Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
Hadiah


__ADS_3

Salsa duduk di ranjang kamar Gio, bersebalahan dengan adik kesayangannya itu.


"Gio, sekarang ikut kakak pergi ya," ucap salsa mengusap rambut Gio.


"Kita pergi kemana kak?" tanya Gio menatap wajah kakaknya.


"Kita pergi ke suatu tempat. Dan kamu juga akan pindah sekolah nanti!!"


"Tapi apa rumah kita bisa sebesar ini juga,"


"Gio! Ini bukan rumah kita. Jadi sekarang saatnya kita pergi!!" ucap Salsa, beranjak berdiri merapikan kamar Gio.


"Kak!! Apa kakak tidak bersama dengan kak Devid lagi."


"Gio jangan bahas itu!!" ucap Salsa, yang sibuk memasukan semua baju Gio.


"Besok kita akan pergi pagi-pagi sekali. Dan nanti adalah hari terakhir kita di sini. Jangan bilang pada siapapun!!" lanjutnya.


"Baiklah!! Tapi kakak kenapa diam-diam pergi dari sini?" tanya Gio, Salsa menutup mulut Gio agar tidak berbicara kencang lagi.


"Syang!! Kamu di sini ternayata?" ucap Devid yang langsung masuk ke kamar Gio, yang memang sengaja sudah terbuka dari tadi.


"Iya, aku kangen dengan Gio, jadi aku temui dia!!" jawab Salsa tersenyum terpaksa.


"Gio! Kakak tinggal dulu, ya. Nanti kakak balik lagi," ucap Salsa beranjak berdiri.


"Kamu mau kemana?" Devid memegang pergelangan tangan Salsa mencegahnya pergi.


"Mau pergi nyiapin makanan untuk kamu," ucap Salsa.


"Gak usah!! Kita pergi ke taman bermain, sekalian ajak Gio. Dia juga butuh hiburan juga, syang!!"


Kenapa di saat aku mau pergi!! Dia malah membuat aku tak bisa jauh darinya. Kalau dia membuat aku nyaman lagi, apa sanggup aku pergi?


"Hai!! Kenapa kamu diam!!" tanya Devid mengibaskan tangannya ke wajah Salsa yang diam menunduk.


"Eh... Iya!" ucap Salsa gugup.


Devid memegang ke dua bahu Salsa, "Kamu kenapa, syang? Sakit?" tanya Devid, memegang keninganya, mencoba cek suhu tubuhnya.


"Enggak!!" Salsa menurunkan tangan Devid, dan beranjak pergi.


"Salsa!!" Teriak Devid, melangkahkan kakinya semakin cepat mengikuti istrinya. Kamu mau kemana? Kamu gak mau pergi denganku?" tanya Devid, berdiri tepat di depan Salsa.


"Aku mau ganti baju dulu," jawab Salsa singkat.


"Jadi kamu mau?" tanya Devid memastikan. Dan hanya di balas sebuah anggukan oleh Salsa.

__ADS_1


"Baiklah!! Aku temui Gio dulu. Suruh dia siap-siap. Kamu dandan yang cantik ya?" Devid mencubit ke dua pipi Salsa.


"Memangnya aku gak cantik?" tanya Salsa.


"Cantik, kok!!" Devid mengusap ujung kepala Salsa, membuat rambutnya berantakan.


"Udah sekarang cepat ganti baju. Aku menunggumu, syang!!" Laki-laki itu mengecup pipi Salsa dan beranjak pergi menemui Gio yang duduk di ranjangnya.


"Gio! Ayo keluar, jangan lama-lama di dalam kamar!!" ucap Devid.


"Kak? Gio boleh tanya?" ucap Gio ragu.


"Memangnya kamu mau tanya apa?"


"Kak Devid syang dengan kak Salsa?"


"Ya, syang banget malahan!!" ucap Devid. "Memangnya kenapa?"


"Emm.. Gak jadi. Sekarang ayo kiat keluar kak.. Kita tunggu kak Salsa di luar." ucap Gio, menarik tangan Devid keluar dari kamarnya.


"Oya, hari ini kak Devid mau kasih kejutan untuk kak Salsa. Jadi kanu bantu ya, kita harus kompak, pokoknya!!" ucap Devid.


"Kejutan apa kak? Apa kak Devid bawa bunga?" tanya Gio.


Devid berhenti di depan ruang tamu, ia seger mengambil bunga yang sudah dia beli saat pulang ke rumah. "Ini taruh di mobil, dan nanti setangkai mawar ini berikan pada Salsa." jelas Devid memberikan satu tangkai bunga mawar merah dan segenggaman bunga yang sudah di tangan Gio.


-------


Salsa yang baru saja selesai ganti baju, dan membalut wajahnya dengan make up tipis. Segera keluar dari kamarnya berjalan menuju ke ruang tamu. Dia tidak menemukan siapapun di luar, dan Devid entah di mana dengan Gio.


