya Keyko, Kaka angkat nya Shila" ucap Kenzo
"ya nak, makasih ya, sudah mau menemani Shila kesini, ibu sudah kangen banget sama Shila" ucap Laras sendu
"Ya Bu, sama sama" ucap Kenzo tersenyum
"Kok kalian datang kesini tiba tiba nak? Apa terjadi sesuatu? Kenapa kamu gak mengabari ayah sama ibu mu dulu?" Tanya Natalis
"Tidak ayah, tidak terjadi apa apa kok. Kemarin itu kan Abang Rian, bang Vino, kak Seina dan kak Keyko menikah. Acara pernikahan nya itu di langsungkan di kota, jadi mereka mengundang aku yah" ucap Shila..
"Loh, emang kamu sudah punya uang nak, buat ongkos kamu datang kesini?" tanya Laras ..
"Sebenarnya Shila gak punya uang Bu, tapi kemarin waktu Shila dari Paris, Shila datang nya sama orang tua kak Kenzo, kak Keyko yang menyuruh supaya aku berangkat sama mereka. Tante sama om sudah pulang kemarin sore, aku pulang nya besok sama kak Kenzo, makanya kakak Kenzo ikut kesini" ucap Shila menjelaskan
"Oh ya ya, kamu gak ketemu kan sama Yuhera mantan suami kamu?" tanya Natalis
"Gak yah" ucap Shila menggeleng
"Baguslah" ucap Natalis
"Tau gini kalian bakalan datang, ibu akan masak ikan yang enak untuk makan nanti malam, ya kan pak" ucap Laras
"Ya Bu" ucap Natalis
"Haha, tidak perlu seperti itu Bu, makan seadanya juga Kenzo mau kok" ucap Kenzo tersenyum ramah
"Mana ada yang seperti itu, kalau ada tamu, apalagi tamu nya setampan kamu, harus di sediakan makan yang enak enak, biar betah tinggal di desa seperti ini, haha" ucap Laras bercanda
"Ah ibu bisa saja" ucap Kenzo tertawa
"Oh ya, silahkan nak, di minum dulu minum nya" ucap Laras dan di balas anggukan kepala oleh Natalis .
*Drrrt..Drrrt...* suara panggilan telpon
__ADS_1
Setelah Kenzo melihat siapa yang menelpon nya, Kenzo izin pergi ke luar untuk menerima panggilan itu.
"HM, pak, Bu, Kenzo permisi keluar sebentar, ada panggilan telpon dari kantor" ucap Kenzo sopan
"Oh ya nak, silahkan" ucap Natalis dan setelah itu Kenzo pun keluar dari rumah itu.
Sesampainya ia di luar rumah, Kenzo pun menggeser tanda hijau untuk menerima panggilan.
"Halo tuan" ucap salah seorang dari sebrang telpon
"Ya, katakan" ucap Kenzo dengan nada dingin sama seperti biasanya.
"Tuan, kapan tuan akan kembali ke Paris? Karana perusahaan sedang ada masalah tuan" ucap orang itu
"Masalah? Masalah apa?" ucap Kenzo dengan nada penasaran
"Bendahara di perusahan telah korupsi uang ratusan juta, dan saya mengetahui nya baru tadi tuan karna sekretaris anda di kantor tak sengaja salah memberikan laporan kepada saya untuk saya tanda tangani. Dan menurut saya bendahara itu ada sangkut paut nya dengan sekretaris itu tuan" ucap orang yang menelpon Kenzo
"Bodoh, kenapa Baru sekarang kamu mengetahui hal sebesar itu" ucap Kenzo dengan nada marah. Tentu dia marah, karna sudah ada orang yang berani bermain main di belakang nya.
"Kamu urus semua, besok saya akan balik kesana, dan untuk sekarang saya akan menghubungi papi untuk membantu kamu di kantor" ucap Kenzo
"Haha, berani sakali ada orang yang berani bermain main di belakang aku, apakah dia tidak tahu, akan ada bencana yang datang menghampirinya. Bodoh" ucap Kenzo geram dan kesal.
