
"Gak bisa!!" jawab Adelina. Dia yang sudah terlanjur memakai gaun pengantin tidak mau jika dirinya sampai batal menikah dan akan semakin malu nantinya. Apalagi banyak para wartawan pastinya yang akan meliput berita menikahnya.
"Apa yang kamu katakan? Dia suami aku, aku dengannya belum cerai. Jadi apapun alasannya kalian gak akan bisa menikah," jelas Slasa berjalan dengan pandangan mata tidak berhenti terus memandang wjaha tampan Devidndi depannya. Laki-laki itu hanya diam, ia tidak menyangkaa jika di saat seperti ini wanita yang dia sayangi datang. Dan dia di lubatkan dalam setuasi yabg sangat membingungkan.
"Apa kamu tidak mau lagi kembali denganku? Apa kamu mau benar-benar pergi," ucap Salsa berdiri tepat di depan Devid, dan seketika tubuhnya di dorong kuat oleh Adelina. Dengan sigap Devian menangkap tubuh Salsa yang hampir saja terjatuh.
Slasa bernajka beridir tehap, ia tidakmenyerah untuk minta maaf pada Devid, dengan sigap gwnaita itu meraih tangan Devid, memohon padanya. "Maafkan aku!! Aku sangat nencintaimu, aku yidka mau meninggalkanmu. Maafkan aku yang terlalu egois, aku banyak salah padamu." ucapnya memohon.
"Kenapa kamu di sini" tanya Devid, yang dari tadi diam dia mulai membuka suaranya.
"Aku ingin kita kembali?"
"Kenapa?" tanyanya menggebu penuh emosi.
"Kenapa kamu baru datang di saat seperti ini. Kemana saja kamu selama ini tidak memperdulikan aku sama sekali. Kemana kamu selama ini."
"Aku tidak pernah kemanapun, kamu tahu aku kuliah. Dan aku juga tidak pernah menghianati kamu. Aku tidak pernah sama sekali." jelas Salsa.
"Tapi apa yang kamu lakukan dulu padaku. Kamu mengusirku begitu saja," gumam Devid.
"Lebih baik kamu sekarang pergi," saut Adelina. "Aku mohon, aku tidak mau pernikahan ini batal. Tidak hanya aku dan Devid yang malu keluarga kita juga," ucap Adelina merendah. "Aku mohon padamu,"
"Heh.. Kenapa kamu mau menikah dengan orang yang sama sekali tidak menyukaimu. Apa kamu ingin hidup di atas penderitaan orang lain.. Oo.. Atau mungkin kamu suka melihat hidup kamu sengsara, jika kamu menikah dengannya . Bukan kebahagiaan yang kamu dapatkan tapi hanya sebatas status." ucap Devian menggebu. Dia tidak bisa terima jika Salsa terus di sakiti. Dan Devid yang hanya diam, dia melirik ke arah Salsa yang terus menangis. Air matanya tidak berhenti keluar membasahi pipinya.
"Apa kamu masih mencintaiku?" tanya Devid berjalan pelan ke arah Salsa.
Salsa hanya diam, dia melangkah memeluk serta tubuh Devid, mengusap punggungnya lembut.
__ADS_1
"Aku sangat mencintai kamu. Sampai kapanpun dan perasaan itu tidak bisa aku bohongi lagi." ucapnya, menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang Devid.
Entah sejak kapan laki-laki yang bisa di bilang kerasa kepala itu meneteskan air matanya. Dia mengusap rambut Salsa, menenggelamkan kepalanya di dadanya. Seketika di sata dia tiba-tiba dia sadar, lalu memegang ke dua bahu Salsa. Melepaskan pelukan eratnya.
"Aku juga sangat mencintai kamu, tapi apa aku mungkin meninggalkan pesta pernikahan ini. Aku tidak mungkin mempermalukan Adelina. Dia sudah menyiapkan semua juga."
Deg!
Perkataan itu membuat jantungnya berhenti seketika. Hatinya yang hancur semakin hancur di buatnya. Gimana bisa dia melihat orang yang dia cintai atau bisa di hilang suaminya menikah dengan orang lain. Devid memegang tangan Adelina dan perlahan berjalan menjauh.
"Aku mohon!!" ucapnya memegang tangannya, perlahan yang sudah berjalan menjauh meninggalkannya. Devian yang melihat Salsa terpukurl, dan hampir saja pingsan. Dia menarik napasnya dalam-dalam, dalam satu tarikan ke dua dia mengeluarkan suaranya. "Hentikan semuanya!" ucap Devian, membuat semua orang kembali lagi menatapnya.
