Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 87


__ADS_3

"to...Lo...ng ja...ga s...shi..la untuk ka..mi" ucap ayah nya Shila dengan suara yang terbata bata


"Pasti om, saya berjanji saya akan selalu jaga Shila untuk kalian" ucap Kenzo dengan mantap


"Ya n..ak, t...to..long j..ja..ga sh. ila" ucap ibu Shila


Setelah mengucapkan kata itu, mama Shila menghembuskan napas nya. Ayah Shila menangis melihat itu, dia merasakan sesak yang sangat sakit di dada nya. ayah Shila pun menghembuskan napas terakhir nya.


Kenzo dan Bram tak bisa menahan tangis.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang ini bos?" Tanya Bram


"Saya pun tidak tau Bram, apa kita harus memberitahukan kabar ini kepada Shila?" ucap Kenzo yang sudah tidak dapat berpikir dengan jernih


"Menurut saya, kita tidak perlu memberitahukannya kepada nona bos, apalagi sekarang nona Shila masih dalam masa pemulihan" ucap Bram memberikan saran


"Apa yang kamu katakan benar adanya Bram. Sekarang kamu urus semua administrasi yang berhubungan dengan mereka, urus juga kepulangan mereka ke desa" ucap Kenzo memberi perintah


"Baik tuan" ucap Bram dan pergi dari ruangan itu


_-_-_-_-_-


"Apa yang harus saya lakukan sekarang om, saya tidak tega untuk memberitahukan kabar ini kepada Shila, hiks .hiks" ucap Kenzo menangis


"Om, Tan, saya berjanji, saya akan menjaga Shila, seperti yang kalian amanah kan kepada saya" ucap Kenzo .


Semua urusan sudah di selesaikan oleh Bram. Kedua jenazah sudah dalam perjalan kembali ke desa. Sesampainya di desa, para warga berhamburan untuk datang ke rumah orang tua nya Shila.


"Ya Tuhan, kenapa semua harus terjadi seperti ini, mereka orang yang sangat baik, hiks...hiks.." tangis salah satu warga yang sangat dekat dengan orang tua Shila


"Apa kalian sudah menghubungi Shila nak?" tanya Bu RT kepada Kenzo dan Bram


"Begini Pak, kami berencana tidak mengabari Shila" ucap Kenzo memberitahukan


"Loh, kenapa nak, mereka sudah lama tidak bertemu, bagaimana nanti perasaan Shila kalau dia tau apa yang sudah terjadi kepada ayah dan ibu nya" ucap Pak RT


"Bukan maksud kami untuk menutup nutupi semua ini dari Shila pak, hanya saja beberapa waktu lalu, Shila mengalami kecelakaan, dia mengalami amnesia sementara, bahkan Shila harus kehilangan calon bayi nya, karna keadaan Shila yang belum benar benar pulih makanya kami tidak mengajak Shila untuk datang kemari" ucap Kenzo menjelaskan


"Dan untuk itu juga, maksud kedatangan kami kesini, yang ingin menjemput orang tua Shila, tapi takdir berkata lain" ucap Kenzo lirih

__ADS_1


"Kasihan sekali nasib keluarga mereka" ucap Bu RT


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


Di negara Paris, Shila sedang malas malas nya melakukan pekerjaan.


"Yah, kok aku males banget ya" ucap Shila


"Mau ngapa ngapain pun males, kok seperti ini sih, ka Kenzo juga tidak ada mengabari" ucap Shila


"Tok...tok" suara ketukan pintu


"Tok...tok" suara ketukan pintu


"Ya tunggu bentar" teriak Shila dari dalam kamar dan membuka pintu kamar nya


"Eh Tante, ayok masuk dulu Tan" ucap Shila mempersilahkan mami Kenzo masuk ke dalam kamar nya


Mami Kenzo dan Shila pun duduk di sofa yang ada di kamar itu.


