Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
Mengigau


__ADS_3

Devid dan Salsa yang baru kembali ke hotelnya, pukul 5 pagi. Mereka masih tertidur lelap, dengan ke dua tangan yang masih saling merengkuh satu sama lain. Seakan seperti pasangan pengantin baru, yang tidak mau jauh dari ranjangnya. 


Jarum jam menunjukan pukul 9 pagi. Alarm ponsel Devid bahkan sudah berbunyi dari tadi. Namun tidak ada yang bangun sama sekali, dan Devid hanya mengambil ponselnya lalu mematikan kembali tanpa membuka matanya.


Devid melrtakkan tanganya tepat di atas dada Salsa, hembusan napasnya lewat tepat di pipi kiri Salsa.


"Syang!!" gumam Devid, mencium pipi Salsa, tanpa membuka matanya.


Salsa yang tidur tidak mebghiraukan Devid, ia tetap tidur pula dengan ke dua kaki, memenuhi ranjangnya. Devid mengangkat kepalanya, meletakkan di perut Salsa.


"Syang!! Kamu gak bangun?" tanya Devid, yang masih enggan membuka matanya.


"Emmm---" gumam Salsa menggerakkan tangan dan tubuhnya, sedikit menariknya ke atas, merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku.


Krukkkk...


Perut Salsa berbunyi, membua Devid yang meletakkan kepalanya di perutnya, mendengar jelas suara perut istrinya itu. 


"Emmm... Ada suara apa di perut kamu?" tanya Devid, berbaring di sampkng Salsa.


Gadis utu hanya diam, mengusap perutnya, yang memang sedikut terbuka bebas.


"Syang, apa kamu lapar?" tanya Devid, yang masih memrjamkan matanya, ia mencoba untuk duduk, dengan tangan mengusap ke dua matanya yang terasa masih sangat lengket. 


"Kenapa dari tadi ia diam? Apa gak dengan jika aku bicara?" tanya Devid dalam hatinya. Ia menyangga dagunya, dengan ke dua nata memandangi dekat wajah Salsa. Dengan jemari tangan kanan, menyilakan rambut Salsa ke belakang telinga kirinya.


"Kamu sangat cantik, makasih jadi wanita yang bisa membahagiakanku!!" gumam Devian, mencium bibir Salsa lembut, tanpa menganggu tidur lelapnya.


"Aku akan pergi dulu, ya!!" gumam Devid, duduk kembali mencoba untuk beranjak dari ranjangnya.


"Kamu mau kemana?" teriak Salsa, yang masih memejamkan matanya, ia memegang rambut Devid, lalu menariknya mendekat ke watahnya. Memuat Devid hanya diam, ia tidak mau melawan wanita. bahkan seperti Salsa, yang semakin mrmbuatnya darah tinggi. Salsa terus menarik tangan Devid hingga jatuh tepat di dadanya. 


"Ooppss!!" Devid hanya diam mengedip-ngedipkan matanya, merasakan dada Salsa di pipinya. pikirannya tervayang hal erotis, semakin membuat hidunga misian di buatnya. Pikiran kotor terbayang di otaknya, hidungnya.


Bukkkk...

__ADS_1


Tiba-tiba pukulan keras mebdarat di punggungnya. "Shiitt!!"


"Gadis ini kenapa? Apa dia nginggau," ucap Devid, mencoba untuk duduk kembali. 


"Ehh.. Jangan pergi!!" gumam Salsa, ke dua kakinya, melingkar di tubuh Devid. 


"Memang kesempatan itu selalu datang padaku. Tanpa minta dia sudah mulai ajak aku duluan!!" ucap Devid seakan baru saja mendapatkan jackpot dia benar-benar beruntung hari ini. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Devid merengkuh erat tubuh Salsa, dengan tubuh di atasnya. Meski harus babak belur di buatnya, ia bisa bermesraan lagi dengan Salsa itu jadi obat sakitnya.


Salsa tiba-tiba tersadar ada seseorang di atasnya, namun matanya susah sekali untuk terbuka lebar.


"Dasar mesum!! Kamu mau ngapain!!" teriak Salsa. 


Dukkk..


Salsa menendang tubuh Devid hingga terjatuh keras, berbaring tepat di sampingnya. 


"Aw---" rintih Devid, merasa kesakitan, dari kepala hingga perutnya, harus jadi sasaran Salsa saat ngigau. 


