
"hahah kamu tenang aja yank, aku ga bakalan duain kamu kok, dan kamu tenang aja, aku akan balaskan dendam kamu dengan cara ku sendiri" ucap Yuhera santai
"yaudah yuk, kita jalan jalan, tapi yank, aku mau ke mall, aku mau belanja, baju aku sudah pada burik semua" rengek Vania manja
"apa aja untuk mu sayang" ucap Yuhera.
Setelah kepergian Yuhera dan Vania tinggallah Shila sendirian di dalam kamar, dimana dia mulai tadi selesai acara makan terus menangis dikarenakan sikap dan perbuatan suaminya Yuhera.
Seakan akan dunia mempermainkan dia, pada mulanya orang yang sangat baik, pada masanya akan jahat pada dia. Sahabat dan suami sama saja pperlakuan nya, di awal memperlakukan nya seperti ratu, di akhir memperlakukan nya sama seperti dengan sampah.
"aku ga berharap dari pernikahan ini, tapi aku harus bertahan, aku gak mau mengingkari janji ku semasa kecil, dan dimana saat dia menyuruh aku pergi, makan disitu lah aku rela melepas janji masa kecil ku" gumam Shila di iringi dengan asik tangis nya.
"HM, seperti nya mereka itu sudah pergi, ini saatnya aku harus membersihkan rumah, biar kalau mereka pulang, mereka ga bakalan marahin aku" ucap Shila dan beranjak pergi menuju arah dapur.
Detik, Menit, jam silih berganti. hari sudah menunjukkan bahwa hari sudah menunjukkan siang hari, dan tidak ada pertanda akan kepulangan dua orang yang pergi siang hari tadi.
."huh, sebaiknya aku sudahi dulu bersih bersih nya, aku harus siapkan makan siang, kalau nggak, nanti aku akan di marahin lagi" ucap nya lalu menyimpan semua peralatan yang digunakan nya saat bersih bersih tadi.
"yang ada di kulkas hanya ada telur dan bahan untuk membuat sambal, aku akan masak yang ada saja, dari pada ga ada sama sekali" ucap nya pergi ke arah dapur.
Tak lama dari itu Shila sudah selesai masak, dia pun menyiapkan piring, gelas, jus, nasi, lauk yang sudah di masak di atas meja makan.
"kok mereka belum pulang yah, apa aku harus menunggu mereka, kan aku udah lapar banget" ucap Shila dengan mata berkaca kaca. Tanpa sepengatuhan nya, Yuhera dan Vania sudah berada di ruang tamu dan hendak menuju ruang makan.
"heh, cewek kampung Lo masak apa?" ucap Yuhera membuat Shila terkejut. .
"eh, kalian udah pulang, aku hanya masak seadanya saja, hanya telur sambal, karna cuman itu yang ada di dalam kulkas" ucap Shila dengan kepala menunduk karna takut
"hah? Lo kasih kita makan ini?, prang!!!!" ucap Vania melempar piring yang berisi telur itu ke lantai
"yuk yang, kita makan di luar saja, aku udah lapar nih" ucap Vania manja
__ADS_1
"tentu sayang, dan Lo, jangan lupa bersihkan ini semua " ucap Yuhera membentak dan menunjuk wajah Shila, setelah itu pun mereka pergi meninggalkan Shila.
"Ya Tuhan, kenapa nasib aku harus seperti ini, salah aku apa?" ucap Shila menangis dan memungut telur yang sudah bercecer di lantai.
"ini masih bersih, aku makan ini saja, aku udah lapar, kalau aku makan diluar kan, aku ga punya uang" ucap nya.
Seminggu sudah berlalu dari kejadian itu, Vania yang sudah kembali ke London, Yuhera yang sangat sibuk dengan pekerjaan nya, tiba tiba di telpon oleh papa dan mama nya.
