
"tolong" ucap Yuhera ditengah kesadaran nya setelah itu dia pun tidak sadarkan diri.
Suara beberapa mobil ambulance, mobil polisi mengiringi akan derasnya hujan, karna kecelakaan tersebut, menyebabkan macet yang sangat panjang.
"prang...." suara pecahan gelas.
"ini kenapa, kenpa tiba tiba bisa terjatuh" ucap Shila yang mulai khawatir karna Yuhera belum pulang ke hotel mulai kejadian tadi pagi
"kemana dia pergi, tuhan, dimana pun dia berada tolong jaga dia" ucap Shila menangis.
suara dering telpon berbunyi, Shila yang sedang menangis pun langsung berlari ke ruang makan untuk mengambil handphone nya yang sedang berdering.
"panggilan masuk, tapi nomor gak dikenal, kira kira siapa ya?" ucap Shila dengan kening yang mengkerut.
"yaudah aku angkat aja deh, mana tau ada yang penting" ucap Shila dan langsung mengangkat telpon tersebut.
"ya halo, mohon maaf ini dengan siapa yah?" ucap Shila to the point
"selamat malam mbak, maaf mengganggu kesibukan nya. ini dari pihak kepolisian, benar ini dengan mbak Shila?" ucap Polisi
"ya benar, maaf sebelumnya ada apa ya pak?" ucap Shila dengan nada yang khwatir
"begini mbak, kami mau mengabari bahwa suami mbak yang bernama Yuhera Ardhani mengalami kecelakaan, dan sekarang sudah berada di Rumah Sakit Xxx." ucap polisi
"baik pak, terimakasih untuk informasinya" ucap Shila dan langsung mematikan telpon nya.
"semoga tidak terjadi apa apa sama dia" ucap Shila dengan air mata yang sudah menanhism
"sebaiknya aku harus cepat ke rumah sakit, dan sebaiknya aku gak langsung mengabari ke Mension, biar papa sama Mama gak khawatir" ucap Shila dan langsung pergi dari apartemen.
Sesampai nya di Rumah sakit Xxx, Shila langsung berlari ke arah administrasi. (Disini author menceritakan memakai bahasa Indonesia saja yah, soalnya author tidak terlalu pandai bahasa asing).
"maaf mbak, ada yang bisa saya banyu?" ucap perawat yang sedang bertugas di bagian administrasi.
"hmm, begini mbak, saya mau bertanya dimana ruangan yang mengalami kecelakaan tadi" ucap Shila dengan nada khwatir
"baik mbak, atas nama siapa yah kalau saya boleh tau?" ucap perawat itu dengan hati hati
"atas nama Yuhera Ardhani, mbak" ucap Shila
"tunggu sebentar ya Bu" ucap perawat itu dan langsung mencari data pasien nya di komputer
__ADS_1
"pasien yang bernama Yuhera Ardhani ada di ruang UGD mbak" ucap perawat itu.
"maaf mbak, letak UGD dimana yah?" ucap Shila
"nanti mbak nya lurus aja, Trus nanti ada belok kanan, mbak tinggal lurus aja, nanti disana ada tulisan UGD mbak" ucap perawat menjelaskan.
"terimakasih ya mbak" ucap Shila dan langsung pergi mencari ruangan tersebut.
Sesampai nya didepan ruang UGD, dia belum melihat ruangan itu terbuka.
"semoga tidak terjadi apa apa sama bang Yuhera" ucap Shila menangis sembari berdoa.
Tak lama, salah seorang dokter pun keluar dari ruangan itu.
"maaf dok, bagaimana keadaan pasien di dalam?" ucap Shila
"maaf mbak, keadaan pasien saat ini sangat kritis, dan pasien belum sadarkan diri,." ucap dokter itu menjelaskan
"apakah saya boleh melihat kondisi suami saya dok?" ucap Shila hati hati
"karna keadaan pasien belum memungkinkan untuk di jenguk, jadi saya belum mengizinkan nya Bu, untuk mengetahui kondisi pasien, apakah ibu boleh ikut saya ke ruang dokter?" ucap dokter
Sesampainya di ruangan dokter, dokter itu menjelaskan bagaimana kondisi Yuhera, dan hal itu tentu membuat Shila sangat syok, dan mungkin penderitaan nya akan dimulai.
