
"Kata kalian, kalian mau wisuda, memang kalian wisuda kapan?" Tanya Natalis
"Dua Minggu lagi om" ucap Vino
"HM, om bingung, om harus mengatakan apa lagi supaya Shila dapat berubah pikiran" ucap Natalis lesu
"Om, om tenang saja, selagi Shila masih bersama kami, dia bakalan aman om" ucap Rian tulus.
"Baiklah, om mempercayakan Shila sama kalian, terima kasih karena kalian mau menggantikan om menjaga dan melindungi Shila. Om ber hutang budi sama kalian" ucap Natalis
"Sama-sama om" ucap Rian dan Vino
"Yah, bang, ayo kita makan, kami sudah selesai masak" ucap Shila yang datang dari arah dapur
"Bentar lagi aja Shil, kami mau membersihkan diri dulu, badan kami lengket nih" ucap Vino
"oh ya, haha sampai lupa. Karna keasyikan ngobrol sih. Shil, tunjukkan kamar tamu ke Abang kamu ya, biar mereka berbenah diri dulu" ucap Natalis
"Okay yah, ayo bang, sekalian Shila tunjukkan kamar kakak" ucap Shila setelah itu mereka pun pergi.
Singkat cerita, sekarang mereka sudah berkumpul di ruang makan. Mereka menyantap berbagai jenis makanan yang tersedia di atas meja.
"Shil, makan yang banyak ya, biar kamu tambah gemuk dan juga bayi kamu biar anteng di dalam perut" ucap Laras ibu nya Shila
"Ya Bu, Shila pengen makan ini aja" ucap Shila mengambil ikan bakar
"Wah, ini makanan nya enak banget, Keyko mah betah tinggal disini" ucap Keyko dengan mata yang berbinar binar.
",Ya Key, kamu benar. Hmm, ini makanan enak yang pernah Seina makan" ucap Seina
"Ya lah, kamu kan gak pandai masak" ucap Rian ber niat menggoda kekasih nya itu
"Ih kamu, bukan nya muji aku malah meledek" ucap Seina mengerucutkan bibir nya sedangkan yang lain hanya menertawakan pasangan itu aja.
Pagi hari telah menyapa. Shila, Seina, Keyko, Rian dan Vino sudah bersiap siap untuk jalan jalan keliling desa itu.
__ADS_1
"Nak, nanti sore kalian berangkat jam berapa?" tanya Laras
"Dari sini kami berangkat jam setengah tiga Tan, karena jadwal tiket pesawat jam empat" ucap Vino
"Ya sudah, nanti kalian harus cepat jalan jalan nya, kalau bisa jam satu kalian sudah harus sampai di rumah" ucap Laras.
"Ya, supaya kalian bisa istirahat sebentar" ucap Natalis menimpali
"Ya om, kalau begitu kami berangkat dulu ya om, tan" ucap Rian
"Ya nak, kalian hari hati ya" ucap natalis dan Laras
"Bu, yah, Shila sama Kaka dan Abang permisi ya" ucap Shila menyalim ke dua tangan orang tua nya
"Ya nak, hati hati" ucap Natalis dan Laras.
Mereka pun pergi menaiki mobil yang dikemudikan oleh Rian. Mereka singgah di beberapa tempat wisata. Mereka tak lupa mengambil foto kebersamaan mereka sebagai kenang kenangan.
"HM, ga terasa ya sudah jam 12.00, kita pulang sekarang yuk" ucap Vino
Di dalam kamar nya Shila duduk di lantai sembari menangis.
"Apa keputusan aku ini sudah benar? hiks...hiks..." ucap Shila menangis
"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku sanggup membesarkan dan merawat anak ini sendirian?" ucap Shila menangis sembari mengelus perut nya yang sudah mulai membuncit.
"Nak, mama janji, mama akan jaga kamu sampai besar nanti, kamu jangan marah sama mama ya, karna mama udah misahin kamu dari papa kamu" ucap Shila menangis.
