
"Tolong lakukan apa saja, yang penting pasien cepat siuman, dok" ucap dokter
"Baik tuan, akan kami usahakan dengan baik" ucap sang dokter
Setelah kepergian sang dokter, Bram dan Kenzo duduk di luar ruangan.
"Bram, coba kamu cari tahu, apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka" ucap Kenzo memerintahkan Bram
"Baik bos, tapi apa kita harus memberitahukan nya kepada nona Shila?" ucap Bram
"Sudah saya bilang, jangan di kasih tau, tunggu mereka siuman dulu" ucap Kenzo
Sampai malam hari nya, Kenzo dan Bram masih berada di rumah sakit.
"Malam tuan" ucap sang dokter yang baru saja datang
"Ya dok, malam" ucap Kenzo dan Bram
"Saya ingin memeriksa keadaan pasien tuan, tolong tuan berdua, keluar dulu" ucap sang dokter
"Oh baik dok" ucap Kenzo, setelah nya Kenzo dan Bram pun keluar dari ruangan
Di dalam ruangan, sang dokter pun memeriksakan ayah nya Shila.
"d....dok" ucap ayah Shila baru saja siuman
"Syukurlah bapak sudah siuman" ucap sang dokter senang
"Saya periksa dulu ya pak" ucap sang dokter antusias
"D...di..dimana istri sa...saya dok?" tanya ayah Shila
"Istri bapak ada di samping bapak, pak. Tapi beliau belum siuman" ucap sang dokter
Mendengar hal itu, ayah Shila pun menoleh ke samping dimana istri nya juga ikut terbaring lemah. Ayah Shila menangis, meratapi apa yang baru saja terjadi kepada mereka.
"d..dok, to..lo..ng h..hub..ungi pu..tri s..sa..ya" ucap ayah Shila (anggap saja suara nya masih terbata bata)
"Apa bapak mengingat nomor putri bapak yang bisa saya hubungi?" ucap sang dokter
__ADS_1
"Ya Tu..han, s..sa..ya lu..pa dok, s..sa..ya lupa ba..hwa a..nak s..sa..ya su..dah mengganti no..mor nya" ucap ayah Shila dengan sedih
"Kalau seperti itu, nanti akan saya coba untuk menanyakan kepada dua orang di depan, pak" ucap sang dokter
"A..qpa ada o..ra..ng ya..ng datang me..njenguk ka..mi dok?" tanya ayah Shila
"Ya pak, di depan ada dua orang pemuda, yang mengaku adalah keluarga bapak" ucap dokter
Disaat dokter memeriksakan keadaan ayah Shila, tiba tiba ibu nya Shila terbangun dari masa kritis nya.
"sh...Shil..la" ucap ibu Shila dengan suara terbata bata
"Ibu" ucap ayah nya Shila menoleh ke samping
"Dok, dok ce..pa..t pe...rik..sa...k..an i..stri s..sa..ya, ja..ngan sam...pai i...stri s..saya ke..na..pa na..pa d..dok" ucap ayah Shila menangis
"Baik pak" ucap sang dokter bergegas memeriksa ibu Shila
"A...ayah, i..ibu su..dah ti..da..k k..ku..at la..gi" ucap ibu nya Shila
"Ibu tidak boleh bicara yang tidak tidak. Ibu harus semangat untuk sembuh, ingat, ibu masih punya anak kan di rumah" ucap sang dokter yang bermaksud untuk menyemangati ibu Shila
"Dok, sa ... ya min..ta to..long, to..lo..ng pang..gil..kan du.a ora..ng ya..ng dok..ter ma..k..sud ta..di" ucap ayah Shila
"Baik pak, tunggu sebentar ya, sebaiknya bapak dan ibu, jangan banyak bicara dulu, biar keadaan bapak dan ibu pulih" ucap sang dokter ikut sedih
Sang dokter pun keluar dari dalam ruangan, dan melihat Kenzo dan Bram yang sedang duduk di kursi ruang tamu.
"Maaf dok, bagaimana keadaan pasien? Apa sudah ada perkembangan?" ucap Kenzo berdiri setelah mereka melihat sang dokter keluar dari ruangan ayah dan ibu Shila
"Begini pak, kedua pasien saat ini sudah siuman" ucap sang dokter..
"Syukurlah" ucap Kenzo dan Bram mengucap syukur
"Tapi pak, kedua pasien masih dalam keadaan kritis" ucap sang dokter
"Saya juga ingin memberitahukan bahwa kedua pasien ingin bertemu dengan kalian" ucap sang dokter lagi menjelaskan
"Apa kami boleh masuk ke dalam dok?" ucap Bram
__ADS_1
"Boleh pak, silahkan. Tapi saya harap, kedua pasien jangan di ajak banyak bicara dulu" ucap sang dokter
"Baik dok" ucap Kenzo dan Bram
Bram Dan Kenzo pun masuk ke dalam ruangan ibu dan ayah Shila di rawat.
"Ka...mu Ken..zo" ucap ibu Shila
"Ya tan, saya Kenzo" ucap Kenzo
"Na..k.. apa ya .ng k..kal..ian la..ku..kan di ..sin..ni" ucap ayah Shila
"Kemarin kami ada urusan di Jakarta om, tapi kami sekalian mampir ke tempat om dan Tante" ucap Kenzo
"Tapi kami malah mendengar kabar ini dari para tetangga disana" ucap Kenzo lagi menjelaskan
"Shi...la?" tanya ibu nya Shila
"Hmm, Shila baru saja mengalami keguguran Tan, om, bahkan sekarang ini Shila hanya mengingat masa lalu nya saja" ucap Kenzo
"A..apa?" ucap ibu dan ayah nya Shila terkejut bahkan mengeluarkan air mata
"Ya Tan, om. Maaf saya belum bisa menepati janji saya kepada om dan Tante. Tapi saat kejadian itu, saya berserta keluarga sedang di Indonesia karna ada acara keluarga" ucap Kenzo dengan nada menyesal
"Shi..la, i..kut kes...ini j..juga kan?" tanya ibu nya Shila
"Tidak Tan, Shila saya tinggal di Paris bersama keluarga saya. Maksud kedatangan saya kesini juga itu karna mau menjemput Tante dan om, biar ikut kami ke Paris" ucap Kenzo
"T...ta..Pi nak, ta...n..te s..Sud..ah tidak k..ku..at la..gi" ucap ibu nya Shila dengan nada terbata bata
"A..ay...ah j...juga.. s...su..dah ti..dak kuat" ucap ayah Kenzo sesak
"Tante dan om tidak boleh bicara seperti itu. Apa Tante dan om tidak mau berjuang untuk sembuh? Apa Tante dan om, tidak mau bertemu dengan Shila? Apa Tante dan om tidak mau melihat Shila hidup bahagia sekarang ini?" bukan Kenzo yang bicara melainkan Bram
"M...ma..af kan s...sa..ya nak. I...ini Bu..Bu..kan ke..Henda..k ka...mi" ucap ayah nya Shila lagi
"Na..k, a..apa ta...nte...b...bi..sa mi..nta.. tolong s...sa..ma ka..kalian" ucap ibu nya Shila
"Boleh Tan, Tante bisa minta tolong sama saya dan Bram, tapi Tante harus janji, Tante harus semangat untuk pulih begitu juga dengan om" ucap Kenzo mencoba menyemangati ayah dan ibu Shila
__ADS_1
"Y...ya n..nak" ucap ibu dan ayah nya Shila bersamaan