Adelina menoleh di susul dengan Devid yang menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
"Aku akan menikahi Adelina sekarang. Aku mohon jangan teruskan pernikahan ini," ucap Devian membuat semua syok.
"Aku akan menikahinya," jawabnya tegas.
"Apa kamu yakin menikahi orang yang tidak kamu sukai,"
"Kamu juga kenapa mau menikah dnegan orang yang tidak kamu sukai. Sekarang aku mau menikahinya." Devian berjalan menghampiri kakaknya, menarik tangannya dan membawanya ke depan Salsa. Laki-laki tampan itu menyatukan tangan Devian dan Salsa.
"Kalian sekarang menikahlah secara resmi. Dan aku akan menikah dengan Adelina sekarang juga. Setelah kalian menikah," ucap Devian membuat semua bingung. Termasuk keluarganya.
Mama Devid berlari kecil, mengangkat gaunnya menghampiri Devian. "Devian!" panggilnya.
Devian menoleh menatap mamanya, "Apa kamu yakin menikahinya?" tanya mamanya menyakinkan.
__ADS_1
"Iya, aku sangat yakin, ma. Aku hanya ingin melihat kakak aku tidak bodoh dalam melakukan tindakan. Melihat mereka bahagia sudah menjadi hal yang paling menyenangkan. Meski aku harus mengorbankan hati aku." ucap Devian, membuat Devid merasa bersalah dnegan semuanya. Adiknya harus mengorbankan perasaannya. Dia tahu jika Dia tidak suka dengan Adelina.
"Makasih!!" ucap Devid, menepuk bahu Devian.
"Dan satu lagi, jika Salsa sedang hamil anak kamu," saut Alan berjalan mendekati mereka. Dia yang semua hanya diam melihat mereka berdebat. Kini perlahan melangkah mengungkapkan rahasia Manda. Dan mendengar kata hamil Devid menetap wajah Salsa. Meletakkan ke dua telapak tangannya di wajah Salsa.
"Apa benar kamu hamil?" tanya Devid memastikan.
Salsa tersenyum tipis, "Iya, aku hamil 2 bulan." ucap Salsa penuh kabahagiaan dalam dirinya.
Devid terbungkam seketika, dia menarik tubuh Salsa masuk ke dalam dekapan hangat tubuhnya. "Aku menantikan ini, aku sangat menantikan ini." ucap Devid tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan yang menggebu dalam hatinya.
Dia mengusap lembut punggung Salsa. Meneteskan air mata kebahagiaan yang membuatnya merasa sangat bahagia.
-------
Semua sudah berlalu, Salsa bersiap untuk merayakan pernikahannya dengan Devid, pernikahan yang sempat tergores hingga melukai hati satu sama lain, dan perlahan mereka menambal sendiri hatinya untuk menghilangkan luka yanga da. Hingga rasa sakit masih membekas dalam hatinya.
Dan Devian dengan terpaksa dia harus menikah dengan orang yang tidak sama sekali dia sukai, menikah dengan orang yang tidak pernah ada dalam hatinya. Seluruh hatinya sudah tertinggal terkubur bersama dengan mantan istrinya. Tapi demi kebahagiaan orang lain, apapun dia lakukan.
"Kamu yakin menikahiku?" tanya Adelina merasa sangat bahagia dalam hatinya, tapi di sisi lain dia merasakan ada yang berbeda dari Devian.
"Aku yakin!" jawabnya datar.
"Apa sekarang kamu sudah siap?"
"Iya," Devian mengulurkan tangannya, dan langsung di sambut baik oleh Adelina. Dia melingkarkan tangannya berjalan dengan penuh rasa gugup dalam hatinya. Kini pernikahan yang dia inginkan sesungguhnya telah tiba. Entah bahagia atau tidak tapi setidaknya dia suka dengan Devian sudah lama. Jika Dengan Devid mereka saling tidak suka. Dan pernikahan itu terpaksa.
__ADS_1
Devian dan Adelina mulai mengucapkan jani pernikahan berdua. Dengan berat hati selesai mengucapkan jani itu, dia mengecup kening Adelina. Lalu memakaikan cicin berlian jari manis Adelina. Suasana yang semula tegang kini semakin meriah. Suara tepuk tangan dari para tamu membuat Devian merasa semakin terpuruk. Di saat seperti ini dia mengingat mantan istrinya Angel.