
"aku harus bagaimana, aku harus nyari uang kemana lagi?" ucap Shila menangis.
"apa aku pinjam sama bang Felix aja yah, tapi kalau dia sampai tau keadaan Yuhera dia pasti bakalan kasih tau sama papa dan mama" ucap Shila bingung..
Sepuluh menit sudah dia bergelut dengan pikiran nya, dan tekadnya pun akan meminjam uang pada sahabat suaminya itu.
"aku pinjam sama bang Felix aja, ini semua demi kebaikan bang Yuhera" ucap Shila
*ttttt....tttt....ttt*
"kok ga diangkat sih" ucap Shila khwatir.
*ttt...ttt...tttt*
"halo, ini siapa ya?" ucap Felix di seberang telpon
"maaf bang, ini Shila" ucap Shila
"oh ya, kenapa Shila?" tanya Felix yang sedikit bingung
"begini bang, boleh gak, kalau Shila pinjam uang Abang 55 juta" ucap Shila
"banyak banget, kalau boleh tau uang itu untuk apa Shil? bukan kah kamu lagi bulan madu dengan Yuhera? kamu kan bisa minta uang ke dia" ucap Felix
"ya bang, kami memang sedang bulan madu, tapi Shila butuh banget uang itu bang, bang Yuhera mengalami kecelakaan dan harus diadakan operasi bang, tapi Shila gak punya uang" ucap Shila menangis
orang di seberang telpon, mendengarkan itu sangat terkejut.
"Yuhera kecelakaan?jadi sekarang bagaimana keadaan nya?" ucap Felix dengan pertanyaan yang beruntun.
"bang Yuhera sampai sekarang belum sadar bang, dan dokter mengatakan harus dilakukan operasi secepatnya, kalau nggak, bang Yuhera akan kehilangan nyawanya bang" ucap Shila menangis dan menjelaskan
"yaudah, Abang kirimin uang nya sekarang yah, kamu kirim aja no rekening mu, besok aku, Viktor sama Tito bakalan kesana, dan pastikan kamu juga harus menjaga kesehatan mu" ucap Felix .
"baik bang, makasih banyak ya bang, tapi bang, Shila mohon, jangan papa sama Mama Yuhera tau keadaan kami disini, Shila gak mau mereka sampai sakit" ucap Shila memohon
"baik Shil, kamu tenang aja, yaudah Abang matikan telpon nya yah" ucap Felix
"baik bang" ucap Shila, dan setelah itu panggilan telpon pun berakhir.
__ADS_1
"akhirnya uangnya sudah dikirim sama bang Felix, sebaiknya aku langsung ke bagian administrasi" ucap Shila setelah mendapatkan pesan mbanking.
sedangkan di Indonesia, Felix pun mengabari teman temannya dengan hati yang sangat kacau.
*GRUP WHATSAPP GENK SI GANTENG MAUT*
Felix : gengs, besok kita otw Paris
Tito : ngapai? Lo mau ngajak kita liburan? maaf yah, gua sibuk banget nih
Felix : yaelah, Lo apaan sih, siapa juga yang mau ajak Lo liburan, Yuhera kecelakaan disana
Viktor : hah? Lo serius lix? Lo ga lagi bercanda kan?
Felix : ya kagak lah, ngapain juga gue bercanda tentang hal gituan, gue dapat kabar dari Shila, besok katanya Yuhera bakalan di operasi. dan satu hal lagi, loe loe pada jangan ada yang ngasih tau sama keluarga Yuhera yah, nanti mereka jadi kepikiran, itu pesan Shila.
Tito : oke deh kalo gitu, besok kita berangkat pagi aja biar cepat sampai sana, kasian juga kan Shila sendirian disana
Felix dan Viktor : oke setuju
Sedangkan di negara Paris, Shila sedang sibuk mengurus administrasi supaya proses operasi nya dapat berjalan dengan lancar.