"begini Bu, karna kecelakaan ini, menyebabkan salah satu ginjal pasien rusak" ucap dokter itu to the point
"apa ada cara untuk menyembuhkan nya pak" ucap Shila menangis
"cara satu satunya kita harus mencari donor yang cocok untuk pasien Bu" ucap dokter itu
"ambil ginjal saya saja dok, saya gak mau melihat dia kesakitan saat nanti kami pulang ke Indonesia dok" ucap Shila yaang masih tetap menangis.
"itu bisa saja dilakukan Bu, tapi apa ibu siap untuk mendonorkan ginjal ibu? ini tentunya dapat mempengaruhi keadaan ibu kedepan nya" ucap dokter itu menjelaskan.
"saya tidak masalah dokter, yang penting suami saya bisa sehat kembali" ucap Shila mantap.
"baiklah kalau seperti itu, besok pagi saya akan melakukan pemeriksaan terhadap ibu" ucap dokter. ."ucap Dokter
"baik dok, kalau begitu saya permisi dulu, terimakasih dok" ucap Shila
"baik Bu, silahkan" kata dokter itu.
__ADS_1
Diluar ruangan,, Shila menundukkan kepalanya menahan sesak yang ditahan mulai tadi.
"semua ini aku lakukan biar kamu sehat lagi bang, aku gak jadi masalah, semoga kamu cepat sadar ya bang" gumam Shila dalam hati.
Keesokan harinya, Dokter pun menemui Shila dan akan mengecek apaakah kondisi ginjal Shila bagus untuk di donor kan.
"selamat pagi Bu" ucap dokter itu
"selamat pagi dok, dokter mau memeriksa keadaan suami saya ya dok?" tanya Shila
"ya benar Bu, dan setelah saya memeriksa keadaan pasien saya akan melakukan pengecekan terhadap ibu" ucap dokter itu menjelaskan.
"oh ya baik dok, silahkan". ucap Shila.
Tak lama setelah itu, dokter yang sudah selesai memeriksakan keadaan Yuhera, dia pun datang menghampiri Shila dan mengajak perempuan itu untuk men cek kondisi kesehatan ginjal nya.
"bagaimana keadaan suami saya dok?" ucap Shila setelah melihat dokter itu keluar dari ruangan Yuhera.
"maaf Bu, keadaan suami ibu masih tetap seperti pertama pasien masuk rumah sakit ini, belum menunjukkan Tanda tanda kesadarannya, maka dari itu, kita harus cepat melakukan operasi ginjal terhadap pasien, karna saya takut, karna keadaan ginjalnya yang sudah rusak, dan keadaan pasien yang belum juga stabil, akan menyebabkan nyawanya hilang" ucap dokter itu menjelaskan
"baik pak, sekarang silahkan cek ginjal saya dok, saya tidak mau terjadi sesuatu terhadap suami ku dok" ucap Shila menangis.
"mari Bu silahkan" ucap dokter itu.
Diruangan pemeriksaan, dokter itu menjelaskan keadaan Shila sangat baik, dan cocok untuk melakukan pendonoran.
"keadaan ibu sangat baik, dan keadaan ginjal ibu juga bagus, apakah tekad ibu sudah bulat untuk melakukan pendonoran?" tanya dokter itu
"saya siap dok, saya sangat siap" ucap Shila tegas.
"baik Bu, silahkan ibu mengisi formulir ini, dan silahkan bayar di bagian administrasi ya Bu" ucap dokter
"maaf dok, kalau boleh saya tau, biaya operasinya berapa ya" tanya Shila.
"untuk biaya operasi dan biaya rumah sakit mulai dari pasien masuk itu sebesar 55 juta Bu" ucap dokter itu.
Shila yang mendengarkan itu langsung bingung dan sedih, karna dia ga punya uang sama sekali, untuk biaya operasi nya.
"aku harus bagaimana, aku kan ga punya uang sama sekali" batik Shila
"baik dok, kalau begitu saya ke ruang administrasi dulu" ucap Shila izin keluar dari ruangan itu
__ADS_1