"Tut....Tut..." suara panggilan telpon karna Kenzo sedang menghubungi papi nya.
"Tut...Tut..." suara panggilan kedua dan baru di angkat oleh papi nya
"Halo boy, ada apa kamu menelpon papi? Apakah ada masalah?" tanya papi nya di sebrang telpon
"Pi, apakah papi lagi sibuk sekarang?" tanya Kenzo langsung tanpa mempedulikan ucapan papi nya
"Tidak, papi tidak sibuk,. papi lagi ada di rumah sama mami, emang ada apa boy?" tanya papi Kenzo
"Di perusahaan lagi ada masalah Pi, ada orang yang berani bermain main dengan Kenzo, dia mengorupsikan uang ratusan juta Pi, dia bendahara di perusahan, dan ada kemungkinan sekretaris aku juga ikut andil dalam masalah itu Pi" ucap Kenzo
"What? Apa kamu serius boy?" tanya papi Kenzo dengan nada kaget
"Tentu pi, ga mungkin Kenzo lagi bohong, tadi Bobi menelpon aku Pi, apakah papi boleh membantu Bobi sekarang di perusahaan Pi? Karna Kenzo belum bisa turun tangan, Kenzo masih menemani Shila di kampung nya Pi" ucap Kenzo memelas
__ADS_1
"oke boy, kamu tenang aja, papi sekarang akan pergi ke perusahaan. Kamu disana baik baik, jaga juga Shila" ucap papi nya Kenzo
"Baik Pi, makasih" ucap Kenzo
"Your welcome boy" ucap papi Kenzo di sebrang telpon, dan panggilan telpon pun terputus.
Setelah itu, Kenzo pun kembali ke dalam rumah dimana ayah, ibu dan Shila sedang duduk menunggu nya.
"maaf ya pak, Bu, tadi ada masalah sedikit" ucap Kenzo gak enak hati
"Ya ga apa apa nak" ucap Natalis
"ayah kalian ngobrol saja dulu, ibu pergi ke warung dulu belanja" ucap Laras
"Ya Bu" ucap Natalis
"Bu, Shila ikut yah, Shila rindu jalan jalan di desa" ucap Shila
"Kamu istirahat aja dulu nak, nanti kamu kecapekan bahaya loh sama calon bayi kamu" ucap Laras menasihati anak nya
",Gak lelah kok Bu, kan kita cuma ke warung nya" ucap Shila bersikeras ingin ikut
"Bawa saja Bu, nanti nangis malah ribet urusan nya" ucap Natalis bercanda, Kenzo yang mendengarkan nya hanya tertawa sedangkan Shila mencebikkan bibir nya.
"Ih ayah, malu tau, tuh lihat, kak Kenzo kan jadi menertawakan aku" ucap Shila merajuk
"Haha, ya sudah ayok Shil, biar cepat" ucap Laras
Laras dan Shila pun pergi berjalan menuju warung yang bisa di katakan tidak terlalu jauh dari rumah nya.
"Eh, Shila pulang yah" ucap salah satu ibu ibu yang sedang belanja di warung
"Ya Bu" ucap Shila tersenyum ramah
"Sama suami nya ya?" ucap ibu itu menebak. Yah, belum ada yang tau kalau Shila dan Yuhera sudah bercerai. Yang tau hanya orang terdekatnya saja.
"Ya Bu, begitulah" ucap Laras , dan secara langsung sudah mengatakan kalau Kenzo adalah suami dari Shila.
"usia kandungan nya sudah berapa bulan Shil?" ucap ibu ibu yang satu nya lagi
__ADS_1
"Puji Tuhan, sudah Jalan 6 bukan Bu" ucap Shila dan di balas anggukan oleh ibu ibu yang ada di warung itu.