
Di kediaman Yuhera, mereka sedang mempersiapkan acara pernikahan nya yang akan di adakan sebentar lagi.
"Ma, mama kenapa gak mau restuin Yuhera sama Vania?" tanya Yuhera dingin
"Ma, di jawab dong, kenapa sih mulai tadi diam terus?" tanya Yuhera lagi dengan datar.
"Apa kamu bilang? Merestui hubungan kalian? Asal kamu tau, mama sama papa gak bakalan merestui hubungan kalian, dan jika kalian mau menikah silahkan, mama dan papa gak peduli" ucap Mama Sarah dingin
"Ma? Kenapa mama ngomong gitu, Yuhera ini anak mama" ucap Yuhera membentak mama nya sendiri.
"Yank, sudah dong. Jangan marah gitu, kita kan bisa nikah tanpa restu dari mereka" ucap Vania mencuci otak Yuhera.
Ardhani yang baru datang, tentu saja mendengarkan perkataan dari Yuhera dan Vania, Ardhani geram, marah dan kesal karna istri yang sangat dia jaga dan dia sayang sudah di bentak oleh putra sematawayangnya sendiri.
"Prok...prokk" suara tepuk tangan dari Ardhani. Mendengar suara itu Vania,Yuhera dan Sarah langsung melihat ke arah sumber suara berada.
"Bagus, sangat bagus. Putra macam apa kamu, karna perempuan itu kamu tega membentak orang yang sudah melahirkan kamu ke dunia ini" ucap Ardhani sinis.
"Pa, bukan seperti itu. Yuhera gak sengaja membentak mama. Tapi mama sama papa tolong lah merestui hubungan kami" ucap Yuhera dengan nada memelas.
"Semakin kalian berada mulut, semakin banyak peluang untuk ku merebut harta kalian" ucap Vania dalam hati nya.
Mendengar perkataan Yuhera, Ardhani malah tertawa melihat kebodohan anak nya itu.
"Baik, kamu meminta restu kan, baik, papa akan merestui kalian" ucap Ardhani tenang. Mendengar apa yang dikatakan oleh suami nya, Sarah tentu saja kaget.
"Apa? kenapa papa merestui mereka, apa maksud papa?" ucap Sarah menangis.
"Hey, kenapa kamu menangis, tenang saja, percayakan semua nya kepada papa" ucap Ardhani mengelus lembut punggung Sarah.
"Silahkan kalau kalian mau menikah, tapi kamu jangan menyesal suatu saat nanti" ucap Ardhani.
"Silahkan kalian angkat kaki dari mension ini, dan jangan coba coba untuk pernah menginjakkan kaki di perusahaan papa" ucap Ardhani tegas.
"Pah, apa maksud papa ngomong seperti itu? Aku ini anak papa" ucap Yuhera marah.
"Kamu bilang kamu papa ku? Ya kamu memang putra ku, Bagaimana bisa kamu mengelola dan mengembangkan perusahaan milik keluarga sedangkan keluarga kecil kamu saja, tidak bisa kamu Java" ucap Ardhani marah.
"Sudah yank, sebaiknya kita pergi dari sini. Papa dan mama kamu itu sudah gak pedulikan kamu lagi. mereka itu lebih peduli sama perempuan kampung itu. Ayok kita pergi" ucap Vania tersenyum licik.
__ADS_1
Setelah itu Yuhera dan Vania pergi meninggalkan mension milik Ardhani. Dimana di tempat itu lah Yuhera kecil belajar berjalan, bertumbuh hingga dia dewasa sama seperti saat ini.
"Pah, kamu lihat sendiri kan, anak kamu itu sudah berani melawan kita hanya demi perempuan itu" ucap Sarah menangis.
"Papa juga gak tau dia bisa berubah seperti ini. Anak itu bahkan sudah tau kebusukan Vania seperti apa tapi dia tetap kembali pada perempuan rubah itu" ucap Ardhani kesal.
"Hiks..hiks.. mama harap dia bakalan menyesal suatu saat nanti pa" ucap Sarah menangis sedangkan Ardhani hanya bisa mengelus punggung istri kesayangan nya. ..
Di lain tempat, Kenzo dan Shila sedang keluar dari hotel.
"Shil, kamu kapan kembali ke Paris?" tanya Kenzo yang sembari mengemudikan mobil hitam milik nya.
"HM, Shila gak tau ka, datang kesini aja ikut sama Tante dan om, berarti pulang nya juga sama mereka, karna kata ka Keyko aku gak boleh pisah dari mereka" ucap Shila lembut.
