
"Tante sama om itu baik banget ya" ucap Keyko setelah mereka sudah ada di dalam mobil
"Ya, aku saja yang baru kenal mereka sudah langsung suka, beruntung banget ya jadi Shila dapat mertua kayak Tante sama om itu" ucap Seina membayangkan kembali pertemuan nya dengan mama dan papa Yuhera.
"HM, HM" ucap Rian dingin
"Eh kamu kenapa yank? nih minum dulu" ucap Seina menyodorkan satu botol Aqua kepada Rian.
Keyko dan Vino yang melihat kecemburuan di mata Rian hanya bisa tersenyum tak jelas melihat ke dua teman nya itu.
"Aku itu gak mau minum" ucap Rian dingin
"Lah, kan kamu tadi haus, kok sekarang kamu gak mau minum sih" ucap Seina kesal
"Terus sekarang kok kamu jadi dingin cara bicara nya, kayak nya tadi kamu selalu tersenyum deh" ucap Seina lagi
"Sudah lah, ayo turun, kita sudah sampai di rumah nya Shila" ucap Rian lagi, dan Seina tentu tak menyadari bahwa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di halaman rumah Shila
Rian, Vino, Seina dan Keyko akhirnya turun dari mobil itu. Mereka memandang sangat takjub melihat rumah Shila yang sangat cantik dan lebih besar dari mension milik Ardhani.
"Wah rumah nya besar banget" ucap Seina dan Keyko secara bersamaan
"Ih, ga perlu sampai seperti itu, yuk buruan masuk" ucap Vino dan Vino segera menekan bel yang ada di pagar itu
"Ting .. Ting.." suara bel pertama
"Ting.. Ting.." suara bel kedua baru pak satpam datang membukakan gerbang itu
"Maaf pak, Tuan sama nyonya ada keperluan apa ya datang ke mension tuan saya?" ucap pak satpam itu
"Begini pak, saya Vino, dan dia ketiga sahabat saya. Kami datang kemari bermaksud untuk bertemu dengan Shila. Apakah Shila nya ada di dalam?" ucap Vino sopan
"Nona Shila ya, ya nona Shila ada di dalam, tapi kalau boleh tau, apakah bapak dan ibu sudah buat janji sebelumnya?" ucap satpam
__ADS_1
"Belum pak, kami bermaksud untuk memberikan kejutan kepada Shila. Kami tadi sudah datang ke kediaman Pak Ardhani, tapi beliau mengatakan bahwa Shila tidak tinggal bersama mereka dan memberikan alamat rumah ini kepada kami" ucap Rian panjang lebar
"Ya pak, yang di katakan sama pacar saya memang benar, kalau bapak tidak percaya telpon aja om Ardhani, agar bapak percaya" ucap Seina dan di balas anggukan oleh Keyko
"Ya ya, baik pak, Bu, ayo silahkan masuk, biar saya panggil nyonya dulu" ucap pak satpam itu mempersilahkan mereka masuk.
Setelah mereka masuk ke dalam rumah itu, Pak satpam itu bergegas menemui bibi Marni supaya bibi itu memanggilkan Shila.
"Ayo pak, Bu, silahkan duduk" ucap pak satpam itu dan berlari ke arah dapur.
"Ren, ren kok kamu lari lari seperti itu sih?" ucap bibi Marni melihat satpam itu
"Apa ada terjadi sesuatu?" ucap bibi Marni lagi yang sudah merasa khawatir.
"Itu Bu, ada tamu yang mau bertemu dengan nona muda Shila. Bibi panggilin nona Shila ke kamar nya ya bi" ucap Reno
"Oh ya ya, tunggu bentar" ucap bibi Marni dan bergegas naik ke lantai dua dimana kamar Shila berada. Dan Reno sudah kembali ke depan tempat dia berjaga.
"Siapa yah, kan Abang Yuhera belum pulang, ini kan masih sore" ucap Shila di dalam kamar dan langsung melangkah ke arah pintu untuk membukakan pintu.
