Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 77


__ADS_3

Kenzo dengan perasaan nya yang sangat khawatir, langsung bergegas menuju bandara, tanpa menunggu mami dan papi nya. setelah menunjukkan tiket, paspor dan surat-surat lainnya tentu melangkah menuju pesawat yang akan membawa diri nya ke negara Paris.


"Pasti Shila memikirkan sesuatu, makanya ia bisa terjatuh dari tangga. Apa mungkin mantan suami nya mengganggu Shila lagi? kalau memang benar, lihat saja aku gak akan tinggal diam" batin Kenzo dengan emosi.


Singkat cerita saja, Kenjo sudah sampai di negara Paris, dan langsung masuk ke dalam mobil, dimana sebelumnya Kenzo sudah memberitahukan kepulangan nya kepada Reka.


"Kita langsung ke mension atau gimana tuan? tanya Reka


"Kita langsung ke rumah sakit tempat Shila di laut saja" ucap Kenzo dingin


"Baik tuan" ucap Reka dan langsung menyetir mobil nya.


Mobil yang dikendarai oleh Reka akhirnya berhenti di depan rumah sakit tempat Shila di rawat. Reka langsung menunjukkan arah tempat Shila berada.


"Silahkan masuk tuan" ucap Reka setelah sampai di depan kamar rawat Shila


"HM" jawab Kenzo dengan nada dingin


"tuan" ucap bi Sarma menundukkan kepala nya dengan sopan


"Bibi keluar dulu tuan" ucap bi Sarma permisi dan di balas anggukan kepala oleh Kenzo


"Shila, apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Kenzo lembut yang langsung duduk di samping Shila yang sedang berbaring


Shila yang melihat Kenzo, bukan nya menjawab, melainkan hanya bengong saja. Karena memang saat ini, Shila tidak lah mengenal siapa lelaki tampan yang sedang duduk di hadapan nya.


"Kamu sudah makan?" Tanya Kenzo lagi


"Kamu siapa? Apa kamu kenal sama aku?" Tanya Shila dan di balas anggukan kepala oleh Kenzo


"Ya, tentu saja aku kenal, makanya kakak ada disini. Oh ya, kata bibi kamu jatuh dari tangga, makanya kamu mengalami amnesia sementara. Kamu tenang saja, kakak akan bantu dan jaga kamu terus, supaya ingatan kamu cepat kembali" ucap Kenzo panjang kali lebar.


"Nama kakak Kenzo, kamu harus ingat itu ya" ucap Kenzo lagi dengan lembut


"Ya kak" ucap Shila dengan anggukan kepala


"Ya sudah, kamu istirahat ya, supaya kamu cepat sehat" ucap Kenzo

__ADS_1


Melihat Shila yang sudah mulai memejamkan mata nya, Kenzo dengan segera langsung menghubungi asisten nya Bram.


"Drrrt...drrrt..." nada dering pertama


"Drrrt ..drrrt.." nada dering pertama.


"Bram kemana sih, lama banget menerima panggilan gue, awas aja ya, kalau sibuk bukan karna kerjaan, siap siap aja gue potong gaji nya" ucap Kenzo dengan nada kesal


"Drrrt...drrrt" panggilan kedua


"Drrrt. ....drrrt" dan langsung di terima oleh asisten nya Bram


"Halo tuan" ucap Bram dari seberang telpon


"Kamu dari mana aja Bram? kenapa mulai tadi saya hubungi gak langsung kamu jawab, hah?" ucap Kenzo membentak Bram


"Maaf tuan, tadi saya sedang mengantarkan berkas ke kantor Mr. Lone, HP saya ketinggalan di kantor tuan" ucap Bram gugup


"HM, alasan" ucap Kenzo kesal


"Baik tuan, akan saya kabari secepat mungkin" ucap Bram dan panggilan itu pun langsung berakhir.


Kenzo berjalan ke arah brankar, dimana Shila sedang tidur. Kenzo dengan lembut mengelus rambut panjang milik Shila.


"Kamu tenang saja Shil, Kakak mulai sekarang akan selalu menjaga kamu, dan gak akan biarkan kamu terluka lagi" ucap Kenzo setelah nya dia pun langsung melangkah keluar ruangan untuk menemui bi Sarma dan Reka.