"Kak!!" panggil Gio dari belakang mengejutkan Salsa.


"Gio! Kamu buat kakak jantungan, ya?"


"Hehe.. Maaf kak! Oya ini kak buat kakak!!" Gio mengulurkan setangkai bunga mawar, dengan tulisan kertas yang tertempel di tangkainya. Salsa menerima bunga itu.


"Aku tunggu di luar ya, kak." Gio berlari meninggalkan Salsa, sedangkan gadis itu hanya diam membuka kertas yang tertempel di tangkai tadi.


"Cepat keluarlah, carilah sebuah bunga yang mirip dengan ini!!"


Apa maksudnya? Siapa yang memberikan ini? Apa Devid? Gumam Salsa, menarik napasnya, dan mulai melangkahkan kakinya untuk bergegas pergi. Lanfakhany terhenti saat melihat beberapa tangkai bunag berserakan di depan rumahnya.


"Pilihlah salah satu, dan masuklah ke mobil!" teriak Devid yang sudah berdiri di samping mobilnya.


Salsa terdiam tak percaya, ia ingin sekali menangis bahagia, namun tangisan itu seakan susah sekali untuk keluar.


Salsa mengambil satu tangkai, dan membuka lembaran kertas yang menempel di tangkai bunga itu.

__ADS_1


"Kamu adalah hidupku, tanpamu hidupku tak ada artinya. Bukan maksudnya lebay, tapi ini memang kenyataan. Hidup itu mudah di jalani, tapi tanpa cinta hidup seakan terasa kosong, jika aku kehilangan kamu entah apa jadinya aku berjalan tanpa penompang hati."


Salsa tak kuasa meneteskan air matanya, dia melangkahkan kakinya dengan tangan terus mengusap matanya yang kini sudah basah.


"Kamu anngia?" tanya Devid, embari mempersilahkan Salsa masuk ke dalam mobilnya.


"Kak! ini bunga untuk kakak!!" saut Gio, yang duduk di belakang, mengelurkan bunga ke arah Salsa.


Mata Salsa menggernyit seketika saat melihat sebuah kotak di dalam bunga itu. "Apa ini?" tanya Salsa, mengambil kotak dan melihatkan pada Devid.


"Bukalah!!" perlahan Salsa membuka kotak berwarna merah, dia seketika mengedip-ngedipkan matanya, melihat sebuah kalung berlian di tangannya.


"Ini untuk siapa?"


"Untuk pacarku!!" ucap Devid, membuat Salsa menoleh seketika, ajah yang semula ingin tersenyum senang, ia langsung mengerutkan bibirnya, dan memberikan kotak itu pada Devid.


"Cepat pergi!!" ucap Salsa mencoba mengalihkan perhatian Devid.


"Jangan ngembek gitu," ucap Devid, mencubit ke dua pipi Salsa, menarik-nariknya ke kanan dan kiri.


"Kamu ingin ya, pacar aku siapa kalau bukan kamu." ucap Devid. "Lagian kita belum pernah pacaran jadi kamu pacar sekaligus istri aku sekarang, kalau dulu kita pernah pacaran berarti mantan pacar aku!!" jelas Devid, membuat Salsa menyipitkan matanya, dengan bibir sedikit manyun.


"Gio kamu tutup mata ya!!" pinta Devid.


"Siap kak!!" jawab Gio, dan Devid menoleh ke belakang melihat Gio yang sudah menutup matanya, Devid memegang kepala belakang salsa, menariknya sedikit ke depan, ia mendaratkan bibirnya sempurna, menggulum bibir Salsa lembut.


"Syang!!" ucap Salsa mendorong tubuh Devid.


"Kenapa?" tanya Devid, menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri bergantian mengamati wajah Salsa, yang terlihat salah tingkah.


"Ada anak kecil, nanti saja!" ucap Salsa menundukkan kepalanya.


"Gio sudah tutup mata tenang saja,"


"Aku bilang nanti, ya nanti!!" jelas Salsa kesal.


"Oke baiklah!! Sekarang kamu pakai kalung ini," gumam Devid, mengambil kalung itu, dia menyilakan rambut Salsa ke samping kiri. Dan memakaikan kalung berlian melingkar di lehernya.


"Sudah! pas dan cocok buat kamu," Devid mengamati wajah Salsa beberapa menit, lalu mencium keningnya lembut.


"Maukah kamu menjadi pasangan aku seumur hidupku?" kata Devid, memegang ke dua tangan Salsa.


----


Note:


Maaf lama baru up, dari kemarin sudah up tapi entah dari pihak NT lama reviuwnya gak seperti biasanya. Makanya jarang bisa up setiap hari, sekarang up jadi lama soalnya.

__ADS_1


__ADS_2