
Semua nya sudah selesai, sudah pada cantik karena sudah di make over oleh mami Kenzo 😅
"Nah kan, kalau bibi tampilan nya begini terus tiap hari kan cantik" ucap Shila dan di balas tawa oleh mami Kenzo
"Benar itu bi" ucap mami Kenzo menimpali perkataan Shila
"Aduh non, nyonya, bagaimana cerita nya bibi berpenampilan seperti ini setiap hari, sedangkan bibi kerjaan nya hanya di dapur saja" ucap bibi Marni
"Ya kan saya dulu sudah bilang, kalau sudah selesai kerjaan nya bibi boleh ikut nimbrung sama kami di ruang keluarga" ucap mami Kenzo berkata serius
"Ya nyonya, makasih banyak karna nyonya, dan tuan sudah baik banget sama bibi" ucap bibi Marni terharu
"Ya sudah ayok bi, Shil, kita berangkat, teman teman saya sudah pada nunggu di tempat kami janjian " ucap mami Kenzo
"Ayo Tan" ucap Shila
"Ayo nyonya" ucap bibi Marni
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_--_-_--
"Bagaimana sayang, apa kamu setuju dengan apa yang aku katakan?" tanya Vania
"Masa ia anak aku, bibi yang merawat Van? kamu aja memang nya ga bisa?" tanya Yuhera bingung
"Ya kamu gimana sih sayang, kalau aku sudah siap punya anak, ya aku mending merawat anak kita yank, masa aku harus merawat anak perempuan lain" ucap Vania merajuk bermaksud untuk mengelak
"Berarti kita gak bisa menggunakan hal itu untuk mengancam mereka, Van" ucap Yuhera kesal
"Ya aku kan sudah bilang, kita suruh bibi yang merawat, aku gak mau ya, kalau kamu sampai bangkrut, aku gak mau hidup miskin" ucap Vania dengan suara tinggi
"Ah sudah lah" ucap Yuhera pergi ke kamar nya
Selekas kepergian nya Yuhera, Vania kesal. Vania langsung pergi ke halaman belakang untuk menghubungi kekasih nya Muel.
"Halo Van, kamu kenapa lagi menghubungi aku?" tanya Muel
"Bukan nya kamu bilang suami kamu sudah pulang?" tanya Muel lagi
"Ya Yank, sudah pulang. Tapi aku kesal yank" ucap Vania manja di telpon
"Loh, kok kamu bisa kesal? Ayo cerita dulu sama aku, mana tau aku bisa memberi saran" ucap Muel
"Begini yank, tadi kan Yuhera bertemu dengan klien nya dari Paris. Nah, klien nya ini ternyata teman dekat nya mantan istri nya Yuhera" ucap Vania
__ADS_1
"Trus?" tanya Muel nggak sabaran
"Ya dia mengancam Yuhera, akan mengambil semua saham dia dari perusahaan Yuhera, karna perlakuan buruk Yuhera kepada Shila selama ini yank. Berarti kan, yuhera sebentar lagi bangkrut" ucap Vania
"Bahaya dong, kalau sampai Yuhera bangkrut, Vania bisa aja minta cerai ke dia, dan aku gak bisa lagi memoroti Vania" batin Sam kesal
"Yank, kok kamu diem sih?" tanya Vania kesal
"Maaf yank, aku lagi memikirkan cara dulu, gimana biar mereka tidak bisa mengancam suami kamu itu" ucap Muel
"Aku juga sudah menyampaikan pendapat aku yank, tapi Yuhera gak mau" ucap Vania bertambah kesal mengingat pembicaraan nya tadi dengan Yuhera
"Cara apa memang nya yang kamu punya, yank?" tanya Muel ..
