
"Aku harus cari David, mungkin dia di kamar Devian!!" gumam Salsa, melangkahkan kakinya, memegang knop pintu depannya, memutarnya perlahan, lalu membuka pintu berwarna hitam klasik itu. Seketika ia tertegun, mengerutkan alisnya. Melihat sosom wanita cantik berada di depannya, mengibasakn tangan, dengan senyum ramahnya.
Drrtt.. Drttt..
"Bentar!!" ucap Salsa mengambil ponselnya yang dari tadi erus berdering. Sebuah pesan dari Devid.
"Kamu tepat ke rumah sakit. Aku gak bis jemput kamu. Sekarang naim taksi dan menuju ke alamat yang sudah aku berikan pada kamu," pesan Devid.
"Udah?" tanya wanita di depannya, dengan tatapan sok akrab dengannya.
"Ada apa, ya?" tanya Salsa.
"Kamu teman Devian? Aku mau kamu antar aku ke tempat di mana Devian sekarang."
"Memangnya kamu siapa?" ucap Salsa memincingkan matanya.
"Gak penting, sekarang kamu mau kemana. Aku ikut denganmu, dan aku yakin kamu pasti ke tempat Devian!!"
Salsa menarik bibirnya sinis, ia menatap dari ujung kepala sampai ke ujung kakinya, seketika langsung mengerutkan keningnya. "Apa sebaiknya jika aku ajak dia. Siapa tahu dia bisa bahasa korea, aku akan ajak dia ke rumah sakit. Untung-untung aku dapat teman!!"
"Baiklah!! Ikut aku!!" ucap Salsa melangkahkan kakinya, dan langsung di ikuti wanita itu tanpa banyak tanya lagi. Dia berjalan semakin cepat.
"Kamu bawa mobil?" tanya Salsa.
"Emm.. Bawa.. Aku sewa mobil, memangnya kenapa?"
"Kita naik mobil kamu. Menuju ke alamat yang aku katakan!!" ucap Salsa singkat.
"Baiklah!!" Wanita itu segera berjalan menuju ke mobilnya, tanpa banyak tanya Salsa langsung masuk ke dalam mobil, dan memberitahu alamat rumah sakit yang akan di tuju nanti.
1 jam perjalanan, karena kesasar ke tempat yang entah wanita itu dan Salsa juga tidak tahu. Dan akhirnya sampai juga di tujuan, Salsa segera berjalan masuk ke dalam rumah sakit dengan langkah terberu-buru, tanpa tahu di mana tempat Devid berada, ia terus berjalan semakin ceoat, dan Wanita di belakangnya seketika langsung melepaskan sepatu hight heels miliknya, berjalan dengan kaki telanjang menyentuh lantai putih, langkahnya semakin cepat, mengikuti Salsa.
__ADS_1
"Hah.. Hah.. Hah..." Wanita itu berjalan menuju ke tempat Devid yang tak jauh dari pandangan matanya. Berdiri tepat di belakang Salsa.
"Gimana keadaan Angel?" Salsa berlari menghampiri Devid yang duduk sendiri di luar ruangan Angel, menunggu Devian di dalam, mencoba berbincang dengan Angel yang masih terbaring lemah.
Mendengar suara yang sangat familiar di telinganya, ia mendongak, menatap Salsa sudah berada tepat di depannya. Mata Devid terlihat merah, tanpa seuntai kata, ia beranjak be4diri dan langsung memeluk tubuh Salsa.
"Aku gak mau kehilangan kamu?" gumam Devid lirih.
Salsa memincingkan matanya, "Apa yang kamu katakan? Siapa yang meninggalkan kamu?" ucap Salsa.
"Saat aku melihat Devian dan Angel, aku takut posisi ku bisa seperti Devian kelak, aku takut... Aku gak mau kehilangan kamu!!" Devid memeluk semakin erat tubuh Salsa, wajah yang semula cemas dan Khawatir, ia menatap ke labtai, melihat sepatu high heels yang membuatnya terpaku terdiam sejenak, pandangannya lurus dari bawah ujung kakinya sampai ke kepala.
"Kamu?" Devin sontak terkejut, dan langsung melepaskan pelukannya.
"Ada apa lagi? Kenapa kamu jadi aneh gini, sih!!" ucap Salsa, mengerutkan alisnya, mencoba melihat ke belakang lurus tepat melihat apa garis pandangan Devid.
