
"Kenapa Tan" tanya Shila yang baru saja bangun tidur
"E...em tidak apa apa sayang, ini Tante lagi telponan sama Bram" ucap mami Kenzo
"Halo Bram, kamu masih disana kan?" tanya mami Kenzo ..
"Ya kok Tan, Bram masih disini" ucap asisten Bram
"Tan, kata tuan Kenzo jangan beritahukan nona Shila dulu, berhubung karna kesehatan non Shila belum membaik, biar nanti tuan Kenzo sendiri yang akan memberitahukan nya" ucap Bram dari seberang telpon
"Ya ya Bram. Tante akan jaga pesan kalian. Tolong urus semua nya dengan baik ya Bram" ucap mami Kenzo dengan sedih yang membuat Shila, bibi Marni yang menatap ke arah nya dengan wajah bingung
"Ya Tan, itu pasti. Kalau seperti itu, saya tutup dulu telpon nya" ucap asisten Bram
"Ya nak" ucap mami Kenzo dan panggilan telpon pun berakhir.
Selesai mami Kenzo dan asisten Bram telponan, syukur saja Reka sudah kembali, jDi Shila tidak perlu bertanya.
"Nyonya, saya sudah memesan tiket untuk kita masuk ke dalam" ucap Reka yang baru saja datang
"Oh ya Reka. Tolong kamu bawain barang barang keperluan kita yang ada di bagasi ya, nanti di bantuin bibi juga bawa makanan nya" ucap mami Kenzo dengan nada tidak semangat
"Oh ya siap nyonya" ucap Reka sedikit bingung dengan ketidak seimbangan nyonya rumah nya.
Mereka pun masuk ke dalam zoo. Begitu dengan Shila yang sangat ceria, karna memang beberapa hari ini dia sangat lah bosan. Apalagi semenjak Kenzo meninggalkan nya.
"Wah, ini sangat bagus. Lihat tuh burung burung nya juga warni warni" ucap Shila dengan antusias menunjukkan kandang burung
"Ya nak" ucap mami Kenzo
"Tan, Shila kesana dulu ya, Shila mau foto foto" ucap Shila dan di balas anggukan oleh mami Kenzo
"Ya sayang, kamu hati hati ya" ucap mami Kenzo
"Ya Tante" ucap Shila lalu pergi dengan ber lari lari kecil meninggalkan rombongan nya.
Selekas kepergian Shila, mami nya Kenzo menangis.
"Loh loh, nyonya kok menangis?" tanya bibi Marni yang bingung
__ADS_1
"Hiks..hiks.." tangis mami Kenzo
"Nyonya kenapa? Kalau ada apa apa, cerita sama saya nya" ucap bibi Marni karna Reka sedang pergi menjaga Shila
"Itu bi, tadi Bram mengatakan bahwa mereka disana sedang mengurus pemakaman, makanya belum bisa mengabari saya, hiks..hiks" tangis mami Kenzo ber cerita
"Pemakaman? Pemakaman siapa nya? Tuan Kenzo baik baik saja kan?" tanya bibi Marni yang ikutan jadi sedih
"Mereka baik baik saja bi, hanya saja kedua orang tua nya Shila, hiks...hiks.." tangis mami Kenzo tak bisa melanjutkan kata kata nya
"Ini nyonya minun dulu, biar pikiran nyonya tenang" ucap mami Kenzo memberikan Aqua botol kepada mami Kenzo
Mami nya Kenzo menerima nya dan meminum air minum itu sampai habis setengah botol. Setelah menurut mami Kenzo sudah tenang, dia pun ingin memberitahu kan kepada bibi Marni.
"Itu bi, tadi Bram memberitahukan kepada saya, kalau kedua orang tua Shila meninggal dunia, dan hari ini pemakaman nya di laksanakan, hiks...hiks" cerita mami Kenzo sambil menangis
"Apa?" ucap bibi Marni terkejut
"Tapi kok bisa nyonya kedua orang tua Shila meninggal? Apa terjadi sesuatu kepada mereka?" tanya bibi Marni
"Saya juga tidak tau bi. Saya tadi juga kaget mendengar berita ini, disaat saya ingin bertanya kembali, Shila malah bangun karna suara saya" ucap mami Kenzo menundukkan kepala nya.