"Tadi itu aku bilang sama Yuhera, biar kalo Shila sudah melahirkan, Yuhera minta bayi nya saja, kan itu bisa di gunakan buat mengancam balik mereka" ucap Vania
"Gini yank, kalau kamu menyuruh Yuhera mengambil anak nya, siapa yang akan merawat?" tanya Muel
"Ya kan ada bibi yank, masa ia aku disuruh buat merawat anak nya sih" ucap Vania lagi
"Menurut aku sih, itu bukan cara yang logis yank, karna bagaimana kalau sebenarnya Shila itu bukan siapa siapa nya klien suami kamu?" tanya Muel
"Sia sia dong kalian mengambil bayi Shila, tapi gak bermanfaat" ucap Muel
"Jadi apa ya, yang harus di lakukan biar mereka gak bisa mengancam Yuhera?" tanya Vania
"Eh yank, udahan ya, takut nya nanti Yuhera cari aku, biar aku ke kamar dulu" ucap Vania
"Oke yank, kamu tenang aja, nanti aku pikirkan lagi cara nya" ucap Muel
"Ya Yank" ucap Vania, dan panggilan pun berakhir.
_-_-_-_-_-_-_-_-Di dalam kamar_-_-_-_-_-$
"Brengsek. Shila brengsek" ucap Yuhera dengan kesal
"Dia dengan gampang melupakan aku, dan mencari pria yang lebih kaya dari aku?" tanya Yuhera pada diri nya sendiri
"Lihat aja, apa yang akan aku lakukan, kalian gak akan bisa melupakan apa yang akan terjadi" ucap Yuhera
Vania pun masuk ke dalam kamar..
"Yank, gimana? Kamu sudah menemukan cara kan untuk mengancam mereka balik?" tanya Vania tanpa memikirkan beban pikiran suami nya Yuhera
__ADS_1
"Kamu bisa diem nggak sih?" ucap Yuhera membentak Shila
"Kamu..kamu tega membentak aku hanya karena perempuan itu? Hiks...hiks.." ucap Vania menangis dan hal itu membuat kesadaran Yuhera kembali
"Maaf, maafin aku yank, aku gak bermaksud buat membentak kamu" ucap Yuhera menarik Vania ke dalam pelukan nya
"Aku lagi banyak pikiran yank, maafin aku ya. Sudah dong jangan nangis lagi" ucap Yuhera lembut mengelus rambut Vania
"Hiks ..hiks.. kamu jahat sekarang, kamu tega membentak aku, kamu selama ini tidak pernah seperti ini, hiks...hiks" ucap Vania sesenggukan
"Ya ..ya maafin aku yank. Bagaimana kalau kita sekrang belanja semua keperluan kamu?" ucap Yuhera berusaha membujuk Vania istri nya.
Mendengar kata belanja, tentu saja Vania senang, senang banget malahan..
"Kamu benaran mau ngajak aku belanja?" tanya Vania memastikan dan di balas anggukan kepala oleh Yuhera
"Ya tentu, kamu mau nggak? tapi kamu jangan nangis lagi" ucap Yuhera
"Ya sayang, tunggu bentar, aku ganti pakaian dulu" ucap Vania senang
"Ya, aku tunggu di bawah ya" ucap Yuhera dan di balas anggukan oleh Vania
_-_-_-_-_-_-_-_--_-_--_-_-_-_
"Bos, semua nya berjalan dengan lancar" ucap Bram
"Apa kamu serius Bram? Apa kamu juga sudah menyuruh pihak lain untuk membatalkan kerja sama mereka?" ucap Kenzo
"Sudah bos, semua sudah aman terkendali, sekarang perusahaan itu benar benar di bawah kendali kita tuan" ucap Bram
"Bagus, Bram. Itu yang saya suka dari kamu, kamu dapat di andalkan" ucap Kenzo tersenyum senang
"Bos...m..mm.." ucap Bram takut
"Mengapa Bram? apa kamu ada melakukan kesalahan?" tanya Kenzo
"Bukan kah kamu tau saya seperti apa? Akan sangat sulit bagi saya mengampuni seseorang jika ia berbuat suatu kesalahan?" tanya Kenzo dengan dingin
"Bukan bos.. bukan itu.." ucap Bram lagi
"Kalau bukan itu apa Bram? Cepat katakan kepada saya, jangan buat saya mati perlahan karna rasa penasaran" ucap Kenzo dengan sedikit bercanda
"Begini bos, apa bos tidak akan memberikan saya gaji tambahan bos? Hehe" ucap Bram tertawa
__ADS_1