
"Kalau begitu, ayo kita siapkan acara ibadah yang akan di langsungkan hari ini juga, supaya pemakaman nya cepat di laksanakan" ucap pak kepala desa
"Baik pak, saya serahkan semua nya kepada bapak" ucap Kenzo yang di setujui oleh pak kepala desa
"Untuk para bapak bapak dan ibu ibu, tolong kerja sama nya semua ya, berhubung karna tidak ada keluarga mereka yang kenal, maka mari lah kita secara ber gotong royong membantu pemakaman Mereka" ucap pak kepala desa mengarahkan warga warga nya
"Ya ya, baik pak kepala desa" ucap para warga yang berdatangan secara serentak
Semua secara ber gotong royong membantu acara pemakaman kedua orang tua Shila.
Acara pun berlangsung dengan lancar tanpa ada gangguan apa pun.
Setelah ke dua orang tua Shila di makamkan, para warga pun ber pulangan menyisakan Kenzo dan asisten Bram.
"Om, Tan, tenang saja. Saya berjanji, saya akan selalu menjaga Shila, seperti kalian menjaga putri kalian. Kalian yang tenang di atas sana" ucap Kenzo
"Tuan, apa kita pulang sekarang?" tanya asisten Bram
"Ya Bram, tapi sebelumnya kita ke rumah beliau dulu, kita harus pamit kepada warga di sana sekalian mengucapkan rasa terima kasih kita karna sudah mau membantu" ucap Kenzo
"Baik tuan" ucap asisten Bram. ..
Kenzo dan Bram pun kembali ke rumah Shila. Disana para warga sudah menunggu mereka sembari menikmati makanan dan minuman yang sudah di sediakan.
"Bapak bapak dan ibu ibu, saya sangat berterimakasih kepada kalian semua, karna sudah sangat sedia membantu kami" ucap Kenzo dengan tulus
"Sama sama nak, kami selaku warga sini memang sudah seharusnya membantu, apalagi pak Natalis adalah warga yang paling baik di desa ini" ucap kepala desa
"Kami ingin menyampaikan sedikit tanda terima kasih kami kepada kalian, semoga apa yang kami beri dapat berguna buat desa ini" ucap Kenzo dan melihat ke arah asisten Bram
Bram yang di lirik oleh Kenzo, mengerti maksud dari lirikan tersebut. Asisten Bram langsung mengambil beberapa gepok uang yang bernilai Rp. 150.000.000 untuk di sumbangkan kepada desa itu
"Nak, ini apa tidak kebanyakan?" tanya pak kepala desa yang heran melihat banyak uang di dalam tas mini yang di berikan oleh asisten Bram
"Tidak pak, itu tidak kebanyakan. Anggap saja itu rezeki untuk para warga desa disini yang sudah turut mau membantu acara ini berlangsung" ucap Kenzo
"Syukur lah" ucap mereka semua
"Terimakasih nak, terimakasih sudah mau membantu kami. Mudah mudah an uang ini dapat menjadi berkah untuk kami semua" ucap kepala desa menyalim tangan Kenzo dan tangan Bram ..
__ADS_1
"Sama sama" ucap asisten Bram
"Kalau begitu, kami langsung saja pamit undur diri. Kami harus berangkat sekarang ini ke Paris. Karna pekerjaan kami disana sudah sangat terbengkalai" ucap Kenzo ..
"Baik nak , terimakasih banyak" ucap para warga itu.
Yuhera dan Vania sedang bersiap siap untuk pergi jalan jalan.
"Yank, kita kemana dulu nih?" tanya Vania sedangkan Yuhera sedang pusing memikirkan bagaimana cara biar dia bisa bertemu dengan Shila di negara ini
"Terserah kamu saja yank, kemana pun kamu mau, aku pasti akan ikut" ucap Yuhera mencium kepala Vania
"Aku mau ke zoo yank" ucap Vania
"Hah? jauh jauh kita kesini cuma mau ke zoo?" tanya Yuhera bingung dan di balas anggukan kepala oleh Vania
"Ya Yank, aku mau ke zoo" ucap Vania manja
"Ya sudah kita ke zoo dulu, mumpung hari belum sore juga" ucap Yuhera
Vania dan Yuhera pun berangkat menuju zoo, yang lokasi nya dekat dengan hotel tempat mereka menginap.
