
"Brengsek, apa lagi yang Lo perbuat sama Shila hah?" ucap Vino emosi yang sambil memberikan pukulan tepat di wajah nya Yuhera
"Ngapain Lo mukul wajah gue? Emang Lo siapa?" ucap Yuhera geram membalas pukulan Vino
Vino maupun Yuhera terus saja saling memukul satu sama lain, sedangkan Vania hanya tersenyum senang menyaksikan mereka saling memukul.
"Gue yakin kan Lo bakalan menyesal suatu hari nanti, ingat perkataan aku ini baik baik" ucap Vino emosi setelah itu dia pun pergi dari hadapan Yuhera dan Vania.
Sesampainya dia di ruang tamu, Vino yang juga masih emosi langsung menarik tangan Shila begitu saja dan mereka pergi dari rumah itu.
"Ayo Shil, kita pergi sekarang, jangan kamu pernah datang ke rumah ini lagi" ucap Vino menarik tangan Shila dan yang lain hanya mengikuti saja
Mereka pun naik ke dalam mobil, Vino yang sedang menyetir tidak bisa meredakan emosi nya. Hingga dia pun menghentikan mobil nya tepat di pinggir jalan raya yang sepi. Tak lama Shila pun berkata.
"Aku harus tinggal dimana? Aku takut kalau aku harus pulang ke rumah ayah sama ibu, aku gak mau buat pikiran mereka terbebani" ucap Shila menangis.
"Kamu yang tenang ya Shil, kamu ikut kita saja ke Paris, bagaimana?" tawar Keyko yang di angguki oleh Vino, Rian dan Seina
"Tapi baju baju aku kan gak aku bawa" ucap Shila yang masih sesenggukan
"Kamu bisa kok pakai baju kita, kamu tenang aja yah, kamu kan juga sudah lulus sarjana kan, berarti izajah kamu ada, nanti kamu bisa cari kerjaan disana" tawar Rian
"Kalau masalah bahasa negara sana, kamu tenang saja, biar kami nanti yang ngajarin kamu sampai bisa, oke?" ucap Vino
"Ya bang, ya ka, Shila ngikut saja" ucap Shila pasrah .
"Kita kemana ini?" tanya Vino yang sudah mulai menyetir
"Kita ke vila aja Vin, biar kita juga bisa langsung istirahat. Besok kita seharian penuh berkunjung ke rumah mu, sama rumah Seina , habis itu kita puas puas kan jalan jalan sebelum balik ke Paris, agar Keyko ga nyesal ikut kesini, haha" ucap Rian yang sekalian mengejek Keyko
__ADS_1
"Ih, bilang aja kamu mau ngekek aku ya kan, aku ga jalan jalan pun ga kenapa napa kok, dengan bertemu orang tua nya Vino aja aku udah senang" ucap Keyko yang langsung di tertawakan oleh yang lain nya.
Shila yang melihat mereka, sudah mulai tersenyum. Sejenak dia melupakan kesedihan nya. .
Tak lama mereka pun sampai di vila yang di tempati oleh Rian.
"Shil, kamu satu kamar sama Seina dan Keyko ga kenapa napa kan? Atau kamu mau tidur sendiri?" ucap Rian
"HM, ga bang, mana berani aku tidur sendiri, hehe, . Aku tidur sama orang kakak aja" ucap Shila tertawa.
"Ya sudah yuk, kita istirahat dulu, biar pikiran kamu itu fresh" ucap Seina dan di angguki oleh Shila.
"Ka, Shila boleh minta pendapat nggak" tanya Shila setelah mereka sudah ada di dalam kamar
"Ya kenapa Shil?" ucap Seina sedangkan Keyko hanya sebagai pendengar saja
"Hm, kan Shila mau ikut orang Kaka ke Paris nih, tapi aku kepikiran apa nanti aku izin sama ayah dan ibu ya kak?" tanya Shila
"Ya, benar yang di katakan Keyko, dek. Kamu memang harus izin dulu sama Tante dan om, agar Tante dan om, tau kamu pergi kemana dan sama siapa. Dan mungkin kamu juga harus izin dulu sama mertua kamu, dek" ucap Seina
"Loh, kok harus izin ke mama sama papa sih kak? Nanti kalau mereka kasih tau aku dimana sama bang Yuhera gimana dong? Nanti kalau Abang Tay aku di Paris, terus dia datang ngambil anak aku gimana dong?" ucap Shila dengan berbagai pertanyaan.
"Hey Shil, kamu tenang aja, kalau mertua kamu sayang sama kamu, mereka juga pasti akan jaga rahasia kamu kok. Apalagi kalau tau perbuatan anak nya seperti apa. Dan lagi pula kita bisa bilang kan, kalau nanti mereka jangan kasih tau kamu kalau kamu pergi ke Paris" ucap Seina lagi
"Dan ada tuh Rian sama Vino yang bakalan jagain kamu dan calon keponakan kami, kamu tenang aja yah" ucap Keyko menambahkan perkataan Seina.
"HM, ya Kaka, makasih ya ka Sei, ka Key. Kaka ber dua baik banget sama Shila" ucap Shila menangis terharu memeluk kakak kakak angkat nya itu
"Ya dek, sama sama" ucap Seina dan Keyko bersamaan.
__ADS_1
Sore hari nya, Rian, Vino, Keyko, Shila dan Seina sedang duduk duduk di depan kolam renang.
"Shil, kamu sudah tau kan ke depan nya kamu harus bagaimana?" ucap Rian
"Sudah bang, oh ya bang boleh gak nanti malam kita ke rumah aku, aku mau izin sama ayah dan ibu, kalau aku mau ikut Abang sama kakak ke Paris" ucap Shila
"Rumah kamu dimana dek, takut nya kalau jauh, nanti kita nyampe kemalaman, nanti kamu capek lagi, gak baik sama kandungan kamu" ucap Rian
"Di desa sih bang, tapi kan kita bisa nginap aja disana" tawar Shila.
"Gimana ya dek, bukan kami ga mau ngantar kamu ke rumah kamu, tapi desa itu jauh dari sini dek,makan waktu yang banyak. Gini aja deh, besok kan, kita berkunjung ke rumah aku dulu, terus kita ke rumah Seina, dan dua hari ke depan nya kita jalan jalan. Nah ke esokan hari nya kita ke desa, kita izin sama Tante dan sama om, dan kalau perlu sebelum balik ke Paris kita nginap di rumah kamu, gimana? Setuju gak?" ucap Vino
"HM, ya sudah deh, Shila ngikut aja" ucap Shila.
"Eh, kita masak apa ya buat makan malam nanti?" ucap Seina
"Kita masak ayam goreng aja, mau gak?" tawar Keyko
"Boleh tuh, masak yang banyak aja biar kita puas makan nya ntar malam" ucap Rian dan di balas anggukan oleh Vino
"Nanti kita belanja di supermarket depan aja, biar dekat, kalau pasar disini jauh dari vila" ucap Rian lagi
"Oke deh" ucap Seina dan Keyko
"Bang, ka" ucap Shila yang mulai tadi hanya sebagai pendengar
"Ya?" ucap mereka bersamaan
"Boleh gak, nanti malam kita bakar ayam aja di halaman belakang, Shila pengen nih" ucap Shila mengedip ngedipkan mata nya.
__ADS_1
"Hahah, kamu jangan gitu dek, lucu tau" ucap Vino tertawa karna ga tahan lihat tingkah menggemaskan Shila
"HM, boleh juga tuh, ya sudah nanti aja sekalian Kita beli semua perlengkapan nya sekalian beli Snack juga" ucap Rian dan di balas anggukan oleh mereka.