Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
Mendaki di 'seongsan ilchulbong'


__ADS_3

Setelah selesai bersiap, Devid dan Salsa langsung menuju ke tempat di kana Angel dan Devian akan melangsungkan pernikahan. Dan semua juga sudah di siapkan oleh Devian, di bantu oleh Devid.


Tak lama perjalanan mereka sampai di tempat tujuan, pandangan mata Salsa tertuju pada pemandangan sekitar pantai yang begitu indah.


"Bagus ya, sekarang memang musim semi. Jadi semua bunga di pulai jeju bermekaran." ucap Devid. Menatap wajah canti Salsa yang masih terdiam tak berhenti mengagumi pamandangan yang indah.


"Kenapa Devian menikah di sini?"


"Bukanya kamu tadi sudah tanya?" Devid, memengusap ujung kepala Salsa.


"Iya, sih. Tapi aneh saja. Kenapa tidak menikah dibhamparan bunga di sana. Pasti pemandangannya lebih bagus. Jika di foto.


"Nanti pemadangannya juga bagus, sekarang kamu naik,"


Salsa menatap pemandangan di depannya. Mata gadis itu seketika melebar saat melihat anak tangga yang begitu tinggi, membuat tubuhnya lemas seketika. "Apa.. Kamu mau naik ini, Kamu yakin?" tanya Salsa.


Menggelengkan kepalanya, tak percaya kenatap di depannya.


Gimana aku ikut atau enggak, bisa pingsan di jalan aku nanti. Apalagi aku belum makan. perutku masih kosong.


Salsa terus menggerutu, mengusap perutnya.



"Kamu takut naik?" tanya Devid, menegang dagu Salsa.


"Bukanya takut!! Tapi mana bisa naik sampai atas,"


"Mana tangan kamu?" ucap Devid.


"Buat apa?"


"Sudah, sini tangan kamu!!" Devid langsung meraih tangan Salsa. Memasukan jemari tangannya, dalam sela-sela jemari tangan Salsa.


"Peganglah tanganku, jangan pernah kamu lepaskan lagi. Kita akan naik ke puncak bersama. Karena cinta menuju ke bahagiaan butuh perjuangan, sama seperti kita manjat gunung ini butuh perjuangan ekstra." ucap Devid, membuat gadis itu terdiam, menarik sudut bibirnya.


Devid mengusap lembut pipi kanan Salsa. "Kita akan melewati segalam masalah bersama. Aku akan slelau menganggmu, gar kamu tak lepas dari sisiku,"


"Kanapa kamu gak menggendong aku saja," ucap Salsa.


Devid menautkan ke dua alisnya. "Gendong?"


"Iya, kamu gak mau?" ucap Salsa nenguntupkan bibirnya kesal.


"Emmm... " Devid tak melanjutkan ucapannya. Ia menatap atas pegunungan yang terlihat masih tinggi dan butuh tenaga ektra harus naik. Tapi demi Salsa apapun ia lakukan.


Salsa tersenyum melihat ekspersi wajah Devid yabg sepertinya ragu-ragu. Ia melepaskan tangan Devid, melangkah ke belakang dua langkah. Dan langsung meloncat naik ke punggung Devid. "Kamu harus gendong aku sampai ke atas," gumam Salsa, melingkarkan tanganya, dengan tangan di pundak kiri Devid. Membuat Devid hampir saja jatuh.


"Berat ya?" goda Salsa, mencubit pipi kanan Devid.

__ADS_1


Devid mengernyitkan matanya. "Kenapa kamu jadi seberat ini, pasti kamu kebanyakan makan ya?" tanya Devid. Yang mulai melanjutkan langkahnya lagi.


"Memangnya kenapa? Apa kamu mau, aku gak makan? Terus kalau aku sakit, gimana? Siapa juga yang repot nanti?"


"Jangan kamu gak boleh sakit, seberat apapun badan kamu. Aku gak perduli, karena cintaku lebih berat dari badanmu." goda Devid,


Salsa merengkuh semakin erat. "Syang ambilkan rumput itu?" ucap Salsa, menunjuk ke rumput hijau di depannya.


Devid mengambilnya tanpa banyak tanya dan memembrikan pada Salsa. ia melangkahkan kakinya. Terbesit dalam benak Salsa mencoba menjahili Devid. Ia mengusap hidung Devid, menbuat laki-laki itu tak berhenti bersin.


"Hachu.. Hachuu..." Devid terus menggosok hidungnya yang terasa gatal.


"Apa yang kamu lakukan, Salsa. Hentikan!!"


"Gak mau!!" Salsa terus menjahili Devid, Dan.


