Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 31


__ADS_3

"Halo Ma" ucap Yuhera menerima panggilan itu


"Apa kamu masih di kantor nak?" tanya Sarah di seberang telepon


"Nggak ma, ini Yuhera lagi di mension, Tito Felix dan Victor juga ada di sini ma" ucap Yuhera menatap ketiga temannya yang sedang menatap bingung ke arahnya


"Apa kalian sibuk?" ucap Sarah


"Sedikit ma, pekerjaan kami belum selesai" ucap Yuhera jujur.


"Ada apa ya ma? tumben mama telepon Hera" tanya Yuhera lagi


"Apa nanti waktu makan malam kamu bisa datang ke mension papa? ada hal penting, kamu ajak aja temen-temen kamu sekalian" ucap Sarah di seberang telepon


"Ya sudah ma, nanti kami datang" ucap Yuhera


"Ya sudah, mama tunggu" ucap sarah lagi setelah itu panggilan telepon pun tertutup.


"Tumben tante Sarah nelpon lo Ra, apa ada yang penting?" tanya Victor


"Gue juga nggak tahu, tapi mama tadi bilang kita disuruh ke mansion utama buat makan malam" ucap Yuhera


"Ya sudah, kita pergi saja nanti. Toh kerjaan kita bentar lagi usai" ucap Felix dan dibalas anggukan oleh Tito


"Ya sudah" ucap Yuhera cuek

__ADS_1


"Kenapa ya mama nyuruh aku ke mansion" batin Yuhera dalam hatinya.


Tak terasa pekerjaan mereka pun sudah selesai dikerjakan. Mereka memang kalau hal pekerjaan sangat serius, pantas saja pacar kak punya. ck..ck..ck yang pasti kecuali Yuhera dong😁


"Huh, akhirnya selesai juga" ucap Victor


"Iya, nggak terasa ya" ucap Tito menimpali perkataan Victor


"Ya sudah yuk kita ke mension utama sekarang, nanti mama nungguin kita" ucap Yuhera dan dibalas anggukan oleh ketiga sahabatnya


20 menit perjalanan mereka pun sampai dimensi utama. Di mension Yuhera terkejut melihat ayah dan ibu mertuanya sedang duduk di ruang tamu bersama papa dan mamanya, tetapi dia tidak melihat keberadaan istrinya di situ.


"Pa, ma, Yuhera udah pulang" ucap Yuhera menyalam papa, mama, ayah dan ibu mertuanya, setelah itu Yuhera pun langsung bertanya ke ayah dan ibunya.


"Sudah, kami sudah 2 jam yang lalu sampai di sini" ucap Laras


"Ayah, ibu Yuhera minta maaf atas kesalahan yang Yuhera, atas apa yang sudah Hera perbuat kepada Shila. Sebanyak apapun Yuhera minta maaf mungkin ayah dan ibu akan sulit untuk memaafkan ku, tapi Yuhera akan tetap berusaha untuk mendapatkan maaf dari ayah Dan ibu. Tolong maafin Yuhera Yah, Bu. Yuhera berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi kepada Shila. Yuhera berjanji kedepannya akan membahagiakan Shila dan anak-anak Yuhera nantinya, Yuhera mohon Yah, Bu" ucap Yuhera berjongkok di hadapan ayah dan ibunya Shila.


"Apa yang kamu lakukan nak, silakan Kamu duduk di sofa itu saja" ucap Laras


"Sebenarnya ayah tidak rela kamu memperlakukan Putri ayah seperti itu, dan ayah mungkin memang sangat sulit untuk memaafkan apa yang sudah kamu perbuat. Mulai dari menyakiti, melukai hatinya Shila. Tapi melihat keadaan Shila yang sekarang yang terus menanyakan keberadaan mu kami apa boleh buat, kami harus rela memaafkanmu tapi kamu harus memegang janjimu. Kamu harus menjaga Shila. Kamu tidak boleh menyakitinya lagi, jika sampai Kamu melanggar janji kamu itu, ayah tidak akan segan-segan membawa Shila pergi dari kehidupanmu. Ingat itu baik-baik ucap Natalis menepuk pundak Yuhera


Mendengar apa yang dikatakan oleh ayah mertuanya, Yuhera hanya bisa mengangguk dan mengucapkan terima kasih dan tanpa sadar Yuhera sudah menangis, dia berjanji dalam hidupnya dia akan memperlakukan Shila sebaik mungkin.