"Gitu ya, ya sudah biar mami sama papi yang pulang duluan nanti sore, kita berangkat besok pagi aja" saran Kenzo yang masih mah
berlama lama dengan Shila.
"Emang boleh kak?" tanya Shila polos.
"Haha, kamu itu lucu banget sih, ya jelas boleh lah, kan kamu pulang nya sama aku. Sekalian nanti malam kita pamit ke rumah Rian sama Vino juga" ucap Kenzo tertawa mendengar kepolosan Shila.
"Boleh deh kak" ucap shila mengangguk.
"Ka, kalau Shila gak ikut pulang sama Kaka besok, gimana?" tanya Shila
"Loh, emang kenapa Shil, perasaan tadi kamu sudah setuju deh" ucap Kenzo bingung
""Kamu gak mau pulang sama kakak?" tanya Kenzo lagi.
"Shila bukan gak mau ka, tapi Shila rindu banget sama ayah dan ibu juga, Shila mau pulang dulu ke desa sebelum pulang ke Paris kak" ucap Shila
"Permisi tuan, nona, ini makanan yang tuan dan nona pesan. Silahkan dinikmati" ucap pelayan restaurant dengan sopan dan lembut dan di balas anggukan oleh Kenzo. Setelahnya pelayan itu pun pergi. ..
"Bagaimana kalau nanti setelah kita mengantar mami dan papi ke bandara, kita pulang ke desa dan menginap disana" ucap Kenzo sembari mengunyah makanan nya.
Mendengar yang dikatakan Kenzo, tentu saja mata Shila berbinar binar dan sangar senang. Dengan senang nya dia dengan cepat membalas ucapan Kenzo dengan anggukan.
"Haha, hanya dengan begitu kamu sudah sangat senang" ucap Yuhera tersenyum dalam hati nya.
__ADS_1
"Ya sudah, Kita habiskan dulu makan nya, agar nanti kita gak telat ngantar mami dan papi ke bandara" ucap Kenzo tersenyum
"Ya kak" ucap Shila membalas senyuman Kenzo
"Kenzo dan Shilaa pun memakan makanan nya dengan nikmat. Hingga tak lama, mereka sudah selesai menghabiskan makanan yang mereka pesan itu.
"Kamu tunggu bentar ya, aku ke kasir dulu bayar tagihan nya" ucap Kenzo dan di balas anggukan kepala oleh Shila.
Selang beberapa menit, Kenzo pun kembali ke tempat Shila menunggu.
"Ya sudah yuk Shil" ucap Kenzo dan menggandeng tangan kecil milik Shila.
Di dalam mobil Kenzo menanyakan seputaran tentang kehamilan Shila yang sudah mulai membuncit.
"Shil kapan kamu melahirkan?" tanya Kenzo
"Perkiraan dokter sih kak tinggal menunggu 4 bulan lagi" ucap Shila mengelus elus perut nya.
"Perempuan apa laki laki?" tanya Kenzo lagi.
"Dua dua nya kak" ucap Shila tersenyum
"Maksud kamu anak kamu kembar?" ucap Kenzo
"Ya kak" ucap Shila
"Wah, kamu beruntung ya Shil, dapat bayi langsung dapat dua" ucap Kenzo antusias
"Haha ya kak" ucap Shila tertawa. Melihat Kenzo yang begitu antusiasnya mendengar tentang bagi kembar Shila, seketika Shilaa sangat sedih, mengapa tidak orang yang di cintai nya yang seperti itu.
"Hey, kenapa kamu jadi sedih begitu?" tanya Kenzo
"Tidak apa apa ka, Shila jadi teringat tentang bang Yuhera mantan suami nya Shila. Kenapa dia yang seorang ayah dari bayi bayi ku ini tidak seantusias Kaka yang mendengarkan tentang mereka" ucap Shila lirih.
--------------------------------------------------------------------------
Hay .Hay...
Author kembali lagi nih😁 maaf ya kakak, dan teman semua, author lama up nya, karna lagi pilek jadi author malas nulis deh, dan lagi sudah habis kosa kata mau nulis apa😁😁 Tapi berkat dukungan, saran dan semangat yang Kaka semua kasih, author jadi tambah semangat deh walau masih pilek🥰
__ADS_1
Author harap, pembaca setia tulisan author ini tetap setia membaca dan tetap selalu menunggu author up yah, biar author tambah semangat lagi.
Muuach.... author sayang sama kalian🥰🥰🥰☺️