Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 93


__ADS_3

"Duduk dulu" ucap Kenzo kepada Shila


"Tapi Shila mau menjumpai ayah dan ibu ka, di ruang tamu, Shila rindu ibu" ucap Shila


"Ya duduk dulu makanya" ucap Kenzo lagi


"Ish, nanti aja kakak" ucap Shila tak menuruti perkataan Kenzo dan langsung berlari ke luar kamar.


Sesampainya di ruang tamu, Shila hanya melihat papi Kenzo dan asisten bram sedang duduk. Shila celingak celinguk mengedarkan pandangan nya ke segala penjuru ruang tamu. Tapi tak menemukan keberadaan ayah dan ibu nya.


"Nak, kamu kenapa? Sini duduk sama om, dan Bram" ucap papi Kenzo


"Om, ayah sama ibu Shila mana?" tanya Shila duduk di sebelah kanan papi Kenzo


Mendengar pertanyaan Shila, papi Kenzo dan asisten Bram langsung terdiam. Begitu juga dengan Kenzo yang berdiam diri di dekat mereka duduk.


"Om?" ucap Shila menyadarkan papi Kenzo yang tiba tiba saja terdiam


"Ayah sama ibu Shila kemana?" tanya Shila lagi


"Ka Bram, kakak pasti tau ayah dan ibu Shila kemana kan? Apa mereka ada di depan ngobrol sama Tante?" tanya Shila, sedangkan yang di tanya, bukan nya menjawab malah melihat ke arah Kenzo


"Ya sudah ah, Shila ke depan dulu, pasti ayah dan ibu disana" ucap Shila tersenyum senang dan berlari ke luar rumah dengan wajah yang sangat senang.


Tak menemukan siapa siapa, Shila pun akhirnya masuk ke dalam rumah lagi.


"Kakak" ucap Shila


"Ayah sama ibu mana? Kakak kan kemarin sudah janji sama Shila, mau bawa ayah sama ibu kesini" ucap Shila lagi menahan tangis


"Kita duduk dulu ya" ucap Kenzo membujuk Shila dan akhir nya mau menuruti perkataan nya Kenzo


"Mau tau, ayah sama ibu kenapa tidak ikut kesini?" tanya Kenzo lembut setelah mereka duduk di sofa


"Ya kakak" ucap Shila mengangguk kan kepala nya dengan cepat.

__ADS_1


"Kakak sama Bram, bukan nya tidak pergi ke desa kamu, kakak sama Bram, pergi kok menjemput mereka" ucap Kenzo menjelaskan


"Trus, kalau kakak pergi menjemput ayah dan ibu, sekarang mereka dimana?" tanya Shila lagi gak sabaran


"Mereka tidak ikut" ucap Kenzo


"Apa?" tanya Shila mulai menangis


"Kenapa ayah dan ibu tidak mau ikut sama kakak? Apa mereka tidak mau bertemu dengan Shila kak? Apa mereka tidak rindu sama Shila ya kak? Hiks...hiks" ucap Shila menangis dengan beberapa pertanyaan


"Kamu tenang dulu Shil, biar kakak jelasin semua" ucap Kenzo mengelus lembut punggung Shila


"Ta...Pi kak, Shila sa..ngat rindu kepada ibu dan ayah, hiks..hiks" ucap Shila sesenggukan


"Bram, tolong suruh bibi buat kan minum untuk Shila ya" Pinta papi nya Kenzo


Sementara mami Kenzo sudah berangkat mulai tadi jam 07.00 pagi, untuk menghadiri acara pemasukan rumah teman arisan nya.


"Ya om" ucap Bram beranjak dari tempat duduk nya


"Shil, kamu tenang dulu ya, mau kan, dengerin kakak ngomong dulu?" tanya Kenzo hati hati


"Ayah dan ibu kamu tidak bisa ikut karna mereka sudah meninggal" ucap Kenzo mencoba menjelaskan dengan hati hati


"Apa? Meninggal?" tanya Shila kaget, kenapa Kenzo harus ber kata seperti itu


"Haha, Kaka bercanda kan?" ucap Shila dengan tertawa


"Ya, kakak pasti bercanda karna ayah dan ibu tidak bisa ikut kesini" ucap Shila lagi


"Shil, emang itu kenyataan nya, setelah urusan kakak selesai, kakak sama Bram, langsung pergi ke desa tempat ayah dan ibu kamu berada" ucap Kenzo menjelaskan sedangkan Shila diam mendengarkan semua penjelasan mereka.


