Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 75


__ADS_3

Di Bandung keluarga besar Kenzo sedang mempersiapkan acara pernikahan yang akan di adakan malam hari nya, berbeda dengan Kenzo yang sedang uring uringan.


"Kamu belum ada di hubungi sama Shila Ken?" tanya Sam


"Belum Pi, ucap Kenzo menggelengkan kepala nya.


"Kenapa gak kamu aja yang nelpon ke mension?" saran dan


"Nanti aja pi, siapa tau Shila lagi istirahat" ucap Kenzo pada akhirnya termasuk juga menenangkan pikiran nya.


---$----_----_--- Di Paris-$_$--_-_--..


"Kok kak Kenzo gak ada ngabarin aku ya...?" tanya Shila memelas


"Apa kak Kenzo marah ya, karna kemarin Shila paksa ka Kenzo biar ikut ke Bandung?" molog Shila pada diri nya sendiri...


"Non, ayo non, makan dulu" ucap Bu Sarma mengetuk pintu kamar Shila


"Ya Bi, nanti Shila turun kok" ucap Shila teriak dari dalam kamar.


Dengan hati yang gelisah, Shila turun ke bawah. Shila turun dengan menuruni tangga,, bukan dengan menggunakan lift seperti Yang ada di novel novel lain hehe😁 Di tangga yang ke empat, Shila tersandung sendiri dengan kaki nya.


"A....akkkh.. bibi" teriak Shila yang sudah berguling guling ke bawah.


Di dapur, mendengar teriakan nona mudanya, Bi Sarma dengan cepat berdiri. Mata nya membulat saat berada di dekat tangga.


"Nona, ya ampun, hikss...hiks" ucap bi Sarma menangis karna takut melihat keadaan Shila yang sudah bersimbah darah di kepala dan bagian paha nya. (Sebenarnya author gak ngerti sih, cuma author pernah baca dari cerita author yang lain,. bukan bermaksud untuk meniru, hanya saja author sudah lebih tau berkat author lain yang menulis di NT ini).


"Reka... Reka..." teriak bi Sarma, Reka yang sedang berjaga di depan, langsung berlari masuk ke dalam rumah setelah mendengar nama nya di panggil.


"Loh, nona muda kenapa bi?" tanya Reka kaget dan langsung mengangkat tubuh Shila


"Cepat bukain pintu mobil bi" ucap Reka


\_--\_-\_\_Di dalam mobil\_-\_\_-


"Reka, cepetan dong nyetirnya, kasian Nona muda" ucap bi Sarma menangis


"Ini udah ngebut bi, kenapa nona bisa jatuh sih Bu" tanya Reka dengan nada yang khwatir.


"Bibi juga gak tau, tadi nona teriak manggil nama bibi. Waktu bibi lari mau ke atas, tau tau keadaan Nina sudah seperti ini, hiks...hikss..." tangis bi Sarma pecat.


Di rumah sakit, banyak yang berlalu lalang. Reka dengan gesit nya membopong tubuh kecil Shila ke dalam rumah sakit.


"Dok...dokter" teriak Reka

__ADS_1


"tolong periksa nona muda saya" ucap Reka teriak kepada salah satu perawat yang sedang membawa brankar nya.


Perawat, Reka, bi Sarma berlarian ke arah ruang UGD. Tak lama setelah nya dokter keluar dari ruangan dimana Shila di rawa.


"Dok, bagaimana keadaan nona muda?" tanya bi Sarma khwatir.


"Keadaan Nina di dalam sudah membaik, hanya saja kami minta maaf. Kami tidak dapat menyelamatkan anak yang berada di dalam kandungan pasien" ucap sang dokter dengan berat hati.


"Apa?" teriak kaget dari Bi Sarma dan Reka.


