Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 37


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Yuhera pun menaiki lift dan setelah sampai di lantai tempat ruangan Yuhera berada dia pun menuju ke ruangannya. Di depan ruangan Yuhera sedang melihat sekretarisnya.


"Lani, keruangan sekarang" ucap Yuhera dingin


"Ya Pak" jawab Lani sembari menunduk.


"Tumben amat ya tuan muda datang sepagi ini, biasanya kan nggak pernah" batin Lani dan segera mengikuti tuan muda nya itu.


"Ada apa ya pak, Bapak memanggil saya" ucap Lani setelah berada di dalam ruangan itu CEO itu.


"Apakah ada jadwal meeting saya hari ini? ucap Yuhera tanpa melihat ke arah Lani yang sedang menunduk.


"Ada pak, jadwal bapak untuk meeting di jam 10.00 dan di lanjut nanti jam 14.00 saat makan siang pak. Yang jadwal jam 10.00 bapak akan rapat dengan perusahaan XXX yang di pimpin oleh tuah Francis dan di jam 14.00 bapak akan mengadakan meeting bersama dengan perusahaan YYY di pimpin oleh tuan Andi.


"Undur jadwal meeting saya hari ini ke hari Rabu. Katakan kepada mereka bahwa saya tidak dapat mengikuti meeting hari ini karena saya sedang ada urusan dan satu lagi jika nanti ada perempuan yang bernama Vania datang ke sini untuk mencari saya, katakan kepada dia bahwa saya lagi ada di luar" ucap Yuhera dingin sembari menandatangani berkas-berkas yang ada di hadapan nya.


"Baik pak" ucap Lani


"Kalau begitu, saya permisi dulu pak" ucap Lani lagi dan dibalas anggukan oleh Yuhera.

__ADS_1


POV VANIA


Sesampainya di tanah air, Vania berencana akan pergi mengunjungi Yuhera di kantor nya. Dia akan meminta maaf dan menjelaskan tentang kesalahan yang sudah diperbuat sebelumnya hingga mereka putus. Tentu nya Vania akan menjelaskan dengan cara berbohong karena tidak mungkin dia menjelaskan apa kebenaran tentang yang sudah diperbuat dia bersama Samuel. Dia akan berusaha untuk mengambil hati Yuhera lagi.


Di dalam apartemen yang luas, Vania mengambil handphone nya dan menghubungi Yuhera tapi sayangnya Yuhera tidak menerima panggilan dari Vania, sehingga membuat Vania bertambah kesal. Setelah itu dia pun bergegas keluar dari apartemennya dan melajukan mobilnya dengan cepat supaya bisa bertemu dengan Yuhera di kantornya.


Sesampainya di kantor, Vania pun mencari keberadaan Yuhera. Dia bergegas ingin masuk ke dalam ruangan Yuhera tanpa mengetuk pintu itu dulu. Sehingga Vania dicegat oleh sekretaris yang sudah di amanahkan oleh Yuhera tadi pagi.


"Eh Bu, ibu mau ngapain mau masuk ke dalam ruangan pak Yuhera? Pak Yuhera nya sedang tidak ada di dalam. Apakah sebelumnya ibu sudah membuat janji kepada pak Yuherara? Kalau memang sudah biar saya mengabari pak Yuhera dulu" ucap Lani yang tidak tahu perempuan itu siapa.


"Kamu siapa berani-berani melarang saya masuk ke dalam ruangan pacar saya dan saya tidak perlu membuat janji untuk bertemu dengan pacar saya dan kamu tidak perlu bohong sama saya kalau memang Yuhera sedanh tidak ada di dalam saya bisa kok menunggu di dalam" ucap Vania sombong.


"Hahaha, kamu bilang apa? sudah menikah? Iya kamu benar, dia memanb sudah menikah tapi asal kamu tahu yah, Yuhera itu tidak pernah mencintai istrinya karena mereka itu dijodohkan dan satu lagi jika kamu melarang saya masuk ke dalam, mungkin kamu itu akan dipecat oleh Yuhera, hahaha" ucap Vania sombong dan menertawakan ucapan Lani


Lani yang memegang dan menutupi handle pintu ruangan Yuhera, supaya Vania tidak dapat masuk ke dalam itu pun sangat marah karena perempuan yang tidak dikenal nya itu sudah berani menertawakan nya.


"Aduh, ibu bicara nya nggak perlu banyak halu, ya mau memberitahukan itu kepada pak Yuhera saya nggak takut kok walaupun saya mau dipecat, yang penting saya sudah menjalankan perintah bahwa memang pK Yuhera itu tidak ada di dalam ruangan. Jadi mendingan ibu sekarang pergi" ucap Lani mengusir Vania.


Terjadi lah pertengkaran di antara mereka berdua. Vania dan Lani saling tarik-menarik dan karena nggak sadar nya Lani melepaskan handle pintu itu dan Vania pun berhasil masuk ke dalam. Karena kedatangan Vania yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Yuhera itu membuat Yuhera sangat terkejut.

__ADS_1


"Maaf pak, tapi ibu ini tadi sudah saya larang untuk masuk. Tapi dia tetap berusaha masuk untuk ke dalam pak, maafkan saya" ucap Lani takut Yuhera akan memecatnya atas keteledoran yang sudah diperbuat dia.


"Iya sayang, dia tadi sudah berani melarang aku masuk ke dalam, dia bilang kamu itu pergi, padahal kan kamu di dalam. pecat dia ya, soalnya tadi dia itu juga sudah narik rambut aku, kan sakit.." ucap Vania manja mengadu atas apa yang sudah diperbuat Lani kepadanya.


"Lani kamu keluar dulu" ucap Yuhera dingin setelah itu, Yuhera pun keluar dari ruangan itu.


"Mampus lah aku, tadi kan kata tuan muda , kalau ada perempuan yang datang mencari nya bilang saja dia lagi keluar. Tapi kenapa sekarang jadi seperti ini sih, kalau aku di pecat aku bagaimana. Mencari pekerjaan itu susah tahu, kalau gitu tadi mending aku nggak nuruti perkataannya Tuhan muda. Eh, tapi perempuan itu siapa ya, kalau yang benar itu pacar tuan muda, terus istrinya bagaimana? ucap Lani bergumam setelah dia berada di meja kerja nya.


Sementara di dalam ruangan Yuhera dan Vania berdiam diri, karena Yuhera menunggu Vania berbicara. Yuhera tidak akan berbicara duluan, kalau Vania belum memberitahukan apa maksud dia melakukan kesalahan yang sudah diperbuat.


"Sayang kamu kenapa sih kok diemin aku mulai tadi?" ucap Vania membuka suara dan Yuheraa sama sekali tidak menjawab


"Ih,..kamu jawab aku napa sih. Kamu jangan membuat aku kesal dong, tadi aja perempuan yang depan ruangan kamu itu sudah membuat aku kesal, ini lagi kamu membuat aku tambah kesel" ucap Vania menangis.


Karena melihat orang yang sangat di cintai nya itu menangis, Yuhera pun tidak tega dan membawa Vania duduk di sofa.


"Kamu jangan menangis seperti itu dong" ucap Yuhera mengelus rambut panjang Vania


"Itu karena kamu tahu, kamu mulai tadi mendiamkan aku padahal kan aku sudah mengajak kamu berbicara" ucap Vania

__ADS_1


"Ya sudah, ya sudah aku minta maaf ya" ucap Yuhera mengelus lembut telapak tangan Vania dan karena hal itu membuat Vania tersenyum sangat tipis sehingga Yuhera tidak dapat menyadari senyuman Vania itu.


__ADS_2