
"Ya, ini juga udah cepat Lo Key, kita juga harus hati hati. Nanti kita bisa nabrak" ucap Rian yang sambil melajukan mobilnya ke arah rumah sakit.
10 menit telah berlalu, akhirnya mereka sampai dirumah sakit. Rian segera menggendong tubuh Shila. Mereka tidak mempedulikan tatapan dingin dari orang orang yang melihat mereka. Yang ada di benak mereka hanya bagaimana agar Shila cepat ditangani oleh dokter.
"Doc, please save my friend" ucap Rian
"Yes sure, please wait in front of the room only, let us handle the patient" ucap dokter itu dan segera masuk ke dalam ruang pemeriksaan dimana Shila akan diperiksa di ruangan itu.
Di luar ruangan, Rian, Vino, Keyko dan Seina menunggu dokter itu keluar. Mereka sangat khawatir akan keadaan Shila. Satu jam telah berlalu, apa yang mereka tunggu akhirnya keluar juga dari ruangan itu.
"Doc, how about my friend? She is good? ucap Keyko menangis
"well ma'am, the patient condition is very critical now" ucap dokter itu
"what? actually what happened doc? Why my friend could get critical? before her was fine" ucap Vino dengan mata yang sudah berkaca kaca
"Is one of you guys coming to my room? ucap dokter itu yang bertekad ingin memberitahukan keadaan pasien
"Yes doc, I can" ucap Rian
Sesampainya di ruang dokter itu, mereka pun duduk, dan dokter pun menjelaskan bagaimana keadaan pasien saat ini.
"Sorry sir, But I want say about condition patient, in addition to bring contained, the current kidney of the patient is very severe, and her kidneys also live one, do you guess before, what happened to the patient?" ucap dokter itu menjelaskan
"Mmmm, I don't know, doc. Because She is come from Indonesia, and, we also meet just here" ucap Rian
"If you do know how do I have a way to make my fried be able to be healthy again?" tanya Rian lagi
"Yes, In my opinion, one of the ways that must be followed up immediately is to find a kidney donor that is suitable for the patient" ucap dokter itu menjelaskan.
"well, of that tha Case, I Will excuse you first" ucap Rian
"Yes" ucap dokter itu
Rian pun keluar dari ruangan itu, dengan wajah yang sangat kusut karna memikirkan keadaan Shila yang sudah dianggap nya adik.
__ADS_1
Tak terasa air matanya perlahan menetes. Dia terus berjalan sepanjang koridor. Sesampainya di depan ruangan Shila, teman dan pacar nya sudah menunggunya di depan ruangan itu. Rian yang sudah lelah pun langsung terduduk dan menangis sehingga membuat teman temannya bingung.
"kamu kenapa Rian, apa yang sudah dikatakan dokter?"ucap Vino tak sabaran
"ya Rian, ada apa, coba kamu sekarang tenang, dan jelaskan ke kami apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Keyko
"hhhhh" suara kasar hembusan napas dari Rian, membuktikan bahwa dia sekarang tidak baik baik saja
Setelah lama menunggu Rian tenang, dia pun akhirnya menceritakan kepada teman temannya apa yang sebenarnya di sampaikan dokter tadi.
"coba sekarang kamu pelan pelan jelasin ke kita apa yang sebenarnya terjadi sama Shila, Rian ? " ucap Seina setelah melihat keadaan Rian sudah tenang
"Shila sebenarnya keadaannya sangat lah buruk sekarang, dia tinggal punya satu ginjal, dan itu juga sudah rusak, itu yang menyebabkan keadaan Shila sekarang tidak baik, dan cara yang harus di lakukan untuk memulihkan keadaan Shila yaitu dengan cara mendapatkan donor yang sesuai dengan dia" ucap Rian menangis
Semua yang mendengar cerita Rian pun tidak bisa berkata apa apa lagi,. mereka terduduk dan menangis meratapi keadaan adik angkat mereka yaitu Shila.
"Jadi sekarang apa yang harus kita lakukan? sangat sulit untuk mencari pendonor, dan kita juga tidak tau keluarga Shila di Indonesia dimana" ucap Vino menangis
"Apa kita harus pulang ke Indonesia?" ucap
"ide mu bagus juga Rian, kalau begitu kalian pergilah , biar aku dan Seina yang menjaga Shila disini"ucap Keyko
"yaudah, kalau ada terjadi apa apa cepat kabarin kita ya" ucap rian kepada Keyko dan
"ya kamu tenang Aja" ucap Keyko
"Ayo kita pergi sekarang" ucap Vino mengajak Rian
Rian dan Vino pun pergi mengunjungi hotel yang ada di sekitaran taman tempat mereka pertama kali bertemu dengan Shila. Dari satu hotel ke hotel yang lain dan akhirnya mereka pun menemukan hotel tempat Yuhera dan Shila menginap selama ber bulan madu.
Setelah mendapatkan apa yang mereka cari mereka pun pergi ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Rian pun langsung menghubungi Yuhera. Dan tanpa mereka tau, Yuhera juga sekarang ini lagi ada di Paris untuk mencari keberadaan Shila.
"tttt....tttt...."
__ADS_1
"tttt......tttt .."
"ttt...ttttt" dan sampai sambungan ketiga tidak di terima oleh Yuhera dan itu sangatlah membuat Rian kesal.
"Ga diangkat lagi, dia itu suami apa an sih, ga peduli sama keadaan istrinya" ucap Rian
"Coba sekali lagi rian, mana tau dia mau ngopeni" ucap Yuhera
"ttt....ttt..."
"ttt. tttt..."
"ttt..tttt.."
Dan sampai panggilan kedua pun tirka diopeni sama sekali.
"apa yang harus kita lakukan sekarang, keadaan Shila sudah benar benar drop" ucap Keyko menangis.
"Vin, aku harus ke Indonesia sekarang, kamu disini jagain mereka selama aku tinggal" ucap Rian berniat ingin mencari keberadaan Yuhera di Indonesia
"Kamu jangan bodoh Rian, kamu gimana sih, kan kamu ga tau dimana alamat Yuhera, masa kamu harus ke Indonesia?" ucap Vino
"Aku tau kok dimana alamat Yuhera, dia orang terkaya nomor satu di Indonesia, jadi aku tau dimana alamat dia setelah aku mencari tahu di internet.
"tapi kamu harus hati hati ya Rian" ucap pacar Rian
"ya, kamu tenang aja yank, besok pagi aku harus berangkat biar cepat sampai di Infonesia" ucap Rian
Keesokan harinya, Rian pun berangkat ke Indonesia. Selama di perjalanan dia menangis.
"Aku harus secepatnya bertemu dengan Yuhera, ini semua dengan kebaikan Shila, kalau sampai aku terlambat, Shila bakalan semakin menderita" batin Rian
Jam dari Jam ke Jam telah berlalu, Rian pun akhirnya sampai di Jakarta. Dia pun langsung menaiki taxi dan menunjuklan alamat Yuhera yang akan dia tuju.
Sesampainya di depan Mension Yuhera, Rian pun turut dan bertemu dengan satpam yang bertugas untuk menjaga Mension milik keluarga ardhani
__ADS_1