"Reka, kita harus ngomong apa sama tuan?. Hiks...hiks" tangis bi Sarma


"Reka juga gak tau bi" ucap Reka takut


"Untuk mengeluarkan janin nya, kita harus melakukan operasi. Apa bapak dan ibu setuju?" Tanya dokter


"Lakukan apa yang terbaik dok, masalah administrasi nya nanti akan saya urus" ucap Reka


"Baik pak" ucap dokter


Sebenarnya author tidak terlalu memberi


Hanya saja, author pernah membaca di cerita orang lain, tentang kehamilan, jadi kalau agak salah dan agak gak nyambung, tolong di maklumi, πŸ˜πŸ™


"Hubungi saja mereka, bagaimana pun tuan sudah menitipkan nona Shila kepada kita" ucap bi Sarma


"Tapi Bu, hari ini kan sepupu tuan muda menikah. Nanti kita mengganggu bi. Apalagi acaranya kan malam, pasti disana sekarang sudah malam bi" ucap Reka


"Hubungi tuan muda saja ka" ucap bi Sarma dan di angguki oleh Reka


Reka dengan tangan yang gemetar, langsung menghubungi Kenzo.


"Drrr.t...drtt"


"Drrrt.....drrrt"


"Katakan" ucap Kenzo singkat di seberang telpon


"Maaf mengganggu tuan, saya mau memberitahukan bahwa nona Shila masuk rumah sakit tuan' ucap Reka takut


Tanpa mendengarkan lagi, Kenzo langsung mengakhiri panggilan telpon itu.


"akkh" kesal Kenzo dengan wajah emosi


"Mi,Pi" ucap Kenzo menghampiri mami dan papi nya

__ADS_1


"Kamu kenapa teriak teriak sih Ken? Jangan buat kegaduhan deh, disini itu banyak orang" kesal mami nya


"Kamu kenapa Ken?" tanya Sam


"Kenzo harus balik ke Paris sekarang, Pi" ucap Kenzo


"Loh, kenapa? sekarang kan Aldo nikah, kok kamu pulang, acara nya saja belum di mulai loh" ucap mami Kenzo


"Reka tadi telpon Kenzo mi,, Pi. Shila katanya masuk rumah sakit" ucap Kenzo khwatir.


"Shila sakit Ken?" tanya Sam


"Gak tau Pi. Tadi Kenzo langsung mematikan panggilan nya gitu aja" ucap Kenzo polos


"Dasar anak bodoh. Aturan nya kamu dengar dulu Reka ngomong apa sampai selesai. Barulah telpon nya di matikan" ucap Mami Kenzo cerewet.


"M...m, ya maaf mi, Kenzo salah" ucap Kenzo menyesal.


Jadi gimana nak, kamu jadi balik ke Paris sekarang?" tanya mami nya Kenzo


"Menurut papi sih, kamu disini aja dulu. Tunggu Reka kabari dari sana bagaimana keadaan Shila. Toh juga, kalau kamu jadi pulang ke Paris, kan Shila juga sudah sesuai di periksa oleh dokter" ucap sam dan emang benar, Kenzo kembali ke Paris itu sudah memakan waktu yang cukup lama supaya sampai di Paris.


"Ya Ken, apa yang di katakan sama papi kamu itu ada benar nya" ucap mami Kenzo


"Ya pi, mu. Kenzo tunggu kabar dari Reka saja" ucap Kenzo pada akhir nya.


\_\_\_-\_\_\_-Di Paris\_\_\_-\_\_\_-


Beberapa jam menunggu, akhirnya jadwal operasi sudah selesai. Para dokter keluar dari ruang operasi. Begitu juga dengan Reka dan Bi Sarma yang dengan setia menunggu di luar.


"Dok, bagaimana keadaan nona muda kamu?" tanya Reka


"Operasi nya berjalan dengan lancar pak, Bu. Dan pasien juga keadaan nya sudah mulai stabil. Pasien juga akan segera di pindahkan ke ruang rawat" ucap dokter itu


"Syukurlah" ucap Reka dan Bi Sarma serentak


"Kalau boleh tau, apa nona kamu sudah sadar dok?" tanya bi Sarma


"Untuk itu saya tidak dapat memastikan nya, yang pasti beberapa jam lagi pasien jug sudah sadar, hanya jam nya saja yang tidak dapat saya tentukan. Jadi mohon sabar menunggu" ucap sang dokter


"Baiklah, terimakasih banyak ya dok' ucap Reka dan Bi Sarma bergantian


"Sama sama, sudah menjadi tugas kami untuk mengobati pasien. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap sang dokter


"Silahkan dok" ucap Reka dan setelahnya sang dokter pun pergi meninggalkan Reka dan Sarma

__ADS_1


__ADS_2