Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 40


__ADS_3

Sedangkan Yuhera hanya diam saja. Selesai menyantap makanan yang ada di meja itu mereka berdua kembali terdiam.


"Sekarang kamu jelaskan, apa alasan kamu melakukan itu semua" ucap Yuhera dengan tatapan datar


"Maafin aku yank, itu semua aku lakukan karena Sam mengancam aku" ucap Vania mulai berakting mengeluarkan air mata buaya nya.


"Dia bakalan mencelakai papi aku, kalau aku gak mau melakukan apa yang dia perintahkan" Ucok Vania lagi semakin menangis


"Lantas kenapa sebelumnya kamu tidak memberitahu aku" ucap Yuhera.


"Bukan nya aku gak mau untuk memberitahu mu, tapi dia sudah mengancam aku. Kan kamu tahu sendiri kalau aku sudah nggak punya mama. Kalau papa di celaka kan siapa yang akan merawat dan menjaga aku" ucap Vania menangis membuat hati Yuhera sakit melihat nya.


"Sudah kamu tenang dulu, hapus air mata kamu oke" ucap Yuhera memberi kan sapu tangan milik nya untuk Vania


"Hadi sekarang Sam dimana?" ucap Yuhera lagi


"Aku juga nggak tahu, setelah kalian tahu apa yang sudah kami perbuat, dia pergi meninggalkan aku. Bahkan dia juga membawa kabur mobil yang diberikan papi waktu aku ulang tahun" ucap Vania menangis.


"Kenapa kamu tidak menceritakan hal seperti ini kepada ku? Kenapa kamu harus bertindak sendiri hmm?" ucap Yuhera lembut dan membawa Vania ke dalam pelukannya.


Melihat Yuhera sudah luluh, dia tertawa senang dalam hatinya. Tidak sia-sia dia mengeluarkan air mata buaya nya di depan kekasih bodoh nya itu.


"Hahaha, bodoh. Kamu memang bodoh. Dengan begitu mudahnya seorang pemimpin perusahaan percaya dengan omongan ku" gumam Vania dalam hatinya.


"Maafin aku yah, kamu nggak ninggalin aku lagi kan?" ucap Vania


"Ya, kamu tenang saja" ucap Yuhera mengangguk dan mencium sekilas dahi Vania


"Ya sudah, kita pulang sekarang ya. Ayo biar aku antar kamu ke apartemen" ucap Yuhera mengelus rambut Vania


"Tapi aku takut yank, nanti kalau Sam datang ke apartemen mencari aku bagaimana?" ucap Vania dengan matanya yang sudah mulai berkaca-kaca.


"Hey, kamu nggak perlu takut, aku akan selalu ada di sisi mu. Aku akan terus menemani mu" ucap Yuhera menghibur Vania.


"Kamu janji ya" ucap Vania

__ADS_1


"Iya, aku janji. Ya sudah ayo biar aku antar pulang, agar kamu bisa istirahat. Nanti kamu sakit loh" ucap Yuhera perhatian.


"Ya sudah ayo" ucap Vania tersenyum


Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan restauran itu. Pastinya setelah membayar tagihan yang sudah mereka makan.


Yuhera Dan Vania pun pergi. Dan tanpa mereka sadari, semenjak mereka ada di dalam restoran, Sam mendengarkan semua perkataan mereka.


"Gila ya kamu Van, demi untuk menyelamatkan diri kamu sendiri, bahkan kamu tega menyudutkan aku. Kamu lihat saja, kamu tunggu saja pembalasan dari aku" ucap Samuel tersenyum sinis. Setelah itu dia pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.


Pukul 22.00 WIB, tapi Yuhera belum juga pulang ke mansion. Shila yang bersikeras harus menunggu kedatangan suami nya, akhirnya ketiduran di ruang tamu. Bibi Marni yang melihat nona mudanya tertidur di ruang tamu menyuruh pak Reno untuk mengangkat nona mudanya ke dalam kamar.


