
Sesampainya di mension, Rian pun membangunkan Seina, begitu juga dengan vino yang membanggakan Keyko.
"Hoam, sudah sampai ya" ucap Seina dengan suara serak baru bangun tidur
"Iya, ayo kita masuk" ucap Rian lembut ke Seina.
Sesampainya mereka di ruang tamu, mereka dapat melihat orang tua Rian sedang berbicara dengan seorang perempuan.
"Ma, pa" ucap Rian mengagetkan orang yang ada di ruang tamu.
Mama dan Papa Rian yang melihat kedatangan putra nya segera menghambur memeluknya.
"Kamu kok gak kabarin mama sama papa kalau kamu mau pulang? ucap Mama Rian yang bernama Sri.
"Rin ada urusan makanya Rian pulang ma" ucap Ryan.
"Mama sama papa baik-baik saja kan?" Tanya Rian lagi dan dijawab anggukan kepala oleh Mama dan papa nya Rian.
"Eh ini siapa?" ucap Mama Rian melihat ketiga teman nya Rian yang mulai tadi diam saja.
"Oh iya, ma, Pa, kenalin ini pacar dan teman-teman aku" ucap Rian memperkenalkan Vino, Siena dan Keiko
"Hai om, tan" ucap Seina menyalin tangan mama dan papa Rian
"Kenalin nama aku Seina, pacar nya Rian" ucap Siena memperkenalkan diri nya.
"Wah kamu cantik banget sayang" ucap mama Rian
"Iya kan pa, calon mantu kita cantik kan" ucap mama Riantersenyum
"Iya kamu pintar nak, mencari calon istri" puji papa Rian membuat wajah Seina merona malu.
"Aku Vino Om, Tan. Dan ini Keiko pacar Vino" ucap Vino dan menyalim tangan papa dan Mama Rian begitu juga dengan Keiko.
"Wah kamu cantik banget" ucap Mama Ryan memuji Keiko
"Hehe makasih Tan" ucap Keyko tertawa
"Wah kamu pandai juga ya bahasa Indonesia" puji papa Rian
"Iyalah om, teman ku saja orang Indo" ucap Keyko melihat ke arah Rian, Vino dan Siena membuat yang ada di sana pun tertawa
"Kamu Vino anak nya Herman kan? ucap papa Rian, karena setelah melihat Vino, papa Rian seakan tidak asing melihat wajah nya.
__ADS_1
"Iya Om, apa Om kenal sama papa ku?" ucap Vino dan dibalas anggukan oleh papa Rian.
"Iya, Om sama Herman itu sahabatan mulai dari SMA sampai sekarang. Gimana kabar papa kamu? papa kamu baik kan? Papa kamu itu sudah lama nggak berkunjung ke sini dan nggak nyangka juga ya ternyata anak Om sama anak nya Herman bisa bersahabat, hahaha" ucap papa Rian tertawa.
"Iya Om, Vino saja baru tahu kalau Rian ternyata anak sahabat nya papa aku" ucap Vino juga tertawa.
Pandangan Rian pun langsung tertuju ke arah gadis cantik yang sedang duduk menatap polos ke arah mereka.
"Ya sudah ayo duduk dulux ucap Mama Rian dan mereka pun duduk santai di sofa yang ada di ruang tamu itu.
"Yan, kamu kenapa gak kabari aku kalau kamu mau balik ke sini?" ucap Rian memeluk Yani dan hal itu membuat Seina cemburu
"Iya soalnya aku rindu sama mama, papa, Om sama Tante" ucap Yani membalas pelukan sepupu sekaligus sahabat kecil nya itu.
Hal itu tidak lepas dari pandangan Seina. Di dalam hati, Seina sudah mengolok-olok Rian, karena sudah berani memeluk seorang perempuan di hadapan nya.
"Bang, Seina yang mana?" tanya Yani membisikkan nya ke Rian, hal itulah yang membuat Seina tambah cemburu dan marah. Dia pikir kalau Yani itu sudah berani memeluk dan mencium pacar nya
"Itu yang baju putih" tunjuk Rian ke arah Seina yang membuat Seina semakin bingung.