"Eh bibi, ada apa bi, kok bibi ngetuk pintu Shila sih" ucap Shila tersenyum ramah
"Maaf non, itu ada tamu di bawah mau bertemu dengan nona" ucap bibi Marni dan itu membuat Shila bingung
"Tamu? Siapa yah bi, perasaan Shila ga ada buat janji deh mau bertemu dengan orang lain" ucap Shila bingung
"Itu non, bibi juga tidak tau, tadi Reno datang menemui bibi ke dapur dan menyuruh bibi untuk memanggil nona kemari" ucap bibi Marni jujur
"Oh ya sudah deh bi, Shila turun deh ke bawah, mana tau ada yang penting" ucap Shila dan langsung menutup pintu kamar nya. setelah itu bibi Marni turun ke bawah bermaksud untuk membuatkan minuman kepada tamu nya, dan Shila juga sudah turun menyusul bibi itu.
Sesampainya Shila di ruang tamu, dia melihat ada empat orang yang sedang duduk di ruang tamu, tapi Shila tidak dapat melihat wajah mereka karna ke empat orang itu duduk membelakangi Shila.
"Maaf, kalian mau bertemu dengan aku ya?" ucap Shila dan duduk di sofa. Setelah dia mengangkat wajah nya, Shila dapat melihat Rian, Vino, Keyko dan Seina menatap nya.
__ADS_1
"Wah, Abang kakak..." teriak Shila dengan keras dengan senyuman di wajah nya. Dan langsung manghambur ke pelukan Seina karna dia lah yang paling dekat dengan tempat Shila duduk
"HM, kakak rindu nih" ucap Seina membalas pelukan Shila.
"Shila juga rindu sama Kaka loh" ucap Shila tertawa manja
"HM, jadi kamu ga rindu juga sama kami nih?" ucap Keyko bercanda
"Hehe, tentu saja Shila sangat merindukan Abang sama kakak" ucap Shila dengan mata yang sudah berkaca kaca memeluk Keyko, Vino dan Rian secara bergantian. Setelah itu dia pun kembali duduk di bangku dia duduk sebelum nya.
"Em, Abang sama kakak, kok ga kasih tau Shila sih kalau mau datang kemari?" ucap Shila
"Kan Shila sudah rindu tau" ucap Shila lagi
"Haha, maaf maaf, kami itu mau membuat kejutan makanya kami gak kasih tau kamu" ucap Rian
"HM ya deh, Kaka sama Abang sudah makan?" ucap Shila lagi
"Sudah dong Shil, ini tuh udah sore, ya kali kami belum makan, yang ada nanti Seina mati karna kelaparan, hahah" ucap Keyko mengejek Seina
"Ih, kok jadi bawa bawa aku sih" ucap Seina merajuk dan berhasil membuat Keyko, Shila, Rian dan Vino tertawa.
"Haha, ih ka Seina lucu deh" ucap Shila bercanda dan Seina yang mendengar perkataan Shila hanya bisa memutar matanya dengan malas.
"Maaf non, tuan, ini minuman nya. Silahkan di minum" ucap bibi Marni yang sudah selesai menata minuman dan beberapa jenis makanan ringan di atas meja
"Oh ya bi, terimakasih" ucap Keyko tersenyum ramah dan di balas anggukan oleh bibi Marni
"Oh ya bi, ini tolong di potong ya Bi, sekalian siapkan aja sama bibi dan bapak yang di depan tadi" ucap Seina menyodorkan kue yang mereka bawa tadi
"Ya non, terimakasih" ucap bibi Marni menerima bungkusan kue itu dan membawanya ke dapur. .
Setelah itu mereka ber lima pun berbincang bincang, dan Rian yang sudah tidak sabar ingin menanyakan tentang siapa perempuan yang bersama dengan Yuhera tadi langsung menanyakan nya kepada Shila.
__ADS_1