"Ohh.. Kamu melihat dia? Aku tadi bertemu dia di hotel. Dan katanya dia mau melihat Devian, jadi aku bawa ke sini saja!!"
Salsa mengerutkan keningnya. "Memangnya dia siapa?"
Devid memegang kepala Salsa memutarnya mencoba melihat wanita yang di bawahnya dari kajauhan.
"Lihat baik-baik!!" kata Devid.
Salsa mengamati setiap senyum, yang terukir di wajahnya, ia juga tidak luput mengamati setiap sudut wajah wanita yang tiba-iba tidak asing dari pandangannya.
"Dia bukanya yang di pesta itu," ucap Salsa memastikan.
"Iya, dia Adelina!!"
"APA!!" teriak Salsa terkejut. Seketika Devid langsung menutup mulut Salsa dengan tangan kanannya, dan telunjuk tangan kiri, menutup bibirnya, memberi kode Salsa untuk tetap diam. Wanita itu yang mendengar teriakan Salsa, ia menoleh mencari sumber suara itu.
__ADS_1
"Kenapa.kamu bawa dia di saat tidak tepat seperti ini. Kalau dia bertemu Devian dan pacarnya. Gimana jadinya? Aku memang mau Devian menikah dengannya, tapi bukan seperti ini. Kasihan Angel... Di sisa hidupnya nanti, jangan sampai dia merasa terluka.." ucap Devid lirih, sembari melirik ke arah Adelina.
"Baiklah!! Aku akan bawa dia pergi lagi!!" ucap Salsa, menoleh ke belakang, ia mencoba melangkah, seketika ia menurunkan niatnya saat melihat Devian keluar dari kamar rawat Angel.
-----
Devian menutup pintu ruangan itu, menoleh ke belakang seketika ia mengerutkan keningnya, melihat sosok Adelina, dengan senyum ramah menunjukan gigi putihnya, dengan tangan terangkat sebahu, mengibaskan tangannya.
"Kenapa kamu di sini?" tanya Devian, berjalan mendekati Adelina.
Adelina meraih tangan kanan Devian, dan lansgung nebyambar, seketika memulik tanganya dengan kepala menyandar di lengannya. "Aku kengen kamu!!" ucap Adelina, semakin merapatkan pelukan tangannya.
"Kamu jangan gila!! Lepaskan!!" ucap Devian sinis, ia melepaskanntangan Adelina dari tangannya, lalu memegangap kebganya, menarik wanita itu berjalan dengan langkah sangat buru-uru keluar dari ruamh sakit.
"Aku ingatkan padamu sekali lagi!! Jangan pernah menemui aku lagi. Aku tidak akan pernah mau dengan kamu, dan aku juga sudah menikah. Jari jangan ganggu aku. Dan yang di rawat tadi adalah istri aku.." ucap Devian, menghentikan langkahnya, melemparkan tangan Adelina kasar.
Adelina mencoba tersenyum, meski hatinya terasa di sobek-sobek, menjadi kepingan kertas yang sudah di injak-injak oleh Devian.
"Aku mau melihat kamu, dan aku bela-belain sampai di sini hanya ingin mencari kamu. Dan aku gak tahu kalau kamu menikah di sini. Jika kamu di sini dnegan istri kamu. Maafkan aku, ku gak tahu.." ucap Adelina, menundukkan kepalanya, ia tak kuasa menahan air matanya yang sudah ingin membanjiri pipinya.
"Pergi dari sini!!" bentak Devian.
"Aku akan pergi, tapi aku ingin bertemu dengan istri kamu. Dan kamu temani aku meski hanya sebentar saja. Beri waktu satu jam saja kita berdua. Aku janji tidak akan lama, dan setelah itu aku pergi!!"
"Jangan pernah bilang macam-macam dengan istri aku!."
"Tenang saja, aku tidak akan bilang soal hubungan aku dan kamu!!" ucap Adelina.
"Kita gak pernah ada hubungan. Sekarang ikut aku!!" ucap Devian, menarik tangan Adelina berjalan menuju le suatu danau kecil yang tak jauh dari rumah sakit itu
"Kamu mau kemana?" tanya Salsa mencoba mencegah tangan Adelina dan Devian pergi, tapi langkah mereka semakin cepat.
__ADS_1