"Kamu kok belum turun ke bawah nak?" tanya mami Kenzo heran, karna biasanya Shila itu adalah orang yang paling aktif di mension itu


"Shila tidak kenapa napa kok Tan, Shila hanya males aja. Gak tau karna apa" ucap Shila


"Kamu bosen?" ucap mami Kenzo


"Mmm, gak tau Tan" ucap Shila lesu


"Kamu mau ikut Tante gak?" tanya mami Kenzo


"Kita mau kemana Tan?" tanya Shila


"Kita makan di restauran aja, gimana menurut kamu?" tanya mami Kenzo


"Tapi Shila belum laper Tan" ucap Shila kurang menyetujui permintaan mami Kenzo


"Gimana kalau kita ke zoo?" tanya mami Kenzo


"Ke zoo, boleh Tan, boleh, Shila pengen jalan jalan aja" ucap Shila sangat girang

__ADS_1


"Ya sudah kamu siap siap dulu ya, tapi sebelum itu kita makan dulu ya, itu bi Marni sudah masak banyak" ucap mami Kenzo senang melihat Shila sudah kembali ceria


"Ya Tan, kalau gitu Shila mandi aja dulu" ucap Shila


"Ya nak,, Tante keluar dulu" ucap mami Kenzo dan di balas anggukan oleh Shila.


Kepergian mami nya Kenzo, Shila langsung bersiap siap, mandi, memilih pakaian mana yang menurut nya cocok untuk nya, memakai make up yang sangat tipis supaya tidak mencolok. Satu jam sudah berlalu, Shila sudah selesai bersiap siap. Shila pun keluar dari dalam kamar nya dan turun untuk menemui mami nya Kenzo.


Di ruang tamu, Shila melihat mami Kenzo, dan bibi Marni sudah berpakaian rapi, berarti bibi Marni ikut juga dong untuk jalan jalan. Melihat itu Shila sangat senang.


"Halo Tan, halo bi" sapa Shila dengan riang dan tersenyum


"Halo nak, wah kamu cantik Shil" ucap mami Kenzo memuji Shila


"Ya non, nona Shila canti banget" ucap bibi Marni yang ikut ikutan memuji kecantikan Shila


"Ih, Tante sama bibi buat Shila malu aja deh" ucap Shila menundukkan kepala nya karna wajah nya sudah memerah menahan malu


"Haha, kamu bisa aja Shil, ya sudah yok, kita makan dulu" ucap mami Kenzo mengajak Shila dan bibi Marni makan.


Di meja makan, bibi Marni dengan gesit menyiapkan makanan untuk mereka bertiga, karna papi Kenzo sedang tidak ada di mension. Mereka makan dengan nikmat dan hikmat.


"Hum, Shila kenyang deh" ucap Shila


"Syukur kalau semua bisa kenyang, masih banyak orang di luaran sana yang belum makan non" ucap bibi Marni mengucap syukur


"Ya bi, apa yang bibi ucapkan sangat lah benar, Kita harus bisa mensyukuri apa yang kita peroleh hari ini, apa yang kita makan hari ini, enak tidak enak nya makanan yang kita makan, kita harus tetap bersyukur" ucap mami Kenzo dengan sangat bijak


"Ya nyonya" ucap bibi Marni tersenyum


"Ya Tan" ucap Shila tersenyum yang ikut juga menyetujui perkataan mami nya Kenzo


Bekas makan yang sudah selesai mereka pakai, Shila, bibi Marni, mami Kenzo pun sudah bersiap siap untuk pergi ke zoo.


"Pak Reka, mobil sudah siap kan?" tanya mami kenzo kepada Reka


"Sudah nyonya, semua sudah beres" ucap Reka dengan senang


"Apa kita berangkat sekarang nyonya?" tanya Reka dengan polos nya .

__ADS_1


"Aduh, Reka Reka, ya jelas lah kita mau berangkat sekarang, apa kamu gak bisa melihat kita sudah berdiri disini, menenteng tas juga, berpakaian cantik, kalau belum mau berangkat sekarang, kapan lagi?" ucap bibi Marni dengan nada kesel yang di balas gelak tawa dari mami Kenzo dan Shila


__ADS_2