Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 33


__ADS_3

Yuhera yang mendengar itu tertegun. Dia tidak dapat membayangkan bagaimana Shila dapat bertahan hidup seorang diri di sana.


"waktu pertama kenal mereka, karna Shila lagi butuh banget pertolongan"


"Pertama bertemu dengan mereka itu, waktu Shila lagi jalan mau cari tempat mau jual cincin. Terus kan disana itu kan orang orang pada ga tau bahasa Indonesia, apalagi aku yang ga ngerti bahasa mereka, hehe😁," ucap Shila cengengesan


"Nah, sampai disana kan, aku menyapa mereka, eh, mereka tau bahasa aku, ya sudah aku minta tolong sama mereka. Dan dengan baik hati nya mereka mau menolong aku" ucap Shila lagi.


"Cincin apa yang kamu jual?" ucap Yuhera


Mendengar pertanyaan Yuhera, Shila langsung tertunduk karena dia takut akan tatapan mata Yuhera yang sedang melihatnya.


"Maafin Shila bang, Shila sudah jual cincin yang Abang kasih waktu kita nikah" ucap Shila gemetaran dan sudah mengeluarkan air matanya.


"Shila saat itu ga punya uang sama sekali buat makan dan minum😭, bahkan Shila juga harus memikirkan bagaimana keadaan Shila yang sedang mengandung waktu itu, maafin aku bang" ucap Shila menangis karena takut Yuhera akan memarahi nya.


Melihat Shila yang sudah menangis dan mengakui akan kesalahan nya, Yuhera langsung mendekap tubuh langsing istri nya itu.


"Sekali lagi maafin aku yah, karena aku kamu harus mengalami kesulitan disana" ucap Yuhera merasa bersalah.


"Abang gak marah sama Shila?" ucap Shila yang masih sesunggukakan.


"Gak kok, Abang ga marah, nanti kita beli cincin lagi yah" ucap Yuhera mengelus rambut istri kecil nya itu.


Mendengar itu Shila pun tersenyum.

__ADS_1



Dua bulan setelah kejadian itu, kabar bahagia telah mengelilingi keluarga kecil Yuhera dan Shila. Kabar dimana Yuhera dan Shila sebentar lagi akan dikaruniai seorang bayi. Yah, setelah berusaha akhirnya Shila pun mengandung lagi. Dan dia berjanji akan menjaga kandungan nya sebaik mungkin.


"Kamu harus jaga diri baik baik ya sayang, pokoknya kamu gak boleh kelelahan, kalau kamu mau sesuatu kamu tinggal bilang sama suami kamu yah" ucap mertuanya yang tak lain adalah Sarah.


"Ya ma, Shila akan ingat baik baik kok nasihat Mama" ucap Shila setelah mendapatkan elusan di rambut dari mertua tersayang nya.


"Oh ya Ra, apa setelah kalian mengetahui bahwa Shila sedang mengandung, kalian akan tetap tinggal di mension?" ucap Ardhani.


"Ya yah, kami akan tetap tinggal di mension kami" ucap Yuhera tenang


"Apa gak sebaiknya disini aja nak? Di sini kan banyak yang menjaga Shila, jadi jika sewaktu waktu kamu pergi bekerja kan, Shila ada teman nya" ucap Mama Sarah.


"Tidak perlu ma, nanti kalau aku pergi kerja, Shila bisa kok aku antar kesini" ucap Yuhera lagi..


"Baiklah kalau itu yang kalian mau, yang penting kamu Shila jaga kandungan kamu baik-baik dan kamu harus bisa menjaga diri kalau Yuhera tidak ada di samping kamu. Ingat pesan mama baik-baik" ucap Sarah.


"Iya, mama tenang aja. Shila akan jaga diri baik-baik kok" ucap Shila tersenyum.