*ttt....ttt.....tttt* anggap saja suara dering telponπ π π π
"ya, halo pa" ucap Yuhera setelah menjawab panggilan telpon itu
"kamu sudah tau kan, kalau 3 hari lagi kalian akan bulan madu? kamu sudah mengabari Shila kan?" ucap Ardhani to the point
"pah, bisa ga sih, gak trus membahas itu, aku bosan dengarnya, lagian Yuhera kan masih banyak pekerjaan di kantor pa" ucap Yuhera dingin, karna sudah berulang kali papa nya itu mengingatkan hal itu
"masalah perusahaan kamu titip sama Viktor, Felix, dan Tito. mereka bisa mengurus semua itu, atau jangan jangan kamu masih menjalin hubungan dengan Vania kan?" ucap Ardhani tegas.
"dasar anak itu, dia gak bisa menghargai orang tua nya hanya untuk membela perempuan yang ga baik" ucap Ardhani.
"sudah lah pa, kalau terjadi dengan pernikahan mereka suatu saat kita bakalan kasih dia hukuman" ucap Sarah
"kamu benar ma, mulai sekarang kita ga perlu urus pernikahan mereka, tapi satu hal yang harus kita ingat, kita harus tetap peduli dengan Shila" ucap Ardhani tegas
"ya pa" ucap Sarah mengakhiri obrolan mereka.
Di apartemen, Yuhera yang baru saja pulang, langsung menghampiri Shila yang tidur di sofa. .
"heh, Lo bangun" ucap Yuhera menarik kasar rambut Shila.
"aduh sakit" keluh Shila karna dia sangat terkejut dan menahan sakit karna terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"haha, bagus ya, Lo ke enakan tidur, sedangkan gue disini kerja" ucap Yuhera sinis.
"maaf" ucap Shila dengan mata berkaca kaca dan menahan nyeri di perut nya yang sedang sakit karna dia tidak makan sudah dua hari, karna bahan masakan di dapur sudah tidak ada, dan dia tidak mempunyai uang sedikit pun.
"hmm, Lo dengar baik baik, 3 hari lagiz kita akan pergi ke Paris, jadi Lo, harus siapkan semua barang barang yang akan di bawa" ucap Yuhera
"bukan nya kamu akan pergi bersama Vania?" ucap Shila
"gak, dia sudah balik ke London, dan Lo ikut sama gue, karna ini permintaan papa" ucap Yuhera.
"yaudah" ucap Shila, setelah itu Yuhera pergi ke kasur meninggalkan Shila yang sedang menahan sakit. .
Shila pergi ke luar kamar, dan menuju dapur untuk mengambilkan minum, di dapur dia menangis sejadi jadinya karna memikirkan jalan hidupnya yang sangat hancur dan menyedihkan.
"ayah, ibu, Shila mau pulang, Shila sudah ga tahan, Shila lapar" ucap Shila menangis ..
Dia pun meminum banyak air putih untuk mengganjal perutnya yang kosong, sama halnya seperti yang di lakukan nya dua hari terakhir ini.
*skip*.
Hari ini, adalah hari dimana yang sudah di tunggu tunggu oleh dua keluarga yang saling besanan, yaitu hari dimana anak anak mereka akan pergi bulan madu
"nak, kamu jaga Shila di sana , jangan sampai ada yang terjadi dengan menantu ku" pesan Ardhani
"ya pa" ucap Yuhera
"mama titip menantu mama" ucap Sarah.
"ya mama sama papa tenang aja, Yuhera akan jagain Dia disana" ucap Yuhera santai, dan tanpa sepengatuhan mama papa nya, hal ini lah yang akan membuat penderitaan Shila dimulai.
"yaudah Shila dan Yuhera berangkat sekarang ya pa ma, biar disana ga sampai kemalaman" ucap Yuhera.
__ADS_1
"yaudah ,kalian berangkatlah, oh ya Shil, kamu jaga kesehatan disana yah, cepat kasih kabar baik buat papa dan mama" ucap Ardhani memeluk dua anak nya itu