
"Aku itu bukan nya tidak mau menjawab perkataan mu tapi aku hanya menunggu kamu menjelaskan sesuatu yang perlu kamu jelaskan kepada aku" ucap Yuhera.
"Maafin aku ya, aku bisa kok menjelaskan semua itu ke kamu tapi kamu janji, kamu jangan marah dulu ke aku ucap Vania manja"
"Iya aku janji, aku nggak bakalan marah ke kamu, tapi kamu harus menjelaskan sedetail mungkin" ucap Yuhera datar.
*Drrrt....Drrrt...*
*Drrrtt....Drrrt...* bunyi suara dering handphone milik Yuhera
"Hm, tunggu bentar ya, aku Nerima telpon dulu" ucap Yuhera dan Vania hanya mengangguk saja.
"Ya halo Shil" ucap Yuhera setelah menerima panggilan itu
"Bang Yuhera sudah selesai meeting?" ucap Shila
"Sudah, memang nya kenapa ya Shil?" ucap Yuhera
"Hm, aku mau makan, tapi pengen nya Abang yang suapin" ucap Shila sedih
"Ya sudah, bentar lagi aku pulang ya, aku tutup telpon nya yah" ucap Yuhera
"Ya, bye bang" ucap Shila setelah itu panggilan telpon pun tertutup
"Siapa yang nelpon Ra?" ucap Vania
"Itu istri aku, ya sudah aku pulang dulu ya" ucap Yuhera dan perkataan nya itu membuat Vania sedih
"Apa kamu mau tinggalin aku sendiri di sini?" ucap Vania mulai berakting mengeluarkan air mata buaya nya
"Apa itu semua karna istri kamu! Apa kamu sudah gak sayang sama aku? Aku bisa kok jelasin semua nya" ucap Vania menangis
"Istri aku sekarang sedang mengandung. Jadi aku harus jaga dia baik baik, karna yang dia kandung adalah anak aku sendiri" ucap Yuhera
"Tapi .." ucapan Vania terpotong karna perkataan nya dipotong cepat oleh Yuhera
"It's ok. Nanti malam kita bertemu. Nanti aku kabari tempat nya dimana. Kalau gitu aku pulang dulu" ucap Yuhera dan di balas anggukan senang oleh Vania.
Setelah itu Yuhera pun pergi meninggal kan Vania sendirian di ruangan itu
"Haha, akting gue bisa juga luluhib dia" ucap Vania bangga.."Kalau bukan karna Sam, gue gak bakalan capek seperti ini" ucap Vania. setelah itu dia pun pergi meninggalkan ruangan Yuhera.
Di perjalanan Yuhera mengendarai mobil nya dengan cepat. Sesampai nya di mension Yuhera mencari keberadaan Shila
"Dia dimana sih" ucap Yuhera setelah mencari Shila ke kamar dan ruang tamu
__ADS_1
"Eh Bu, Shila dimana?" tanya Yuhera ke bibi Marni yang sedang membersihkan ruang keluarga
"Eh tuan, nona muda ada di halaman belakang tuan" ucap bibi Marni
"Oh ya, makasih ya bibi, oh ya bi, tolong siapkan makanan yah, aku sama Shila mau makan bentar lagi" ucap Yuhera
"Baik tuan" ucap bi Marni setelah itu Yuhera pun langsung bergegas ke halaman belakang melihat istri nya
Sesampainya di halaman belakang, Yuhera dapat melihat bahwa Shila ada di sana sedang duduk beralaskan rumput.
"Shil, kamu kenapa ada disini?" ucap Yuhera yang berhasil mengagetkan Shila
"Ih Abang, aku terkejut tau" ucap Shila mengelus dada nya.
"Iya iya, maaf. Tadi kamu bilang mau makan. Ayo masuk ke dalam, biar aku nyiapin kamu" ucap Yuhera.
"Apa bibi sudah selesai masak?" tanya Shila
"Sudah, tadi sebelum kesini nyusul kamu, aku sudah suruh bibi Marni menyiapkan makanan untuk kita" ucap Yuhera mengelus rambut lembut Shila.