"kalau boleh tau atas nama siapa ya mbak" ucap Suster itu
"atas nama Yuhera Ardhani sus" ucap Shila
"baiklah, untuk biaya operasi senilai Rp. 55.000.000, dan silahkan ibu mengisi data data suami ibu" ucap suster itu sembari memberikan berkas pengisian data data
"baik sus" ucap Shila yang menerima kertas itu
Setelah menyelesaikan administrasi tersebut, Shila menyerahkan kertas itu dan dia segera kembali keruangan suaminya.
"maaf sus, ini data datanya sudah selesai" ucap Shila menyerahkan kertas tersebut.
"baik Bu, untuk jadwal operasi pasien akan dilaksanakan besok jam 7.00 ya Bu" ucap suster itu memberitahukan jadwal operasi pasien. .
"baik sus, terimakasih, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Shila
"baik Bu, silahkan" ucap suster itu kembali.
__ADS_1
Sesampainya di depan ruangan Yuhera, Shila takut masuk ke dalam, mengingat perlakuan kasar Yuhera, dan dia tidak mau mendengar kemarahan Yuhera lagi,.
"apa aku masuk saja ya?" ucap Shila bingung.
"yaudah deh aku masuk aja, toh bang Yuhera juga belum sadar" ucap Shila dan langsung melangkah ke dalam ruang tempat Yuhera di rawat.
"bang, Abang harus cepat sadar yah, aku takut disini sendirian, aku ga tau tempat disini, aku juga gak punya uang sama sekali" ucap Shila menangis.
"bang maaf yah, makanan yang aturan untuk Abang jadi aku makan sendiri, aku ga punya uang soalnya beli makan, jangan marahin Shila yah" ucap Shila lagi.
"bang besok Abang akan di operasi, Abang harus sehat setelah itu ya,biar Abang puas marahin aku lagi" ucap Shila menangis.
waktu terus berputar. Pagi ini adalah jadwal operasi Yuhera. Tito, Felix, Viktor, sudah sampai di rumah sakit tempat dia dirawat, dan mereka sama dengan Shila menunggu di luar rawat operasi.
"Shil, Lo udah siap di operasi?" ucap Felix, yah mereka sudah tau, bahwa yang mendomor ginjal nya untuk Yuhera ialah Shila.
"sudah bang, 10 menit lagi Shila juga sudah masuk ke ruang operasi, doain Shila yah biar semuanya lancar, biar bang Yuhera kembali sehat" ucap Shila tersenyum padahal hatinya sudah merasa cemas.
"tenang aja, kita kita semua bakalan doain kalian, biar kita bisa sama sama berkumpul lagi, Lo harus semangat di dalam sana" ucap Viktor
"ya bang, kalau Gitu Shila masuk dulu ya" ucap Shila.
"ya Shil" ucap mereka bersama sama. setelah itu, Shila pun masuk ke dalam ruang operasi.
Didalam ruang operasi, para dokter sudah mulai melaksanakan apa yang seharusnya mereka kerjakan. detik, menit, jam sudah menunjukkan bahwa operasi sudah selesai dilaksanakan setelah 5 jam berlalu.
"dok, gimana keadaan teman kami?" ucap Felix khawatir
"keadaan pasien yang laki laki sudah dalam keadaan sehat, dan tinggal menunggu pasien sadar" ucap dokter itu
"syukurlah" ucap Tito, Felix, dan Viktor serempak.
"tapi dok, keadaan teeman kami yang perempuan bagaimana?" tanya Tito
"maaf, kami sudah melakukan yang terbaik, tapi keadaan pasien yang mendonorkan ginjal nya sekarang mengalami koma". ucap dokter itu hati hati
"apa dok? kenapa bisa?" ucap Victor khawatir. .
"begini, sebelum kami melakukan operasi, kami terlebih dahulu memeriksa kesehatan pasien, dan ternyata pasien sedang mengandung, dan kami sudah sempat melarang pasien untuk mendonorkan ginjal nya, tapi pasien bersikukuh untuk tetap melaksanakan operasinya" ucap dokter itu memberitahukan apa yang sudah terjadi di dalam ruang operasi tersebut
__ADS_1