"Jadi apa yang harus kita katakan kepada non Shila nyonya?" tanya bibi Marni
"Itu yang saya takut kan bi. Bram juga tadi berpesan kepada saya, supaya tidak memberitahukan hal ini kepada Shila dulu. Biar nanti Kenzo yang memberitahukan nya secara perlahan" ucap mami Kenzo
"Ya nyonya. Kita memang tidak boleh memberitahukan ini kepada non Shila sekarang" ucap bibi Marni
Sedangkan di lain sisi, Shila sedang menikmati pemandangan yang ada di depan nya.
"Lihat kak Reka, hewan hewan nya cantik kan?" tanya Shila kepada Reka
"Ya non, sangat cantik. Petugas nya menjaga mereka dengan baik" ucap Reka menyetujui perkataan Shila
"Apa non Shila tidak mau berfoto?" tanya Shila
"Apa Kaka mau fotoin Shila?" tanya Shila
"Tentu dong non, ayo non. Silahkan nona bergaya secantik dan sebagus mungkin biar saya yang fotoin" ucap Reka dengan ramah
__ADS_1
"Oke deh ka" ucap Shila dengan antusias.
Shila berfoto dengan banyak gaya yang tentunya sangat unik dan lucu di mata orang yang melihat nya.
"Wah, semua foto non sangat bagus" ucap Reka memuji Shila
"Ah, Kaka bisa aja" ucap Shila tersenyum malu
Shila dan Reka pun kembali ke tempat dimana mami Kenzo dan bibi Marni duduk.
"Sini sayang, duduk samping Tante. Pasti kamu sudah capek kan?" tanya mami Kenzo kepada Shila dengan perhatian
"Gak capek kok Tan. Shila senang banget tau Tan. Semua yang ada disini sangat cantik." ucap Shila bercerita dengan nada yang sangat antusias
"Benarkah non?" ucap bibi Marni
"Ya bi, sangat cantik semua" ucap Shila tersenyum
"Bibi sih, tidak ikut tadi, haha" ucap Shila mengejek bibi Marni
"Lah, kalau saya ikutan non Shila, siapa dong teman nyonya disini" ucap bibi Marni bercanda
"Ya sudah, nanti kita berkeliling aja lagi" ucap mami Kenzo menghibur bibi Marni
"Haha, baik deh nyonya" ucap bibi Marni semangat
Di lain tempat, Kenzo dan Bram, beserta para warga sedang mempersiapkan acara pemakaman kedua orang tua Shila.
"Biasa nya disini, acara apa yang di lakukan pak?" tanya Kenzo
"Biasa untuk acara pemakaman, itu sesuai keluarga nya sih pak. Terkadang ada yang membuat pesta kalau uang mereka mencukupi. Kalau tidak hanya ibadah saja" ucap Pak kepala desa.
"Ya pak. Apalagi sekarang kan Shila tidak ada disini, keluarga yang lain juga kami tidak tau ada dimana, kita lakukan hanya ibadah saja pak" ucap warga yang lain
"Ya sudah pak, saya mohon supaya bapak bapak dan ibu ibu semua mau membantu kami menyiapkan acara pemakaman kedua orang tua Shila" ucap Kenzo
"Itu pasti pak. Bapak tenang saja" ucap kepala desa.
"Apa Shila tidak datang pak?" tanya Bu sulsi salah satu warga di desa
__ADS_1
"Tidak Bu. Sengaja saya tidak memberitahukan kabar ini kepada Shila. Karna Shila keadaan nya belum pulih. Shila baru saja mengalami keguguran dan hilang ingatan sementara. Jadi saya belum memberitahukan" ucap Kenzo
"Oalah, kasihan banget Shila" ucap mereka