
"maaf ya Shil, kita sudah ngungkit masalah mu, yaudah kamu jangan nangis lagi yah, nih kita sudah nyampe. Kita turun yah, setelah dari sini kita mampir dulu direstaurant itu buat makan. Sekalian dengar ceritamu, mana tau kita bisa bantu" ucap Vino
"ya benar apa yang dikatakan Vino, Lo harus semangat demi bayi kamu" ucap Rian menambahi
"makasih ya ka, orang sudah mau bantu Shila" ucap Shila tersenyum
Mereka pun turun dari mobil menuju toko perhiasan tersebut.
"good afternoon sir, Miss, there are I Van help? ucap salah satu SPG yang melayani
"yes, please help this mother, she wants to sell her ring" ucap Vino
"of course sir" ucap SPG itu
"sorry kok, before I Van see the ring you want to sell?" ucap SPG itu meminta cincinnya dan Shila yang mengerti arti uluran tangan itu pun memberikan cincinnya.
"this if it id sold at 5000.000 mom. What mom got it selling it?" tanya SPG itu
Shila yang tidak mengerti arti ucapan itu pun menatap bingung kearah Rian dan Vino.
"Shil, kata mbak ini, cincinnya kalau di jual harganya cuma 5000.0000. Apa kamu jadi menjualnya?" tanya Vino menjelaskan
"ya tuan, harga segitu juga tidak apa - apa" ucap Shila.
"oke, yes, she is so sell her ring" ucap Vino kepada SPG itu
"ok sir. wait a minute" ucap SPG itu
"This is the money's sir, thank's" ucap SPG itu memberikan uang hasil jual cincin tersebut
"ok thank's" ucap Vino
Mereka pun keluar dari toko itu. Dan menuju ke salah satu restaurant yang ada disamping toko perhiasan
"kita jadi kan makan?" tanya Rian
"jadilah hahah, aku sudah lapar"jujur Vino
"kamu ikut kan Shil?" tanya Vino
"ya ka, Shila mau ikut, Shila juga belum makan mulai kemarin" ucap Shila dengan jujur
Sesampainya direstaurant itu mereka pun memilih meja yang ada di pojok agar terhindar dari keributan.
__ADS_1
"Excuse sir, mom, want what message?" ucap pelayan itu dengan ramah
"I mess the special fried rice, juice apocad" ucap Vino
"I am a white orders, orange juice, rice and toast beef" ucap Rian
"kamu pesan apa Shil? " tanya Vino
"gak tau ka" ucap Shila bingung
"yaudah samakan aja sama saya yah" tanya Rian
"ya kak" ucap Shila
"this mother is put with my order" ucap Rian
"yes sir, please be awaited" ucap pelayan itu.
Setelah kepergian pelayan itu, Shila pun menceritakan kembali cerita yang dipendamnya sendiri.
"tadi katamu suamimu punya kekasih? suami mu selingkuh ya Shil?" tanya Vino penasaran
"bukan selingkuh sih kak, Shila yang masuk kedalam hidup mereka" ucap Shila sendu
"maksudnya?, jujur aku gak ngerti" ucap Rian
"yaudah kamu yang sabar yah, semua bakal ada hikmahnya ko" ucap Rian dan Vino hanya mengangguk saja membenarkan ucapan Rian
"ya kak, makasih banyak ya kak" ucap Shila tersenyum
Tak lama makanan pun datang. Mereka makan dengan nikmat tanpa ada yang bersuara. Tak lama mereka pun selesai makan. Mereka pun memutuskan untuk langsung pulang karna hari sudah menjelang sore. Mereka pun keluar dari restaurant itu.
"Shil, kamu pulang kemana? biarr kita antarin aja sekalian" ucap Vino
"gak perlu kak, Shila bisa kok pulang sendiri, nanti yang ada Shila jadi ngerepotin orang kaka" ucap Shila
"ya elah, ga apa kali. Gak bakalan ngerepotin kok, anggap aja kita ni kakak mu, ya gak Vin?" ucap Rian
"ya benar apa yang dikatakan Rian, lagian ini juga sudah mau hujan, kita antar aja sekalian" ucap Vino
"yaudah deh kak, maaf kak, Shila sekali lagi ngerepotin orang kaka" ucap Shila segan
"ga apa, yaudah ayok kita masuk ke mobil" ucap Vino melangkah kearah mobilnya, dan diikuti oleh Shila dan Rian.
__ADS_1
Setengah jam perjalanan akhirnya mereka sudah mau sampai ketempat Shila sebelumnya menginap.
"Shil, kamu menginap dimana?" tanya Rian.
"itu kak rumah pohon yang tak jauh dari taman itu" ucap Shila.
Sesampainya disana Rian dan Vino benar benar kaget akan keadaan Shila
"kamu benaran disini Shil?" tanya Vino
"ya kak, Shila ga ada tempat tinggal, jadi Shila tinggal disini aja dulu untuk sementara" ucap shila sendu
"Bagaimana kalau kita cari tempat tinggal buat kamu?" ucap Rian menawarkan
"Bukan Shila gak mau ka, tapi kan uang Shila cuma sedikit. itu juga buat biaya hidup aku ka" ucap Shila yang sudah mulai menangis
"kamu kasihan sekali sih Shil,. tapi aku juga gak tau bagaimana caranya membantumu" batin Vino
"Malang sekali nasib mu Shil" batin Rian
"Gini aja bagaimana kalau kamu untuk sementara tinggal d tempat kita?" ucap Vino menawarkan
"gak perlu kak, Shila disini saja, makasih ya orang kakak sudah mau membantu Shila" ucap Shila tersenyum
"santai saja Shil, kami sudah menganggap kamu seperti adik kandung kami sendiri kok" ucap Rian menghibur Shila
"yaudah kami pulang dulu yah, besok kita main kesini lagi" ucap Vino tersenyum
"ya kak, Shila bakalan nungguin orang kaka besok, tapi orang kaka, harus janji yah, habisnya Shila kesepian sih, hehe" ucap Shila senang
"Ya Shil, kami janji kok, kamu tenang aja, aku bakalan nepatin janji aku kok, lagian besok kami ga ada jadwal kuliah, jadi kamu tenang aja, sekalian aku bawa pacar aku, biar kalian dekat" ucap Vino tersenyum
"ih serius ya kak, Kaka harus bawa pacar Kaka kesini, biar aku ada teman nya, Kaka Rian juga bawa pacar nya yah, hehe" ucap Shila tersenyum
"ya Shila, aku janji kok bakal bawain pacar aku kesini" ucap Vino
"ya Shil, kamu tenang aja, aku juga janji kok, bakal bawa pacar aku kesini, pacar kami berdua juga sahabatan, mereka baik orang nya jadi kamu tenang aja yah" ucap Rian
"Yeay, aku senang deh" ucap Shila senang
"yaudah kita pulang yah Shil, sudah sore juga, nanti kalau kamu lapar kamu makan yah, itu diseberang taman ada yang jual makan kok, dan warung itu tau kok bahasa Indonesia" ucap Rian
"ya Kaka, nanti kalau Shila lapar Shila kesana" ucap Shila.
__ADS_1
"yaudah, sampai jumpa besok yah" ucap Vino
"ya kakak Kaka baik" ucap Shila senang