"Abang Yuhera juga jahat. Dia gak mikirin kalau perasaan aku. Kalau bukan karna janji yang kita ucap dulu sewaktu kita masih kecil, Shila gak bakalan mau nikah sama Abang, hiks...hikss..." ucap Shila dengan air mata yang masih terus mengalir.
Karna sakin kelelahan nya, Shila pun akhirnya tertidur di bawah dengan cara menekukkan lutut nya dan menyandarkan kepalanya di sisi kasur. Sesekali Shila sesenggukan karna baru selesai menangis.
Jam 2. 00 Rian, Vino, Seina, dan Keyko sudah selesai berberes dan mereka sedang menunggu kedatangan Shila.
__ADS_1
"Wah, mana nih anak, nanti kita bisa ketinggalan pesawat lagi" ucap Seina.
"Kamu panggilin gih yank" ucap Rian menyuruh Seina
"Biar Tante aja yang manggil Shila, kalian makan saja duluan ya" ucap Laras dan dia pun pergi ke kamar nya Shila.
"Ceklek" suara pintu
Setelah membuka pintu, Laras melihat Shila yang sedang melamun sembari memegang koper kecil milik nya.
"Nak" ucap Laras memegang pundak Shila, dimana hal itu membuyarkan lamunan nya.
"Eh ibu, ibu kok ada disini?" Tanya Shila menatap ibu kesayangan nya itu
"Nak, Ayo bergabung ke yang lain. Mereka sudah menunggu mu di meja makan" ucap Laras lembut
"Bu, Shilaa bingung, apa keputusan Shila ini sudah benar atau nggak Bu?" ucap Shila menangis memeluk ibu nya
"Bagaimana nanti dengan anak Shila Bu? Hiks...hikss..." ucap Shila.
"Hey, dengar ibu nak, ibu juga sebelum nya meragukan perkataan mu itu nak, tapi setelah ibu pikir pikir memang sebaiknya kamu tenangin diri kamu dulu. Nanti kalau kamu sudah mengambil keputusan, kamu boleh pulang ke rumah ini kok. Nanti ibu dan ayah juga bakalan bantu membiayai kamu dan calon cucu ibu, jadi kamu jangan nangis lagi ya, ya sudah yok, kita makan dulu. Ingat bentar lagi kan kalian mau pergi" ucap Laras lembut.
"Makasih ya bu, ibu sudah selalu jaga shila, ya sudah Bu, yok kita ke ruang makan. Shila lapar nih" ucap Shila tertawa.
"Ayo buruan makan Shil, bentar lagi juga berangkat loh" ucap Vino
Tak menunggu lama, mereka pun mengakhiri acara makan nya. Mereka pun pamit ke ayah dan ibu nya Shila. Selama di perjalanan yang ada hanya keheningan. Dua jam di perjalanan mereka pun sudah sampai di bandara. Mereka pun naik ke pesawat yang akan menuju Paris.
"HM, Shila akan bertamu lagi ke negara dimana dulu Shila bertemu kalian dengan keadaan yang sama" ucap Shila lirih yang duduk di samping Vino
"Haha, ya kamu benar dek. Bedanya sekarang kamu pergi bersama kami. Udah ah, jangan sedih lagi, nanti calon ponakan Abang ikut sedih" ucap Vino lembut.
"Ya Shil, benar yang dikatakan pacar aku, kamu gak boleh sedih sedih lagi, kamu harus kuat, tunjukkan sama Yuhera pria picik itu kalau kamu bisa hidup dengan bahagia tanpa ada dia" ucap Keyko dibalas anggukan oleh Rian dan Seina.
"Ya sudah yok, kamu istirahat Shil, supaya sampai sana kamu gak kecapekan" ucap Seina
__ADS_1
"Ya Kaka, makasih ya ka, makasih ya bang, kakak dan Abang Udah sangat baik sama Shila" ucap Shila lirih.