
Devian membawa Angela pergi ke pantai, di sebuah pantai yang sangat indah, dengan nuansa pasir putih dan laut yang nampak sangat jernih berwarna biru, lautnya begitu yenang, setenang hatinya saat ini.
Devian menggendong tubuh Angel, berjalan menampakkan kakinya di atas pasir putih, dan perlahan menuju ke air, yang menenggelamkan kakinya sebetis miliknya. Hampir dari tempat dia memarkir mobilnya Angel terus dalam gendongan punggung
Devian, dengan ke dua tangan melingkar di lehernya. Dia menyandarkan kepalanya di pundak Devian, mendekatkan bibirnya di pipi laki-laki itu.
"Turunkan aku!!" ucap Angel.
"Baiklah!!" Devian menurunkan tubuh Angel, dan membiarkan kakinya menyentuh air. Wajah laki-laki itu nampak sangat sedih, dia hanya diam dan sedikit menunduk, bahkan sama sekali tak mau mengeluarkan senyumnya di bibirnya.
Pyukkk...
Angel menyiramkan air laut di wajahnya dengan ke dua tangannya, dia terus mengambil air pakai ke dua tangannya dan mengambil air terus menyiramnya ke tubuh Devian.
"Jangan diam saja!! Ini saatnya kita menikmati waktu kita," ucap Angel, mencoba membuat Devian tersenyum, dan tak lama laki-laki itu muali tersenyum tipis, meski terasa sangat berat.
"Kamu berani menggodaku!!" ucap Devian, yang langsung membalas percikan air yang terus mengenai tubuhnya. Mereka saling bermain air menyiramkan ke tubuh mereka bergantian, sambil terus bercanda, dan tertawa lepas, seakan tidak ada beban sama sekali di pikiran Angel dan Devian.
Puas bermain air mereka duduk di pinggir pantai, menikmati panasnya terik matahari yang perlahan membakar kulitnya.
"lebih baik kita duduk di bawah pohon itu!!" ucap Devian, memegang tangan Angel, dan menuntunya berjalan menuju ke bawah pohon kelapa.
"Aku ingin foto dengan kamu, tapi pakai ponsel kamu?" ucap Angel.
"Emm.. Baiklah!!" Devian mengeluarkan ponselnya dan mulai foto selvi berdua, dengan berbagai pose lucu dan romantis.
"Syang!! Aku ingin bilang padamu?" ucap Angel.
"Bilang apa?" tanya Devian antusias, ia melingkarkan tangannya di punggung belakang Angel, dan memegang pinggang rampingnya. Membuat Angel yang merasa sangat nyaman, ia menyandarkan kepalanya di pundak Devian.
"Tapi kamu harus janji, jika kamu akan menuruti semua apa yang aku inginkan!!"
Devian menautkan ke dua alisnya. "Kenapa tidak bilang dulu? Apa yang kamu mau?"
__ADS_1
"Gak mau! Aku mau kamu janji dulu," cap Angel mengerutkan bibirnya, mengulurkan jari kelingkingnya ke wajah Devian.
Devian menghela napasnya, "Baiklah! Aku janji!!" jawab Devian menyatukan jari kelingkingnya. "Memangnya kamu ingin apa?" lanjutnya.
"Aku mau kamu menikah lagi.."
Devian menatap ke arah Angel dengan tatapan bingung. "Apa yang kamu katakan? Aku menikah lagi itu tidak mungkin? Aku masih suami kamu!!" ucap Devian meninggikan suaranya. Angel duduk tegap menatap ke arah Devian, wajahnya perlahan mulai terlihat pucat, demi bersama dengan Devian, dia mencoba menguatkan dirinya dari penyakit yang perlahan sudah menggerogoti tubuhnya. Bibirnya bahkan sudah mulai memucat, dangan tangan yang sudah terasa sangat dingin, dia mencoba meraih tangan Devian. Mengusap lembut ke dua punggung tangannya dengan ibu jarinya.
"Aku tahu!! Tapi aku juga ingin melihat kamu bahagia, hidup bahagia bersama dengan pilihan kamu!!"
"Aku gak bisa!!" jawab Devian tegas.
"Itu permintaan terkahirku, dan kamu juga sudah janji akan memberikan apa yang aku minta!!"
"Tapi ini gila!! Aku gak bisa!!"
"Aku mohon padamu!! Aku ingin hidup tenang di surga nantinya. Jika melihat kamu bahagia dengan wanita lain dan punya keluarga yang utuh." jelas Angel. "Dan kamu sudah memberikan aku permintaan pertama aku bisa menikah denganmu, meski tidak akan bertahan lama!"
