
"Eh bego, maksud Lo ad gitu yang berani mengganggu ketenangan Lo?" ucap Yoel
"Lo bisa diam ga sih?, mending sekarang Lo keluar dari sini, macam Lo lagi gak ada kerjaan" ucap Kenzo dingin
"Biasa aja, mentang mentang Lo bos" ucap Yoel
"Gue potong gaji Lo, baru tau rasa Lo" ucap Kenzo kesal
"Haha santai bro" ucap Yoel tertawa.
"Emang siapa sih, yang berani ganggu ketenangan Lo?" ucap Yoel karna dia sangat penasaran.
"Dia itu perempuan, gue sama dia itu udah dua kali bertemu, pertama waktu gue ke kampus nya Keyko. Dan yang kedua tadi lah saat di taman, dia duduk di samping gue, udah itu dia gak bisa lagi diam" ucap Kenzo menjelaskan
"Haha, jadi kenapa Lo kesal? Aturan kan Lo itu senang, berarti dia itu adalah jodoh Lo" ucap Yoel tertawa.
"Jodoh dari mana? Dia itu lagi mengandung" ucap Kenzo
"Hah, jadi dia itu udah nikah?" tanya Yoel
"Ntah, gue gak tau, tadi itu gue bilang dia murahan, karna dua kali bertemu dengan nya, dia itu gak bersama dengan suami nya saat itu" ucap Kenzo menjelaskan
"Bodoh, Lo gak kenal sama dia, masa dia Lo panggil murahan sih, dimana sih hati Lo? Lo liat ga sih tadi perasaan dia saat Lo panggil seperti tadi" ucap Yoel geram melihat sahabat nya itu
"Ya mana gue tahu, tuh ga urusan gue" ucap Kenzo dingin
POV YUHERA
"Yank, aku sudah ga sabar deh, nunggu hari pernikahan kita" ucap Vania manja, karna memang Yuhera dan Vania sudah menentukan tanggal pernikahan nya.
Jika ada yang tanya, apakah Ardhani dan Sarah, merestui hubungan mereka tentu saja jawaban nya tidak.
"Ya yank, sama aku juga" ucap Yuhera mengelus telapak tangan Vania.
"Sebentar lagi seluruh harta Lo dan keluarga Lo, gue yang bakal menguasai nya, haha" ucap Vania dalam hati nya
"HM yank, kamu masih ingat janji kamu yang dulu kan?" ucap Vania.
__ADS_1
"janji apa?" tanya Yuhera bingung
"Maaf yank, aku lupa banget" ucap Yuhera lagi
"ih kan, kamu kok bisa lupa sih? Kamu itu benaran sayang ga sih sama aku?" tanya Vania pura pura merajuk. .
"Ya maaf yank, aku benaran lupa serius" ucap Yuhera memelas.
"Kamu itu dulu, janji sama aku. Kalau kita sudah menikah, kita sudah punya anak, kamu akan kasih perusahaan kamu sebagai hadiah ke anak kita" ucap Vania.
"Kamu sudah ingat kan?" Tanya Vania lagi
"HM, ya yank aku sudah ingat, tapi tunggu anak kita berumur Tujuh belas tahun saja ya yank" ucap Yuhera. Dan Vania yang mendengar hal itu tentu saja pikiran nya sudah melayang entah kemana.
"Gila, umur tujuh belas tahun? Yang ada dia sudah tunggu tau kalau sebenarnya gue itu gak bisa mengandung" batin Vania dalam hati nya. .
"M... m.. kenapa harus tunggu tujuh belas tahun sih? Kan hadiah itu di masih waktu dia baru lahir. Kamu peduli ga sih nanti nya sama anak kita?" ucap Vania membentak Yuhera.
"Kok kamu jadi bentak aku sih?" ucap Yuhera marah.
Yuhera yang melihat Vania menangis, tentu saja dia tidak tega. Apalagi Vania, adalah kesayangan nya dan terutama yang akan menjadi istri nya.
"Ya...ya, gak kenapa napa kok. Ya sudah kamu jangan nangis lagi ya" ucap Yuhera lembut memeluk Vania.