"Terima kasih yah, terima kasih, Yuhera akan memegang janji Hera sebaik mungkin" ucap Yuhera

__ADS_1


Tito, Felix dan Victor hanya bisa berbisik bisik. Mereka tidak yakin Yuhera dapat memegang janjinya, secara dia itu sangat mencintai Vania, walaupun Vania sudah melakukan kesalahan.


"Lis, lu denger nggak, Yuhera itu berjanji, gue nggak yakin kalau Yuhera dapat memegang janjinya. Bisa aja kan Yuhera sekarang baik atau mungkin sekarang dia memperlakukan Shila itu sebaik mungkin tapi ke depannya kan kita belum tahu, apalagi dia kan belum mempunyai rasa cinta terhadap perempuan itu" ucap Tito pelan supaya keluarga itu tidak mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan.


"Iya apa yang lu omongin memang benar, gue nggak percaya Yuhera dapat memegang janjinya. Secara kan Yuhera akan menerima pernikahan ini kan hanya untuk balas dendam. Yah mungkin sekarang dia baik ya kepada Shila, ya mungkin dia baik hanya untuk balas budi karena kan Shila sudah mendonorkan ginjalnya untuk Yuhera dan sebanyak apapun Vania melakukan kesalahan, ya pasti Yuhera akan memaafkan kesalahan dia. Secara kan Vania cinta matinya Yuhera. Pokoknya gue nggak yakin kalau Yuhera dapat memegang janjinya" ucap Felix menimpali perkataan Tito


"Kalau sampai apa yang kalian berdua katakan benar, gue orang pertama yang akan memberi pelajaran untuk Yuhera. Karena kita sendiri kan tahu bagaimana perjuangan Shila waktu Yuhera kecelakaan. Apakah dengan cara itu Yuhera belum dapat melihat ketulusan dari Shila. Dan jika hal yang kalian berdua katakan benar, gua berjanji gue nggak akan mau bersahabat lagi dengan Yuhera" ucapVictor datar.


"Iya gue juga akan melakukan hal yang sama dengan apa yang lo katakan" ucap Tito dan dibalas anggukan oleh Felix.


"Ya sudah kita makan aja dulu, lagi ini kan sudah jam tujuh malam. Apalagi kalian juga baru sampai di sini, kalian pasti capek diperjalanan. Supaya nanti selesai makan kalian boleh istirahat" ucap Sarah memecahkan keheningan di ruang tamu itu.


"Oh iya Ra, kamu panggil Shila ya ke kamar kamu, tadi dia izin ke kamar mau istirahat katanya" ucap Laras dan dibalas anggukan oleh Yuhera setelah itu Yuhera pun pergi meninggalkan mereka di ruang tamu.


"Ya sudah, kita menunggu mereka di ruang makan saja ya, Tito, Felix dan Victor juga harus ikut makan di sini, nanti selesai makan kalian juga boleh tidur di sini kalau mau menginap" ucap Sarah


"Ya Tan" ucap Tito, Felix dan viktor secara bersamaan.


POV YUHERA


Di dalam kamar Yuhera memandangi wajah manis Shila yang sedang terlelap. Yuhera hanya dapat mengelus wajah manis Shila dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Dia hanya bisa meminta maaf di dalam hatinya.


"Shil, maafin Abang ya. Karena Abang kamu harus mengalami banyak masalah seperti ini. Kamu harus mengalami rasa sakit, kamu harus rela kehilangan bayi kita yang belum lahir kedunia, abang minta maaf" ucap Yuhera menangis.


Merasa ada yang mengganggu tidurnya, Shila pun terbangun dan setelah dia membuka matanya dia pun melihat Yuhera yang sudah duduk disampingnya sedang mengusap air matanya.

__ADS_1


__ADS_2