"Tapi saat di desa, kami tidak menemukan keberadaan ayah dan ibu kamu. Sampai ada warga yang lewat dari depan rumah, dan memberitahukan kepada kami, bahwa ayah dan ibu kamu, mengalami kecelakaan dan di rawat di rumah sakit" ucap Kenzo


"Ini non, ini air putih nya" ucap bibi yang baru saja datang

__ADS_1


"Ya Bi, makasih ya Bi" ucap Kenzo dan di balas anggukan sendu oleh bibi itu


Melihat bibi itu sudah pergi, Kenzo mulai membuka suara lagi.


"A...ayah dan ibu kecelakaan? Hiks...hiks... Kenapa ayah dan ibu bisa kecelakaan kakak?" tanya Shila


"Kakak juga tidak tau kronologis nya, kakak dan Bram pergi ke rumah sakit yang sudah di beritahukan sama ibu itu, sampai di rumah sakit, memang keadaan ayah dan ibu kamu kritis" ucap Kenzo


"Sebelum ayah dan ibu kamu pergi meninggalkan kita untuk selama nya, ayah kamu ber pesan kepada kakak, untuk selalu jaga kamu" ucap Kenzo


"Harus nya kemarin aku ikut sama kakak, harus aku kemarin gak ikutin kata kakak, hiks...hiks" ucap Shila menangis sambil memukuli dada Kenzo


"Hey, tenang dulu ya, lihat kakak" ucap Kenzo sembari memegang pipi kanan dan pipi kiri Shila


"Bukan maksud apa apa Kakak waktu itu melarang kamu ikut, hanya saja keadaan kamu belum pulih sepenuh nya" ucap Kenzo menenangkan Shila


"Tapi kenapa kakak tidak memberitahukan semua nya kak, kenapa kakak jahat, hiks..hiks" ucap Shila menyalahkan Kenzo


Kenzo terdiam, tidak mampu menjawab perkataan Shila,, karna memang disini, Kenzo juga salah tidak memberitahukan yang sebenarnya kepada Shila. Kenzo melihat papi nya, bermaksud untuk meminta bantuan papi nya.


"Nak, begini ya, dengarkan om baik baik" ucap papi Kenzo dengan lembut


"Kita gak tau, kapan musibah itu akan datang, Kenzo bahkan juga gak tau kejadian itu andai saja dia tidak datang ke desa jemput ayah dan ibu kamu" ucap papi nya Kenzo


"Kenzo juga tidak ingin meninggalkan kamu disini kemarin, hanya saja, kesehatan kamu belum pulih, ke Indonesia itu tidak hanya memakan waktu satu atau dua jam" ucap papi nya Kenzo lagi


"Ta...tapi om, kenapa kakak tidak menghubungi Shila, hiks..hiks" ucap Shila tersedu sedu


"Shila itu pengen lihat ayah dan ibu, Shila itu rindu sama ayah dan ibu, hiks...hiks" ucap Shila lagi


"Begini saja, Minggu depan, kalau kesehatan kamu sudah benar benar membaik, kamu dan Kenzo pergi saja ke Paris, kalian pergi ke desa dan ziarah ke tempat ayah dan ibu kamu" ucap papi nya Kenzo


"Bener kah om? Apa boleh Shila pulang ke desa?" tanya Shila berharap


"Tentu boleh, asal kamu bisa jaga kesehatan kamu, dan asal kamu bisa memulihkan kesehatan kamu dulu" ucap papi nya Kenzo

__ADS_1


"Ya om, Shila pasti akan menjaga kesehatan Shila" ucap Shila dengan cepat dan sudah kembali tersenyum


Melihat Shila yang sudah mulai ceria, Kenzo, Bram dan papi nya Kenzo tentu sangat senang.


__ADS_2