"Bentar!! Tangan kamu kenapa semakin dingim!!" ucap Devian yang mulai oenik, menggenggam tangan Angel yang sudah seperti es.
"Sudah sekarang lebih baik kamu kembali ke rumah sakit!!" Devian beranjak berdiri, memegang ke dua tangan Angel, lalu mencoba mengangkat tubuhnya, dan Angel langsung menarik tangan Devian.
"Gak mau!! Devian! Percuma pengobatan dengan dokter hebat sekalipun tidak akan bis mengalahkan takdir. Aku sudah siap untuk pergi."
Suasana yang semula panas dan cerah, tiba-tiba berubah, langit mulai tertutup awan hitam yang membuat pemandangan pantai mulai gelap.
"Devian!!" panggil Angel dengan suara khas manja dan lembutnya. Membuat Devian dengan terpaksa menuruti apa akta Angel, meski hatinya merasa sangat hancur.
Hujan tiba-tiba turun begitu derasnya, Angel menarik tangan Devian untuk tetap duduk di sampingnya. "Angel lebih baik kita pergi!!"
"Enggak!!" ucap Angel, mendaratkan bibirnya ke bibir Devian, dia memegang ke dua pipi laki-aki itu, terus menikmati kecupannya di bawah guyuran hujan yang mulai membasahi tubuh mereka.
"Jangan banyak bicara!!" ucap Angel, ia perlahan mulai berani membuka helaian kain yang menutupi tubuhnya. "Angel apa yang kamu lakukan, ini di pinggir pantai!!"
__ADS_1
"Jangan pergi!! Aku ingin melakukannya dengan kamu, sebelum aku menutup mata!!"
"Tapi gak di sini!!"
"Gak ada siapapun di sini, hanya kita berdua. Dan kak Devid yang membantu aku, agar tempat ini hanya ada kita berdua. Mereka menyewanya untuk kita!!" ucap Angel memeluk tubuh Devian, dan mengecupnya lembut. Perlahan jari tangan Devian seperti laki-laki pada umumnya, dia merayap menjelajahi tubuh Angel tanpa helaian benang yang menutupinya.
Devian mulai memasukkan adik kecilnya, secara perlahan. "Apa sakit?" tanya Devian
Angel hanya diam mencengkeram punggung Devian. Mereka melakukan adegan panas mereka saling merengkuh, di bawah derasnya air hujan yang terus mengguyur membasahi tubuh mereka. Berguling-guling di atas pasir yang kini sudah basa terguyur air hujan.
Hampir setengah jam, melakukan adegan dahsyat berdua, wajah Angel semakin pucat di buatnya.
"Kamu pakai baju dualu!!" ucap Devian.
mereka segera memakai baju mereka yang basah, "Sekarang kita pulang!!" ucap Devian mengangkat tubuh Angel, dan melangkahkan kakinya pergi.
"Devian!!" panggil Angel, melingkarkan tangan kanannya di leher belakang Devian, dengan salah satu tangannya mengusap lembut wajah Devian.
"Aku berterima kasih dengan apa yang kamu berikan!!" ucap Angel, suaranya mulai lemas tak bertenaga.
"Angel, kamu sabar ya!! Kita akan segera pergi dari sini. Dan kamu harus cepat ganti baju!!"
Angel hanya tersenyum memandang wajah Devian yang begitu tampan dengan rambut yang basah menutupi dahinya, bibirnya nampak sangat menggoda saat basah terkena air hujan.
"Maafkan aku!! Aku gak bisa bertahan lama!!" ucap Angel.
"Kamu harus bertahan!!" jawab tegas Devian, laki-laki itu melangkah semakin cepat, dan perlahan tangan Angel yang memegang pipi Devian mulai lemas turun ke bawah, seakan lemas tanpa tulang, dia tersenyum tipis, dan mulai memejamkan matanya.
"Angel!! Kamu kenapa? Kamu harus bertahan.. Aku gak mau kamu meninggal.. aku ingin hidup dengan kamu selamanya.." ucap Devian, meneteskan air matanya, yang jatuh berbarengan dengan guyuran air hujan.
Devian memeluk erat tubuh Angel yang sudah lemas tak bernapas lagi. Ia duduk tersungkur di pasir, menenggelamkan kepalanya di dada Angel.
"Angel!! Sadarlah.. Aku gak mau kehilangan kamu.. Aku gak mau.." Devian menangis sembari berteriak menggema ke seluruh penjuru pantai.
__ADS_1
"ANGEL!!"