Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 28


__ADS_3

Tanpa menunggu lama Yuhera pun masuk ke dalam ruangan di mana Shila sedang dirawat.


Di luar ruangan dokter masih di situ karena Rian, Vino dan Keyko sedang berbicara dengannya.


"Bagaimana keadaan adik saya dok" ucap Rian "Pasien harus secepatnya mendapatkan donor pak, keadaan pasien sudah sangat buruk sekarang" ucap dokter itu menjelaskan


"Berapa lama waktu yang kami punya untuk mencari donor dok" ucap Vino bertanya ke dokter itu


"Satu minggu, ya satu minggu karena pasien tidak akan bisa bertahan lama dengan menggunakan satu ginjalnya yang sudah parah. Akan begitu, Bapak tenang saja karena kami juga akan membantu mencari donor yang cocok untuk adik bapak" ucap dokter itu


"Baik dok terima kasih" ucap Rian, Vino, Keyko dan Seina, setelah itu dokter itu pun pergi meninggalkan mereka.


Didalam ruangan tempat Shila dirawat Yuhera duduk di bangku tepat di samping brankar Shila.


"Shil maafin aku ya, aku khilaf. Aku sangat membencimu hanya karena dia, hatiku telah dibutakan oleh cinta, karena aku kamu harus terbaring lemah seperti ini, karena aku anak yang kamu jaga harus gugur sebelum waktunya maafin aku" ucap Yuhera menangis


Shila yang mendengar perminta maafan yuhera pun meneteskan air matanya. Dia sedih melihat keadaannya yang sekarang. Dia sedih karena anaknya sudah tidak ada. Lama Shila terdiam hingga akhirnya dia pun berbicara dengan suara nya yang masih terbata bata.


"Ba..Ng" ucap Shila lirih.


"Ia Shil, kamu mau bilang apa, jangan banyak bicara dulu ya. Kamu masih lemas" ucap Yuhera dengan mata yang berkaca-kaca


" sa..kit…. hiks... hiks... jangan tinggalin Shila lagi bang Shila takut" ucap shila menangis


"Ya Shil, aku gak akan tinggalin kamu lagi. Aku janji, sekarang kamu istirahat lagi ya" ucap Yuhera mengelus rambut lembut Shila


"Ya bang" ucap Shila lemas


Yak lama menunggu, akhirnya Shila tertidur juga. Melihat itu Yuhera keluar dari ruangan Shila dirawat. Sesampainya di luar, Yuhera menangis dia tidak tega melihat keadaan Shila yang terbaring lemah seperti sekarang.

__ADS_1


"Lo yang sabar ya" ucap Rian menepuk bahu Yuhera


"Sebenarnya sampai sekarang gue benci sama lo, tapi kita harus bekerja sama untuk mencari pendonor yang cocok untuk Shila" ucap Vino dingin


"Iya, makasih untuk kalian yang setia menjaga Shila di sini. Suatu saat aku akan balas kebaikan kalian ini" ucap Yuhera menunduk.


"It's okay, lo gak perlu sungkan sama kita" ucap Rian


Sedangkan Seina dan Keyko hanya diam mendengarkan ketiga orang itu bicara, tak lama setelah itu nada dering handphone pun berbunyi.


"Drrrt...drrrttt...drrrt..."


"drrrttt...drrrttt....drrrttt" setelah melihat itu yang ternyata panggilan masuk dari salah satu anak buah Yuhera yang menghubungi, Yuhera pun menerima telepon itu.


"Halo" ucap Yuhera setelah menerima panggilan itu


"Halo tuan maaf mengganggu waktu tuan, ada yang mau saya sampaikan tuan" ucap salah satu anak buah Yuhera


"Begini Tuan, kami sudah menemukan orang yang mau mendonorkan ginjalnya untuk nona muda tuan. Orang itu sudah tua dan orang itu hanya hidup seorang diri, dia mengatakan bahwa hidupnya harus berguna buat orang lain. Tapi orang itu tidak ingin ke Paris tuan orang itu meminta agar melakukan operasi di rumah sakit yang ada di sini tuan" ucap salah satu anak buah Yuhera yang bernama Bram


"Baik, segera urus semuanya dan nanti saya akan memberikan informasi ke kalian" ucap Yuhera yang langsung mematikan panggilan itu.


