
Keesokan harinya, ialah hari yang di tunggu tunggu mereka. Karena hari ini ialah hari dimana Shila akan di operasi.
Di dalam ruang rawat Shila, Shila masih tetap terbaring lemas dan masih belum sadarkan diri.
Disebelah ruangan Shila, juga ada orang yang di rawat, dimana orang itu yang akan mendonor untuk Shila.
"Pak, terima kasih tetap saya ucapkan karna kemurahan hati tuan. Keluarga saya belum mengenal tuan, tapi tuan sudah bermurah hati mau mendonor untuk putri saya" ucap Nathalia berdiri di samping brankar bapak tua itu
Mendengarkan hal itu, bapak tua itu hanya tersenyum, karena yang ada di pikirannya yaitu di masa tuanya beliau dapat berguna untuk orang lain. Bukan karena imbalan yang akan diterima, tetapi yang diminta ialah hal yang cukup membuat keluarga yang di yang di sana merasa terkejut.
"Hehe, ☺️Bapak tidak perlu memikirkan itu, karena saya melakukan itu dengan tulus. Saya ingin berguna untuk orang lain di masa tua saya" ucap bapak itu tersenyum
"Apapun imbalan yang Bapak minta, kami akan mengabulkan nya dengan sukarela, karena yang Bapak minta tidak seberapa dengan yang Bapak berikan kepada putri saya" ucap Laras ibunda Shila
__ADS_1
"Tidak perlu, saya tidak meminta uang tapi saya cukup meminta bantuan saja" ucap bapak itu tertunduk
"Bantuan apa yang akan Bapak minta kepada keluarga saya? Kami akan memberikannya pak. Coba Bapak katakan" ucap Natalis
"Saya sekarang ini mengelola sebuah panti asuhan, panti asuhan itu milik saya di sana. Banyak anak-anak yang terlantar, ada yang sudah tidak memiliki orang tuanya, ada yang dibuang orang tuanya dan masih banyak lagi anak-anak yang kurang beruntung di panti asuhan yang saya kelola di hari tua saya, saya tidak yakin setelah ini apakah saya masih berguna untuk orang itu. Tapi jujur saya rela melakukannya karena saya ikhlas untuk membantu orang lain. Tetapi saya takut di hari tua saya, saya tidak dapat membantu dan melihat anak-anak di tempat yang saya kelola itu. Saya kasihan melihat mereka. Saya mohon kepada kalian supaya menggantikan saya mengelola panti asuhan itu karena kasihan anak-anak yang di sana. Sudah lama saya mencari orang yang mampu mengelola panti asuhan itu, tetapi dengan mereka tidak mau karena mereka merasa masih kurang berkecukupan. Kalian tenang saja, anak-anak di panti asuhan tidak akan meminta uang kalian sedikitpun karena selama saya mengelola panti asuhan banyak para petinggi yang memberikan donasi ke panti asuhan. Saya yakin itu cukup untuk membiayai hidup mereka" ucap bapak tua itu menangis.
Mendengarkan hal itu, keluarga yang di ruang rawat bapak tua itu pun menangis. Di hari tuanya, bapak itu sangat ikhlas untuk membantu orang yang ada di sekitarnya. Mereka berdoa supaya setelah Bapak selesai operasi masih tetap sehat dan mereka akan menganggap bapak itu sebagai keluarganya.
"Bapak tenang saja, Bapak tidak perlu memikirkan itu. Apa pun yang Bapak minta akan keluarga saya berikan termasuk untuk mengelola panti asuhan itu. Saya berjanji saya akan mengelola panti asuhan itu sampai umur saya tua. Kami berdoa supaya bapak tepat sehat. Karena kami sudah menganggap Bapak sebagau keluar kami" ucap Natalis menangis
"Untuk hal itu, saya tidak dapat berjanji saya menyerahkan hidup saya kepada Tuhan karena Tuhan yang menitipkan saya ke dunia ini" ucap bapak tua itu tersenyum.
POV YUHERA
__ADS_1
Dimension Yuhera yang keadaannya sangat kacau dan sangat berantakan sedang duduk dan menangis dia berharap operasi Shila hari ini berjalan dengan lancar dan dia akan meminta maaf dan akan menebus semua kesalahan yang sudah diperbuat. Felix, Tito dan Victor yang melihat keadaan sahabatnya itu sangat kacau hanya dapat membantu sahabatnya itu karena kesalahan itu pertama kali dibuat olehnya, jadi dia sendirilah yang harus menyelesaikannya. Karena selama ini mereka sudah terus menasehati sahabatnya itu tapi apa buat sahabatnya itu tidak mau mendengarkan nasihat nasihat mereka.
"Ra, lo nggak boleh kayak gini terus, lo harus memperhatikan kondisi lo, Lo juga nggak mikir apa kalau lo sakit atau lu kenapa-napa setelah Shila nanti sadar, setelah Shila sudah mulai membaik dan melihat keadaanmu yang sangat kacau seperti ini apa yang terjadi dengan dia dan yang ada dia malah makin drop. Seharusnya lo harus memikirkan kondisimu supaya lo bisa mendukung Shila karena Shila sangat butuh lo sekarang" ucap Victor menasihati sabatnya itu
"iya Ra, betul apa yang dibilang Victor, Lo harus melihat kondisi lo, lo harus melihat keadaan, lo nggak boleh menyalahkan diri lo seperti ini. Memang gue akuin lo itu salah tapi kan lu juga harus melihat kedepannya seperti apa. Lo nggak boleh kayak gini terus, lu harus berjuang mendapatkan maaf dari Shila bukan malah berdiam diri di kamar" ucap Felix geram melihat keadaan sahabatnya itu yang sangat kacau.
"Kalian berdua hanya bisa mengatakan itu, kalian nggak tahu apa yang gue rasain. Bagaimana gue meminta maaf dan bagaimana gue mau mendukung Shila yang akan operasi hari ini, bagaimana gue harus memberikan semangat kepada dia, sedangkan gue melihat Shila aja gue nggak bisa" ucap Yuhera menangis
"Apa salahnya lo terus meminta maaf ke ayahnya Shila, lo kan nggak tahu, nggak mungkin kan kalau ayahnya Shila terus melihat lo, melihat perjuangan lo minta maaf ke dia. Dia nggak mungkin gak mau maafin lo. Apalagi lo itu kan suaminya Shila dan ini sebenarnya bisa dikatakan nggak sepenuhnya salah lo. Mereka juga turut bersalah di sini karena yang melakukan perjodohan ini kan orang tua kalian bukan persetujuan kalian jadi lo enggak boleh langsung merasa bersalah seperti ini" ucap Tito.
Mendengarkan apa yang dikatakan oleh teman-temannya Yuhera pun akhirnya mulai membaik. Dia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan akan pergi ke rumah sakit melihat keadaan istrinya dan akan terus meminta maaf kepada keluarganya Shila.
Melihat Yuhera yang sudah bergegas ke kamar mandi, Felix, Tito dan Victor pun akhirnya tersenyum karena perjuangan mereka untuk membujuk Yuhera tidaklah sia-sia dan mereka berjanji akan membantu sahabatnya itu untuk menyelesaikan masalahnya.
__ADS_1
"Akhirnya perjuangan kita nggak sia-sia, Yuhera mau mendengarkan kita. Pokoknya kita harus membantu menyelesaikan masalahnya" ucap Victor