"Ya sudah yuk, kita pergi ke mall" ucap Yuhera yang berniat ingin menghibur calon istri nya itu.
Mendengar kata mall, siapa sih yang nggak senang. Apalagi ada yang bayari semua belanjaan nya. .
"Ke mall? Tapi ngapain kita ke mall yank?" ucap Vania ..
"Kamu gak mau belanja?" tanya Yuhera
"Ya mau lah yank, tapi kamu yang bayar kan?" tanya Vania dengan mata yang sudah berbinar binar.
"Ya kamu tenang saja, sekalian kita beli cincin untuk nikah kita nanti, ya sudah yok kita pergi nya sekarang, biar ga macet, " ucap Yuhera dan di balas anggukan oleh Vania.
Sesampainya di mall, Vania dengan semangat nya berjalan kesana kemari memilih dan mengambil beberapa baju yang menurut nya sangat bagus dan cantik. Vania seakan gak peduli dengan harga nya yang mahal, karna memang yang membiayai semua belanjaan nya ialah Yuhera. Jadi tentu nya dia gak lah peduli.
__ADS_1
"Nih yank, aku mau semua ini" ucap nya ke Yuhera sambil menunjuk beberapa pakaian yang di pegang oleh SPG cantik yang ikut berjalan di belakang nya.
"Apa sudah cukup?" tanya Yuhera lembut dan di balas anggukan oleh Vania. ..
Yuhera pun mengantri di kasir untuk membayar belanjaan Vania. Tak menunggu lama Yuhera pun menyusul Vania dengan membawa beberapa paper bag di tangan nya.
"Kita ke toko perhiasan dulu ya" ucap Yuhera
"ya yank, ya sudah yuk, aku sudah gak sabar mau beli cincin" ucap Vania senang.
",Yuhera dan Vania pun berjalan ke toko perhiasan tempat langganan keluarga Yuhera. Vania dengan senang nya memilih cincin untuk akad nikah mereka dan beberapa perhiasan yang tentu nya dengan cara merayu Yuhera supaya mau membayar nya.
"Yank, terima kasih ya, kamu sudah mau belanjain barang barang yang aku suka. " ucap Vania mengangandeng tangan Yuhera. ..
"Its okay yank, ga pha pha kok" ucap Yuhera
"yang penting kamu senang yank" ucap nya lagi dengan tersenyum.
POV Shila
Di apartament, shila duduk termenung.
"Pekerjaan aku belum dapat, uang juga tinggal dikit lagi, aku harus bagaimana ya?" ucap Shila bingung
"beberapa bulan lagi, aku juga sudah akan melahirkan, biaya lahiran nya nanti pakai apa? Baju dedek bayi nya juga belum kebeli, apa aku coba minjam dari Abang Rian atau bang Vino aja kali ya?" tanya Shila dengan diri nya sendiri. ..
"Eh, tapi kan Abang dan bang Vino lagi mempersiapkan acara nikahan mereka, pasti butuh banyak biaya" ucap Shila lagi
"Akh, aku bingung" ucap Shila berteriak karna dia sudah prustasi. ...
"Ah ia, aku tau, apa aku coba minta bantuan sama ayah dan ibu aja ya? Ah ia, besok deh aku telpon mereka" ucap Shila sudah mulai tenang
Setengah jam dengan pemikiran nya sendiri, akhirnya dia berkata lagi.
"Ah, nggak, gak boleh, aku gak boleh minta bantuan dari ayah dan ibu lagi. Biar bagaimanapun selama ini mereka sudah banyak membantu aku. Dan setau mereka, aku disini baik baik saja, jadi aku gak boleh buat ayah dan ibu khwatir." ucap Shila lagi. .
"Hiks...hikss... aku harus bagaimana, bang Yuhera, Shila kangen sama Abang, kenapa Abang tega sama Shila dan anak Shila. Apa Abang tau, Shila disini makan sekali sehari, nahan lapar supaya bisa biayain lahiran anak kita, kamu disana justru senang senang mungkin" tangis Shila pecah .
__ADS_1