
"halo Rian kamu sekarang berada di mana?" ucap Vino to the point menanyakan keberadaan Rian
"Aku sama Yuhera sekarang berada di bandara. Kami sedang menunggu jadwal keberangkatan kami. Dan mungkin sekitar setengah jam lagi kkami akan berangkat. Kenapa? eapa terjadi sesuatu disana kenapa tadi Seina malah menangis?" ucap Rian
"Iya l, Seina tadi menelpon mu karena mau memberitahukan bahwa keadaan Shila sudah semakin kritis dan karena dokter belum juga mendapatkan donor yang cocok untuk Shila, dokter memprediksikan bahwa keadaan Shila ini sangat mempengaruhi kandungan Shila. Demi keselamatan Shila dokter memberitahukan bahwa kandungan Shila sebaiknya diangkat atau dalam istilah lainnya itu sebaiknya kandungan Shila digugurkan karena ini sangat membahayakan untuk keadaan Shila" ucap Vino menjelaskan keadaan Shila yang sebenarnya
"Apa yang kamu katakan ini serius Vin? Kamu jangan mengada-ngada ya Shila itu orangnya kuat" ucap Rian karena Rian tidak langsung percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh Vino
"Memang itu yang sudah dikatakan oleh dokter makanya tadi Seina langsung menghubungi mu bermaksud untuk memberitahukan kondisi Shila yang sekarang sudah semakin memburuk" ucap Vino
"Ya dudah nanti ya saya aku akan menghubungi kalian lagi dan aku akan mencoba memberitahukan Yuhera supaya dia tahu keadaan Shila sekarang dan supaya dia dapat mengambil keputusan yang tepat untuk menyelamatkan Shila" ucap Rian. Setelah itu panggilan pun diputuskan secara sepihak oleh Ryan.
Setelah panggilan itu berakhir Rian pun memberitahukan keadaan Shila supaya Yuhera dapat mengambil keputusan itu karena keadaan Shila sekarang sudah sangat kritis. Setelah mendengar apa yang sudah dikatakan oleh Rian, Yuhera menangis memikirkan bagaimana nasib Shila sekarang.
"Ra, ada yang mau saya katakan" ucap Rian dengan nada serius
__ADS_1
"Iya silakan, kamu mau bicara tentang apa?" ucap Yuhera dengan tidak sabar
"Begini, tadi yang menelpon saya adalah sahabat saya yang di Paris dan tentunya mereka itu yang menjaga Shila di rumah sakit. Vino tadi memberitahukan bahwa keadaan Shila sekarang sudah sangat kritis apalagi dokter yang merawat Shila belum mendapatkan donor yang cocok untuk Shila. Dan untuk menyelamatkan Shila, dokter harus mengangkat atau menggugurkan kandungan Shila, karena ini sangat berbahaya bagi kondisi kesehatan Shila kalau tidak segera digugurkan maka Shila juga akan meninggal atau kalau tidak akan membahayakan kondisinya. Mereka belum mengambil keputusan karena yang berhak untuk mengambil keputusan itu adalah kamu karena kamu adalah suami Shila" ucap Ryan menjelaskan keadaan Shila
Mendengar apa yang sudah dijelaskan oleh Rian, Yuhera menangis dan tentunya dia tidak mau mengambil keputusan dengan cepat karena ini menyangkut dua nyawa yang akan sedang berjuang untuk hidup.
"Aku tidak tahu mau mengambil keputusan yang seperti apa, aku saja baru mengetahui bahwa sebenarnya Shila juga sedang mengandung. Dengan bodohnya aku meninggalkan Shila di Paris sendirian yang tidak mempunyai uang sama sekali untuk bertahan hidup, bahkan aku tidak tahu bagaimana kehidupan Shila selama berada di Paris. Aku tidak tahu mau mengambil keputusan yang seperti apa karena ini menyangkut dua nyawa yang sedang berjuang untuk hidup, kalau aku memilih untuk ikut memperjuangkan calon anakku maka itu sangat membahayakan kondisi Shila, aku bingung. Bagaimana bodohnya aku hanya untuk memperjuangkan satu perempuan yang jelas-jelas tidak setia sama aku" ucap Yuhera menangis.
Mendengar apa yang sudah dikatakan Yuhera, tentunya sangat geram karena orang yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri diperlakukan seperti itu oleh suaminya tapi apa boleh buat tidak mungkin kan Rian memukuli wajah Yuhera saat itu juga karena ini keadaannya sangat genting.
"Apa saya bisa minta tolong? Apa kamu bisa menghubungi sahabat kamu yang sedang menjaga Shila sekarang? ucap Yuhera
"Tentu, tunggu sebentar saya akan menghubunginya dan sebaiknya kamu memberitahukan apa keputusan yang sudah kamu ambil supaya mereka di sana dapat mengambil keputusan dan setelah kita tiba di sana, kita bisa dengan leluasa mencari donor yang baik untuk Shila" ucap Rian memberi saran
Setelah itu Rian pun menghubungi Vino untuk memberitahukan keputusan yang sudah diambil oleh Yuhera.
__ADS_1
"tttt....ttttt.....tttt"
"tttt...tttt....tttt"
Setelah nada panggilan kedua akhirnya Vino pun menerima panggilan tersebut dan setelah itu Rian pun langsung memberikan handphone nya ke Yuhera.
"Halo Rian" ucap Vino di seberang sana setelah menerima panggilan telepon itu
"Halo ini saya dengan Yuhera, saya suaminya Shila, saya sudah mengambil keputusan dan saya harap keputusan saya ini sudah tepat. Apa saya bisa minta tolong ke kamu" ucap Yuhera
"oh iya tentu, ada yang bisa saya bantu? ucap Vino
"Kamu katakan kepada dokter untuk membuat langkah yang sudah diberitahukan dokter sebelumnya yang untuk menggugurkan calon anak kami tapi saya mohon dengan sangat supaya dokter terus memantau keadaan Shila. sebentar lagi kami akan memasuki pesawat. Jadi nanti setelah kami sampai di rumah sakit kami sudah dapat mengambil keputusan yang lain untuk keadaan Shila selanjutnya" ucap Yuhera
"Oh iya tentu, saya akan mengatakan itu kepada dokter saya harap anda dapat mencari donor yang cocok untuk Shila karena keadaan Shila sekarang sudah sangat kritis dan sebaiknya kamu merenungkan apa yang sudah kamu lakukan ini terhadap Shila itu sudah sangat membahayakan keadaannya dan kamu harus bertanggung jawab itu karena keadaan Shila yang sekarang itu karena kamu yang membuatnya" ucap Vino datar, karena di sini Vino juga sangat menyayangi Shila dan sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri.
__ADS_1