Melihat itu Yani langsung berlari kecil ke arah Seina dan memeluknya
"Wah kakak ipar sepupu ku cantik sekali" ucap Yani sambil memeluk Seina
"Kamu juga cantik kok" ucap Seina membalas pelukan dengan perasaan lega karena pemikirannya salah
Setelah itu mereka pun berbincang-bincang tentang planning mereka selama liburan di Indonesia.
Singkat cerita, pagi hari telah menyapa di mension, Shila dan Yuhera baru saja bangun dari tidurnya. Shila melihat Yuhera keluar dari kamar mandi.
"Bang, Abang semalam pulang jam berapa?" tanya Shila.
"Jam 11.30 Shil, maaf ya semalam urusan nya lama selesainya" ucap Yuhera
"Gitu ya" ucap Shila megangguk-angguk kan kepala nya
"Kamu mandi ya, biar kita turun ke bawah buat sarapan" ucap Yuhera lembut
"Iya, Abang turun saja duluan. Nanti Shila nyusul" ucap Shila tersenyum lembut.
Setelah mengatakan itu Shila pun pergi melangkah masuk ke dalam kamar mandi dan Yuhera pun bergegas keluar dari kamar.
__ADS_1
Di meja makan sudah tertata rapi makanan. Yuhera pun langsung menyantap makanan nya. Di sela-sela kegiatan dia serapan handphone nya berbunyi. Yuhera menerima panggilan itu setelah melihat siapa yang menghubunginya
"Ya Halo yank" ucap Yuhera menerima panggilan itu
"Apa kamu sudah berangkat ke kantor?" ucap Vania lembut
"Belum, ini masih makan" ucap Yuhera
"Nanti siang kita makan siang sama ya" ucap Vania
"Ya sudah kita ketemu di restoran tempat kita biasa makan" ucap Yuhera
"Iya aku tutup ya telepon nya" ucap Vania lagi
"Iya" ucap Yuhera setelah itu pun panggilan telepon tertutup.
"Ih, Abang kok nggak nunggu Shila sih" ucap Shila memanyunkan bibir nya. Setelah ia baru sampai di meja makan dan melihat Yuhera sudah selesai makan
"Maaf.. maaf" ucapYuhera
"Ya sudah kamu makan ya, ini juga susu sudah dibuatkan sama bibi Marni" ucap Yuhera lembut
"Aku mau makan, tapi harus Abang yang suapin ya" ucap Shila manja
"Maaf ya Shil, tapi aku ada rapat pagi ini" ucap Yuhera
"Kan Abang bisa berangkat kalau aku sudah selesai makan" ucap Shila dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Kamu sarapan sendirian saja ya, abang janji, nanti siang Abang akan pulang buat temani kamu makan" ucap Yuhera yang tentu itu adalah alasan belakanya karena nanti siang dia sudah ada janji bertemu dengan Vania.
"Nggak ah, Shila nggak mau. Nanti saja aku makan kalau Abang sudah pulang' ucap Shila sudah mulai menangis
"Ya sudah, ya sudah kamu makan ya biar abang yang suapin" ucap Yuhera mengalah membuat mata Shila berbinar-binar
"Yeay" ucap Shila yang membuat Yuhera melihat itu tersenyum.
Yuhera pun menyuapkan nasi dan ikan ke mulut nya Shila. Iya Shila harus makan makanan yang bergizi untuk kesehatan nya dan calon anak nya. Karena Shila sedang mengandung. Selesai memakan makanan nya Shila pun meminum susu coklat khusus untuk susu hamil.
Selesai menemani Shila makan, Yuhera pun berangkat ke kantor.
"Shil, Abang berangkat ke kantor dulu ya" ucap Yuhera mencium dahi Shila
__ADS_1
"Ya, Abang hati-hati ya" ucap Shila tersenyum
"Ya" Ucap Yuhera membalas senyuman Shila, setelah itu Yuhera pun pergi mengendarai mobilnya.