Cup!!


Sebuah kecupan lembut mendarat di pipi kanan Devid. "Udah jalan," ucap Salsa. Merengkuh semakin erat leher Devid.


"Kamu mau menginap, di sini gak malam ini?" tanya Devid.


"Maksud kamu?" Salsa mengerutkan keningnya bingung.


"Jika kamu bermalam di sini, aku akan siapkan semuanya." ucap Devid.


"Siapakan apa? Aku gak paahm apa maksud kamu?"


"Nanti malam kamu juga akan tahu, apanyang sudah aku siapkan. kamu temani aku di sini. Kau jngin bermalam di sjni, menikmati pemandangan pantai dari atas, pasti sangat indah." lanjutnya, meraykan bulan madu lagi dengan Salsa di atas kawah


"Terus kamu mau tidur di mana? Di anak tangga ini?"


"Nanti kamu juga akan tahu,"


Salsa menganggukan kepalanya kecil, ia melepaskan ke dua high heels.


Lama berjalan mereka akhirnya sampia juga di atas puncak Seongsan Ilchulbong.


-------


Devian dan sudah selesai mengucapkan janji pernikahan. Ke duanya terlihat sangat bahagia. Saling bertukar cincing, dan mulai mengambil kecupan pertama bagi mereka. Ciuman yang baru mereka rasakan semala berpacaran dengannya.


"Tuh, kan. Telat!" ucap Salsa.


"Salah kamu sendiri, lagian kamu juga yang tadi kelamaan."


"Lagian itu juga salah kamu!!"


"Kamu!!"

__ADS_1


"Udah ngapain kalian bertengkar, gimana kalau nanti, kita champing di sini?" tanya Devian, mememagng tangan Angel, berjalan mendekati Devid.


"Sepertinya aku gak mau!!" ucap Salsa.


"Kenapa?" tanya Devid, memegang dagu Salsa, mendekatkan wajahnya. "Bukanya lebih romantis,"


"Di sini terlalu dingin!!" ucap Salsa.


"Tambah enak kalau dingin syang, aku bisa meneluk kamu setiap saat."


"Tapi aku sepertinya gak bisa. Aku kembali saja," ucap Angel, menundukkan kepalanya. Ia tahu kondisinya tidak bisa di paksa untuk berkemah. Ia takut akan lebih parah lagi.


Devian emnatap wajah istrinya yang sudha terlihat sangat pucat. "Baiklah!! Kita di hotel saja, aku akan siapkan yang spesial buat kamu." ucap Devian, menggenggam semakin erat tangan Angel.


"Kamu tetap di sini bersama denganku!!" gumam Devid.


"Tapi..."


"Udah jangan nolak, jika kamu menolak aku gak mau kamu menolaknya. hanya satu hari saja di sini, gak masalahkan," ucap Devid, nengangkat ke dua tangan Salsa di depan dadanya.


"Baiklah!!"


"Aku sudah siapkan semua kejutan buat kamu nantinya."


"Kalau gitu aku tibggal dulu."


"Tunggu!! Kalian harus mengabadikan moment kalian!!"


"Kalian berdiri di sana, aku amu foto kalian," ucap Salsa.


"Ambilkan ponselku di tas!" pinta Salsa.


Devid tanpa menolak, ia mengambil ponsel Salsa. "Ini!!" jawab Devid kesal.


"Aku tadi sodah ber-pose di camera berdua." ucap Angel.


"Tapi aku mau kalian lebih romantis,"


Salsa mulai kenciha membuat mereka smeakin dekat, meletakkan tangan Devid di pinggang Angel, dan salah satu tangannya saling memegang. dengan pandangan mata sangat dekat.


Gadisbitu mulai memotret beberpa pose berbeda. "Nanti hiar aku kirim ke ponsel kamu," ucap Salsa.


"Aku pergi dulu, dan tenang saja. Selama satu hari pulau ini sudah di sewa oleh oma, untuk kita berdua. Jadi nikmatilah."


"Apa?" Salsa melebarkan matanya, menatap ke arah Devid yang terlihat sangat datar, di belakangnya, menatap ke arah laut di depannya.


Salsa kembali menatap Devian, tang surha menuruni anak tangga. "Semua sidha di siapkan. dan kamu tinggal tunggu kejutan nanti malam,"


Salsa tersenyum tipis, memeluk tubuh Devid dari belakang. "Kenapa kamu melamukan ini semua untuk aku?" tanya Salsa, semakin mempererat peluaknnua.

__ADS_1


"Karena aku syang dengan kamu!!" ucap Devid, membalikan badanya memegang ke dua bahu Salsa.


__ADS_2