"Kasihan nona harus tertidur seperti ini menunggu tuan pulang, nona juga belum makan mulai tadi" ucap bibi Marni


"Apa yang harus aku lakukan ya, hmm, aku panggil Reno saja deh" ucap bi Marni lagi. Pak Reno adalah satpam di mension itu. Setelah itu bibi Marni pun bergegas keluar mencari keberadaan Pak Reno.


"Dimana sih Reno, biasa kan dia di pos satpam berjaga" ucap bi Marni setelah berada di pos satpam


"Eh Bi, ngapain di sini?" Ucap pak Reno yang baru saja datang


"Habis dari belakang bi, biasa ngambil kopi" ucap Reno cengengesan, sambil memegang satu gelas kopi di tangannya


"Emang ada apa sih bi?" tanya pak Reno lagi.


"Itu nona muda lagi tidur di sofa ruang tamu. Bibi kasihan lihat nona kalau tidur di situ. Apalagi kan nona sedang mengandung"ucap bibi Marni


"Jadi bibi mau menceritakan itu, makanya bibi nyari Reno?" ucap Reno bingung


"Ih, ini anak polosnya minta ampun. Ya bibi mau minta tolong kamu buat pindahin nona muda ke kamar nya" ucap bibi Marni gemas melihat kepolosan Reno


."Gak ah bi, Reno gak mau. Nih ya, kalau sampai tuan muda tahu bagaimana? Yang ada Reno yang di marahi nanti" ucap Reno bergidik ngeri


"Kamu tenang aja Reno, nanti bibi yang akan tanggung jawab" ucap bibi Marni


Reno dan bibi Marni pun akhirnya masuk ke ruang tamu , dan Reno langsung memindahkan Shila ke kamar nya

__ADS_1


"Sudah bi" ucap Reno setelah selesai membaringkan Shila di atas tempat tidur nya


."Ya Reno, terima kasih" ucap bi Marni


"Ya bi, sama sama" Setelah itu Reno pun pergi meninggalkan bibi Marni


Di apartemen Yuhera dan Vania sedang bermesraan. Mereka berdua menonton di ruang televisi. Melihat Yuhera yang sudah kembali perhatian sama dia, membuat Vania sangat senang.


"Yank, kamu gak pulang? ini sudah jam 23.00 loh" ucap Vania


"Ya, bentar lagi aku pulang kok" ucap Yuhera santai


"Nanti istri kamu bagaimana?" ucap Vania membuat Yuhera terkejut.


Ya bagaimana tidak terkejut, Yuhera lupa akan keberadaan istri nya. Itu semua di karenakan Yuhera sedang bersama Vania.


"Oh ya, aku lupa sama Shila. Ya sudah aku pulang dulu yah," ucap Yuhera mengambil kunci mobil nya dan mencium lembut bibir Vania.


Keesokan harinya, Rian, Vino, Seina dan Keyko telah sampai di Indonesia. Rian pun menghubungi supir nya untuk datang menjemput keberadaan nya. Tak lama menunggu supir yang di tunggu pun akhirnya datang.


"Selamat pagi tuan, nona, maaf sudah lama menunggu kedatangan saya" ucap pak Edu menunduk


"Ya ga apa kok pak" ucap Rian tersenyum ramah


"Ya tuan" ucap supir itu lalu bergegas memasukkan koper milik dan nona muda nya ke dalam bagasi mobil.


"Sudah selesai tuan, mari kita berangkat tuan" ucap pak Edu dengan sopan, setelah itu mereka pun masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil, Seina dan Keyko tertidur mungkin karna kelelahan. Sedangkan Rian dan Vino sedang berbincang bincang .


"Pak, kita ke mension utama ya, Mama sama papa ada di mension kan?" ucap Rian


"Ada kok tuan, tapi di mension lagi ada sepupu tuan," ucap pak Edu


"Kapan dia pulang? Bukan nya dia lagi di Belanda ya?" tanya Rian bingung

__ADS_1


"Kemarin siang nona Yani datang nya tuan, dan tadi malam non Yani juga menginap di mension" ucap pak Edu memberitahukan dan di balas anggukan oleh Rian.


__ADS_2