Di luar ruangan, bi Sarma dan pak Reka sedang duduk menunggu tuan nya keluar. Mereka berdua sangat lah gugup takut mereka akan di marahi oleh tuan nya. Sakin gugup nya, mereka tidak menyadari, bahwa Kenzo sudah berdiri tegap di samping mereka dengan tatapan mata yang sangat tajam.


"Ekhhm" deheman Kenzo


"Tu...tuan" ucap bi Sarma dan pak Reka dengan gugup


"Ceritakan, kenapa Shila bisa jatuh dari tangga, apa kalian tidak menjaga Shila selama saya pergi dari mension? Bukan nya saya sudah menyuruh kalian untuk tetap stay menjaga Shila?" ucap Kenzo dingin dengan mencerca berbagai pertanyaan untuk bi Sarma dan pak Reka


"Bahkan mami juga sudah menyuruh kalian untuk selalu menjaga Shila" bentak Kenzo


"Maaf tuan, saat nona Shila terjatuh dari tangga, saya sedang berjaga di depan mension tuan, sungguh saya tidak tau apa apa tuan, maafkan saya tuan yang sudah sangat teledor" ucap Pak Reka takut dan gugup..

__ADS_1


"Maafkan saya juga tuan muda. Saya sungguh sangat teledor, tadi saat saya memanggil nona untuk turun, nona hanya menjawab singkat saja tuan, bahkan saya juga sudah menawarkan untuk mengantar kan makanan untuk nona, tapi nona menjawab biar nona aja yang turun ke bawah tuan" ucap bi Sarma menangis


"Nona seperti nya sedang banyak pikiran tuan, karna semenjak kepergian tuan muda, beserta dengan nyonya besar dan tuan besar, nona Shila banyak melamun tuan, bahkan makan saja sangat sedikit" ucap bi Sarma


"Banyak pikiran?" ucap Kenzo menautkan kedua alis nya


"Ya tuan, kemarin malam nona Shila sempat mengobrol dengan saya tuan, nona Shila terus bertanya apakah tuan muda ada menghubungi saya atau tidak, waktu saya jawab, bahwa tuan muda tidak ada menghubungi saya, nona malah melamun dan sempat menangis tuan, saya juga tidak tau kenapa" ucap bi Sarma


"Loh, kenapa kamu tidak langsung menelpon saya?" tanya Kenzo


"Bukan saya tidak mau menghubungi tuan muda, hanya saja saya berpikir bahwa tuan muda dan keluarga besar tuan, sedang sibuk mengurus acara pernikahan sepupu tuan, tapi , nona Shila juga melarang saya karna takut mengganggu waktu sibuk tuan" ucap bi Sarma


"Saya tidak sibuk bi, bahkan jika kalian menghubungi saya, saya akan dengan senang hati, karna saya juga menunggu Shila menghubungi saya, sudahlah semua juga sudah terjadi" ucap Kenzo


"sekali lagi kami minta maaf tuan" ucap pak Reka


"HM baiklah, kalian pulang lah ke rumah, biar saya disini yang akan menjaga Shila, nanti kalau ada yang penting saya akan menghubungi kalian"


"Baik tuan" ucap bi Sarma dan pak Reka bersamaan


___-___-___-___-__-_---_-


"Bagaimana Bram? Apa kamu sudah tau tentang Yuhera?" tanya Kenzo langsung setelah Bram sampai di ruang rawat inap Shila


"Sudah tuan, saya sudah menemukan informasi akurat tentang Yuhera ardhani" ucap Bram


"Ceritakan" ucap Kenzo dengan wajah dingin seperti biasa ..


"Yuhera Ardhani, pemilik perusahaan Ardhani corp, yang tinggal di Indonesia, suami dari nona Shila dan yang sebentar lagi akan menikah dengan wanita yang bernama Vania. perusahaan Yuhera juga berada di bawah naungan kita tuan, karna saham kita juga ada di perusahaan itu" ucap Bram yang membuat Kenzo tersenyum licik


__-__--_


Sebelum nya, author minta maaf karna up terlalu lama, karna kesibukan author yang menyebabkan waktu untuk menulis sangat lah minim, di tambah kosa kata yang sudah mulai kurang😁


Author juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pembaca yang sudah setia memberi dukungan, saran maupun komentar, author sangat menghargai dukungan para pembaca karna itu bisa menambah semangat author dalam hal menulis ,


☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2