"Oh ya sudah, ayo bang, aku udah lapar nih" ucap Shila berdiri yang di bantu oleh Yuhera
Setelah itu Yuhera dan Shila pun bergegas masuk ke ruang makan dan menyuruh bibi Marni supaya cepat menghidangkan makanan di atas meja.
"Bang, Shila rindu banget sama bang Rian, bang Vino, ka Keyko, dan kak Seina juga" ucap Shila dengan wajah yang sudah berubah menjadi sendu
"Kan kamu bisa nelpon mereka" saran Yuhera
"Shila kan gak punya nomor bang Rian" ucap Shila sendu
"Di handphone aku ada kok, ya sudah kita makan saja dulu" ucap Yuhera setelah bi Marni sudah selesai menata beberapa jenis makanan di meja makan.
DI NEGARA LAIN
"Aku sudah gak sabar lagi deh, mau ketemu sama Shila" ucap Keyko gemes sendiri membayangkan wajah polos Shila
"Ye, sabar dong, kan bentar lagi kita ketemu sama Shila" ucap Vino mengelus rambut panjang Keyko
Ya sekarang, Rian, Vino, Keyko dan Seina sedang berada di bandara, menunggu jam keberangkatan pesawat yang akan mereka tumpangi.
"Nanti Pokok nya kita harus jalan jalan di sana" ucap Keyko antusias. Ya, Keyko lahir di Paris. Bahkan yang umur nya yang sudah berumur 256 tahun, belum pernah menginjakkan kaki nya di Indonesia
"Haha, kamu tenang saja sayang. Nanti aku ajak kamu jalan jalan yah" ucap Vino
"Oh ya, nanti kita menginap di Villa milik aku saja ya, tapi sebelum nya kita ke rumah papa mama ku dulu" ucap Rian
__ADS_1
"Ya, tapi setelah itu kita berkunjung ke rumah aku ya, aku rindu banget sama papa dan mama aku. Kan aku jarang pulang ke rumah" ucap Seina dengan wajah lemas.
"Ya, kamu tenang saja. Nanti sekalian kita berkunjung juga ke rumah Vino" ucap Rian dan di balas anggukan oleh Vino
"Yeay .. sudah ga sabar mau jalan jalan" ucap Keyko girang dan di sambut senyuman dari Rian, Vino dan Seina
Di sela sela mereka sedang bercanda tertawa, suara dering Handphone milik Rian berbunyi.
Setelah melihat siapa yang menghubungi nya, Rian memegang dahinya tanda ia sedang berpikir.
"Siapa yang nelpon kamu yank?" ucap Seina
"Ini, Yuhera yang nelpon, tapi kok tumben banget ya dia nelpon aku?" ucap Rian bingung
"Ya sudah kamu terima saja dulu, mana tau ada yang penting" ucap Vino memberi saran
"Kamu aktif kan loudspeakernya nya yank, biar kita juga bisa dengar apa yang dikatakan Yuhera" ucap Seina dan di balas anggukan oleh Rian
"Drrrt...drrrt"
"Drrrt...drrrt" dan langsung di terima oleh Rian
"Ya halo?" ucap Rian memulai panggilan itu
"Halo abanggggg" ucap Shila dengan suara cempreng
"Shila" ucap Rian, Vino, Seina dan Keyko bersamaan
"Haha, Abang sama kakak semua kok lama banget sih nerima telpon aku, kan aku jadi sebel" ucap Shila pura pura merajuk
"Maaf...maaf.. tadi kami kira suami kamu yang nelpon" ucap Rian
"Oh..." ucap Shila hanya ber oh tua
"Abang, Shila rindu banget tau" ucap Shila sudah mulai menangis
"Hey, kamu jangan menangis ya, nanti kita juga pasti bertemu kok" ucap Vino menghibur adik angkat nya
"Janji ya" ucap Shila
"Ya, kami janji kok dek, kamu tenang saja ya" ucap Seina
"Ya sudah, abang tutup telpon nya dulu yah, kami ada urusan nih" ucap Rian
"Hm, ya sudah deh,, bye" ucap Shila dengan nada kesal dan langsung mematikan telpon nya
__ADS_1
"Haha, emang enak di kerjain" ucap Keyko senang, dan yang mendengar ucapan Keyko hanya bisa menggelengkan kepalanya