Shila yang sedang asik berfoto ria, tidak memperhatikan jalan, dan menabrak seseorang yang tak lain adalah Vania.
"Aduh" keluh Shila karna terjatuh
"Kalau jalan, pakai mata dong" bentak Vania marah.
Sedangkan Shila yang masih sibuk membersihkan celana dan tangan nya yang kotor akibat jatuh, belum mengarahkan wajah nya ke atas, sehingga Vania dan Yuhera tidak mengenali siapa yang mereka tabrak itu.
"yank, kamu gak kenapa napa kan?" tanya Yuhera kepada Vania
"Gak kok yank, aku gak kenapa napa" ucap Vania manja
"Heh, Lo kalau jalan pake mata" ucap Yuhera mendorong Shila tepat saat itu Shila melihat ke arah mereka
DEG
Yuhera yang melihat Shila, memelototkan mata nya.
__ADS_1
"Shila.." ucap Yuhera, sedangkan Shila bingung, kok bisa orang yang di hadapan nya itu mengenal dia
"Kamu tau nama aku?" tanya Shila dengan polos nya sedangkan Yuhera heran mengapa Shila bisa bertanya seperti itu
"Heh, Lo gak perlu sok sok gak kenal kita siapa. Lo pasti sedih kan, lihat mantan suami Lo ada disini sama gue?" ucap Shila menyuruh Shila
"Mantan suami?" tanya Shila lagi menunjuk diri nya sendiri dengan perasaan bingung
"Apa dia bukan Shila ya? Tapi Kenawa Wajah nya mirip banget sama Shila? Tapi kalau dia beneran Shila kenapa dia tidak mengenali aku?" ucap Yuhera dalam hati nya
"Ya, mantan suami kamu" ucap Vania sombong
"Oh aku tau, pasti kamu heran kan, melihat keberadaan kita disini?" tanya Vania
"Biar aku beri tau ya, aku dan Yuhera kesini itu mau bulan madu, kita itu sudah menikah bulan lalu, kasian ya kamu, mantan suami kamu lebih memilih aku dari pada kamu" ucap Vania sombong
ucapan Vania itu tentu saja membuat Shila semakin bingung. Karna menurut Shila, dia tidak mengenali siapa mereka berdua. Karna ingatan Shila belum pulih.
"Maaf ya kak, tapi aku memang benaran gak kenal sama kalian, tapi kalian kok tau ya nama aku Shila?" tanya Shila dengan wajah polos.
Vania melihat ke arah perut Shila yang sudah mulai kempes.
"Yank, lihat deh perut Shila sudah gak buncit lagi, apa emang Shila sudah lahiran yank? Tapi kan ini belum waktu nya yank?" tanya Vania ber bisik bisik
"Aku juga gak tau yank, apa dia beneran bukan Shila ya?" tanya Yuhera kepada Vania
"Tapi kan tadi dia bilang sendiri, nama nya itu Shila" ucap Vania
Mereka ber bisik bisik, membuat Shila semakin bingung.
"Helo kakak, kalian kenapa sih" tanya Shila
"Shil, kamu sudah melahirkan? Anak kita mana Shil?" Tanya Yuhera
"Anak? Anak kita?" tanya Shila bingung
"Ya, anak kita mana? Kamu sudah lahiran?" tanya Yuhera lembut membuat Vania semakin marah
"Yank, kok kamu ngomong seperti itu sih sama Shila, kok lembut, biasa aja kali ngomong nya, gak perlu seperti itu" sentak Vania
__ADS_1