"SALSA!!" teriak Devid, menggelegar, membuat ke dua mata Salsa terbuka sempurna, ia langsung tersadar dari mimpi buruknya. 


"Apa yang kamu lakukan, tadi? Kamu tega nendang suami kamu sendiri?" umpat kesal Devian, memegang belakang pinggangnya yang tiba-tiba terasa sakit. 


"Emm.. Salah siapa di sampingku?" 


"Salah kamu!!"


"Kamu tidur seperti orang gila!! Aku bisa memar semua jadi sasaran kamu!!"


"Lain kali kalau tidur dengan aku, agak jauh dikit!!" ucap Salsa menahan senyumnya, melirik ke arah Devid. 


"Tanggung jawab?" umpat kesal Devid. 


"Memangnya kamu hamil? Kalau kamu hamil.siapa yang menghamili kamu?" Salsa menarik ke dua alisnya ke atas, melebarkan matanya, menatap Devid semakin dekat. 


"Aku yang akan menghamili kamu!!" ucap Devid. 

__ADS_1


"Baiklah!! Aku tunggu!" jawab Salsa menggoda, dengan ke dua kelopak mata tertarik ke atas. 


"Kamu sekarang berani menggodaku?" tanya Devid, menempelkan keningnya pada kening Salsa, membuat hembusan napas mereka saling beradu dalam pusaran gairah yang mulai merasuki tubuh mereka. 


"Kamu capek gak?" tanya Devid. 


"Enggak! Memangnya kenapa?" tanya Salsa, melingkarkan ke dua tanganya di leher belakang Devid. 


Devid hanya diam, tersenyum tipis, memegang kepala belakang Salsa, menariknya pelan, hingga bibir Salsa jatuh tepat di bibirnya. Devid mengecup lembut Salsa, dan langsung di balas kecupan penuh gairah oleh Salsa. Membuat mereka beradu gairah, dengan ke dua tangan dan kaki saling memeluk. 


Kecupan mereka semakin bergairah, membuat Devid tak bisa menahannya lagi. 


Devid melepaskan semua helaian kain yang menempel di tubuh Salsa sangat cepat, seakan sudah tidak sabar, dan di balas dengan Salsa, yang juga tak mau kalah, ia melepaskan semua kain yang menempel di tubuh suaminya itu. 


Devid menarik selimut tebal putih menutupi tubuhnya, dengan segera mereka saling merengkuh, menikmati pusaran gairah dalam tubuh mereka. Devid terus menghentak penuh irama, membuat desahan kecil terus keluar dari mulut Salsa. Hingga setengah jam berlalu, mereka bergantian posisi, saling menghentak merengkuh, mengecup. 


"Syang, makasih!!" ucap Devian, mengecup leher belakang Salsa. Dengan ke dua tangan merengkuh erat pinggangnya dari belakang. 


Salsa membalikkan badanya, mencium bibir Devid. "Sama-sama!!" jawab Salsa, memeluk mesra tubuh Devid. 


"Aku mau mandi dulu, kamu ikut gak?" tanya Devid, membuka selimut sebagian. 


"Emm.. Gimana ya," ucap Salsa, memutar matanya, seakan ia ingin menjawab 'iya' namun masih mengulur-ngulur waktu. 


Devid menatap senyum Salsa penuh arti, dengan segera ia beranjak dari ranjangnya, mengangkat tubuh Salsa tanpa persetujuannya lebih dulu. Ia menurunkan tubuh Salsa tepat di bawah Shower. 


"Kita mandi bersama?" tanya Salsa memastikan. 


"Enggak, kita bersihin kamar mandi!!" goda Devid, tersenyum lebar, mencubit pipi Salsa. 


Devid memegang pinggang Salsa, menarik tangannya masuk ke dalam delapan tubuh bugar miliknya. Dengan air yang sudah jatuh membasahi tubuhnya. 


Laki-laki itu mengecup bibir Selsa, dengan salah satu tangan mencari sabun mandi, ke dua tangan mereka saling merengkuh, mengusap lembut punggung bergantian, menikmati kecupan gairah mereka yang membuat sabun di tangan Devid berbusa, semakin membuat gairah meningkat. 


Salsa mengusap kepala Devid, mengusap punggungnya, bergantian. Hingga setangah jam berada di kamar mandi. Mereka masih tetap sama, saling membasuh tubuh satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2