""Kamu ingatkan tentang pesan mertua kamu, kamu jangan sampai menyakiti Shila lagi dan jika sampai papa tahu kamu menyakiti Shila papa akan menyetujui apa yang pernah dikatakan mertua kamu sama kamu. Jangan kecewakan kami lagi sebagai orang tuamu karena kesalahan yang dulu kamu perbuat itu sudah sangat sulit untuk dimaafkan apalagi nanti jika kamu akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Ingat pesan papa" ucap Ardhani memberi nasehat kepada anak semata wayangnya itu


"Iya papa, Yuhera ingat kok apa yang dikatakan sama mertua Yuhera, jadi papa tenang aja. Yuhera tidak akan melakukan kesalahan yang kedua kalinya untuk menyakiti Shila apalagi Shila sekarang sedang mengandung anak Yuhera" ucap Yuhera santai


"Ya sudah kalau seperti itu, kami pulang dulu ya ma, pa. Rencana besok kami mau ke desa tempat ayah sama ibu tinggal. Kami akan memberitahukan kabar baik ini kepada mereka juga dan rencana kami juga akan menginap di sana. Kami tidak bisa menginap di sini karena besok kami akan cepat berangkat, supaya Shila nggak kelelahan" ucap Yuhera

__ADS_1


"Loh, loh, kenapa kalian ggak menginap di sini? Kan sama aja kalian besok bisa juga berangkat dari sini. Apa bedanya sih" ucap Sarah melihat Shila


"Iya bang, apa nggak sebaiknya kita menginap di sini saja? Kan sama saja kalau kita berangkat dari sini" ucap Shila.


"Kalau kita berangkat dari sini pakaian kita kan nggak ada, jadi kita harus pulang ke Mension. Supaya kita bisa mempersiapkan barang yang mau kita bawa untuk besok" ucap Yuhera


"Oh iya ma, benar yang dikatakan sama bang Yuhera, baju kami kan nggak ada di sini" ucap Shila menenangkan Mama mertuanya itu dengan cara mengelus pelan punggung tangan Sarah


"Ya sudah kalau seperti itu. Kalau kalian mau pulang, hati-hati di jalan, nggak perlu ngebut dan kalau nanti kalian mau berangkat ke desa kalian juga harus berhati-hati dan jangan lupa mengabari mama dan papa supaya mama tidak khawatir sama keadaan kalian. Apalagi kalian membawa calon cucu Mama" ucap Sarah.


"Iya ma, mama tenang saja. Yuhera besok akan mengabari Mama kalau kami sudah sampai di desa. Ya udah kalau seperti itu Yuhera sama Shilaa pulang dulu ke mension kami. Supaya kami tidak kemalaman dan supaya Shila bisa langsung istirahat" ucap Yuhera


Setelah Yuhera dan Shila berpamitan, mereka pun beranjak keluar dari mension itu dan langsung masuk ke dalam mobil yang akan dikemudikan oleh super Yuhera.


Sesampainya mereka di mension, Shila pun langsung masuk ke kamarnya untuk istirahat. Sedangkan Yuhera masuk ke dalam ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda tadi di kantor.


"Ya sudah, kamu masuk duluan aja ke kamar ya. Kamu langsung tidur nggak perlu menunggu Abang, nanti kalau pekerjaan Abang sudah selesai Abang akan langsung menyusul kamu ke dalam kamar" ucap Yuhera mengelus rambut istrinya itu setelah itu dia pun pergi ke ruang kerjanya


Di dalam ruang kerjanya Yuhera pun menghubungi seseorang yang tak lain adalah sahabatnya. Diaa meminta Victor untuk mencari tahu keberadaan Vania sekarang dan apa yang dilakukan oleh mantan kekasihnya itu.


"drrrt....Drrrtt..."


"drrrt....Drrrtt...." (dan panggilan telpon pun sudah diterima di seberang sana).


"Halo Vic" ucap Yuhera memulai percakapan

__ADS_1


"Ya ada apa Ra? Apa ada yang penting? kenapa kamu menelepon aku malam-malam seperti ini?" ucap Victor.


__ADS_2