Yuhera pun kembali duduk dan memberitahukan hal yang disampaikan anak buahnya Ke Rian, Vino, Keyko dan Seina


"Yang barusan nelpon adalah anak buah saya, mereka sudah menemukan orang yang mau mendonor untuk Shila" ucap Yuhera datar


"Syukurlah" ucap Rian, Vino, Keyko dan Seina serempak


"Tapi pendonor tidak mau datang ke sini dan meminta operasinya dilakukan di Indonesia" ucap Yuhera

__ADS_1


"Apa tapi bagaimana mungkin apa kita harus memindahkan perawatan Shila ke Indonesia? Tapi kan keadaan tidak memungkinkan, keadaan Shila sekarang sedang kritis" ucap Keyko menangis


"Iya, apa yang dikatakan Keyko benar, kita tidak mungkin membawa Shila ke Indonesia" ucap Seina yang juga ikut menangis


."Apa tidak ada pendonor yang rela mendonorkan ginjalnya untuk Shila di negara ini, ini cukup membahayakan keadaan Shila" ucap Vino dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Hmmm, tadi kata dokter kita mempunyai kesempatan selama seminggu, gue punya saran, bagaimana jika beberapa hari ini kita cari di sini dan jika dalam 3 hari masih tidak kita temukan kita urus keindahan Shila, bagaimana? dan lo sebagai suami Shila, semua kita serahin ke Lo " ucap Rian menjelaskan saran yang menurutnya sangat bagus.


Lama terdiam akhirnya ia pun menyetujui pendapat Rian.


"Iya gue setuju pendapat lo" ucap Yuhera


Hari berganti hari, hari ini setelah berkas berkas untuk pemindahan Shila sudah diurus oleh Yuhera. Ya di negara ini mereka tidak menemukan pendonor yang cocok untuk Shila, jadi sesuai keputusan di awal akhirnya Shila pun dibawa ke Indonesia.


Vino, Rian, Keyko dan Seina tidak ikut ke Indonesia dikarenakan urusan mereka di Paris banyak. Salah satunya yaitu kuliah, tapi mereka kakak sekaligus sahabat Shila ikut mengantarkan mereka ke bandara. Shila dan Yuhera tentunya naik jet pribadi kepunyaan keluarga Ardhani.


"Setelah urusan kita sudah senggang, kita bakalan datang jenguk Shila ke Indonesia, lu harus janji sama kita, lu harus jaga Shila untuk kitaa" cap Vino sesampainya mereka di bandara


" Iya gue janji gua bakal jagain Shila, terima kasih buat bantuan kalian selama ini" ucap Yuhera menjabat tangan Rian, Vino, Seina dan Keyko bergantian.


Singkat cerita, rombongan Yuhera pun sudah sampai di negara nya. Shila juga sekarang sudah mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit terbesar di kotanya itu yang pasti masih di bawah naungan keluarga Ardhani.


"Yah Shila besok akan dioperasi, ibu sedih, ibu takut" ucap Laras menangis dipelukan suami tercintanya


"Ibu yang tenang ya, kita doakan agar Putri kita baik-baik saja" ucap Natalis menenangkan istrinya Laras


"Iya Ras, kita harus berdoa untuk kesehatan Shila, aku yakin Shila pasti kuat" ucap Sarah menghibur besar nya.


"Lihatlah yah, wajah Shila pucat yah ibu gak tega lihat keadaan Shila seperti ini" ucap Laras yang masih tetap menangis

__ADS_1


Sekarang Laras, Sarah, Natalis dan Ardhani sedang berada di ruang rawat inap Shila. Dimana Yuhera? Yah, Yuhera sedang mendapat hukuman dari ayah mertuanya yaitu Natalis. Hari dimana mereka sudah sampai di Indonesia, Natalis langsung saja memberikan pukulan tepat di wajah nya Yuhera.


__ADS_2