
"Aku ingin mendengar jelas jawaban kamu, soal tadi."
"Kalau ingin aku mengucapkan lagi, jauhkan pandangan kamu," ucap Salsa semakin gugup di buatnya, ia memegang ujung bajunya, mencengkramnya erat, membentuk sebuah gumpalan di tangannya.
"Apa kamu gugup, syang!!" Devid menyentuh bibirnya, dengan jemari mengusap lembut atas bibir Salsa, lalu mulai ke bawah, ibu jarinya, mengusap setiap lekuk bibirnya.
"Devid, kamu!!"
"Aku kenapa?" Tanya Devid, menarik kelopak matanya. Membuat ke dua alisnya terangkat.
Plukkk!!
Salsa memukul wajah Devid dengan setangkai bunga di tanganya. "Jauhkan wajah kamu,"
Kamu sekarang semakin berani denganku," ucap Devid, memegang piggang Salsa. Menariknya masuk dalam dekapan hangat tubuhnya.
"Jika kamu berani dengan aku, maka aku akan," Devid mulai mendekatkan bibirnya, dan langsung tangan Selsa menutup bibir Devid, mendorongnya menjauh.
"Jangan sekarang!!"
Devid menautan ke dua alisnya. "Kenapa?"
Salsa tersenyum malu, dengan wajah yang mulai memerah di buatnya. Ia mendorong tubuh Devid menjauh darinya. "Kamu mau kemana?" tanya Devid, memegang pergelangan tangan Salsa, mencegahnya pergi.
"Aku mau kembali," ucap Salsa.
Devid menarik tangan Salsa, memeluk erat tubuhnya. Jemari tangannya mengusap lembut wajah mulus tanpa balutan meke up.
"Jangan pergi dulu! Aku akan ajak kamu makan," ucap Devid.
Salsa menautkan ke dua alisnya. "Makan? Memangnya kita mau makan di mana? Bukanya di sini ajuh dari tempat makan?" Salsa menatap heran Devid.
"Tutuplah mata kamu dulu," ucap Devid. Memeluk tubuh Salsa Dari belakang.
"Aku ingin kamu temani aku seharian penuh. Jangan pergi dariku," bisik Devid. Melepaskan peluaknnya, melepaskan jaketnya, memakaikan ke belakang punggunh Salsa.
"Jangan pakai baju terbuka di tempat seperti ini. Sangat dingin!"
Kruukkkk...
Salsa mengusap perutnya, yang tiba-tiba berbunyi. Ia mengernyitkan matanya, melirik ke belakang, menapat Devid.
__ADS_1
"Kamu lapar?" tanya Devid.
Salsa menguntupkan bibirnya. Sembari mengangguk kecil.
Seketika Devid langsung menutup ke dua mata Salsa. "Kamu jalan pelan, dan jalan lurus ke depan, masuk ke dalam hamparan bunga, dan ikuti setiap apa yang aku bisikkan padamu," bisik Devid.
Salsa memegang tangan Devid, yang menutupi matanya. "Memangnya kamu mau ajak aku kemana? Aku lapar, gak mau senang-senang dulu." gumam Salsa.
"Sudah, diamlah!!" desah Devid. "Sekarang kamu mulai jalanlah!!" lanjutnya.
Salsa menghela naapsnya, ia menuruti apa yang di katakan Devid, perlahan Salsa melangkahkan kakinya, terus berjalan ke depan menelusuri hamparan luas bunga di depannya. "Ini kita mau kemana?"
"Udah tetap jalanlah, sampai kamu tepat berkalan di atas pasir, lalu berhentilah!" gumam Devid.
Salsa terdiam, terus melangkahkan kakinya, dengan ke dua tanganya meraba sekelilingnya, menyentuh bungan di sekelilingnya, membuat ia semakin bahagia. Hingga perlahan menampakkan kakinya ke atas pasir, ia melangkah tingga langkah ke depan dan berhenti.
"Sudah!!" ucap Salsa.
"Tetap tutup mata dulu!!"
"Kenapa aku suruh tutup mata sih, sebenarnya kita mau kemana?" tanya Salsa, yang sudah terlihat kesal terus menutup matanya.
David menyuruh orang yang menyiapkan semuanya untuk segera pergi meninggalkan mereka berdua. Melihat sudah pergi menjauh, Devid menatap ke arah Salsa yang masih diam menutup matanya.
Salsa mengusap ke dua matanya berkali-kali, lalu memandang wajah sekelilingnya tak percaya. "Ini semua kamu yang siapkan?" tanya Salsa.
"Iya, siapa lagi!!" Devid memegang ke dua tangan Salsa.
"Sekarang jalan, aku ingin dinner romantis dengan kamu.
Salsa mencunit tangannya, "Aw--" desah Salsa.
"Ini bukan mimpi?" lanjutnya masih tak percaya.
"Bukan, ini nyata syang"
Devid memegang ke dua tangan Salsa, menuntunya berjalan menuju taburan bunga, di hiasi lilin yang sudah menyala. dan bebetapa lampion yang menghiasi sekitarnya.
Ini nyata, kenapa Devid jadi seromantis ini. Dia gak lagi kesambet, kan? Atau ini hanya siasatnya untuk merayuku? Atau memang benar dari hatinya. Tapi kenapa dia melakukan ini semua padaku? Apa setulus inikah, cintanya, padaku.
"Udah jangan melamun, aku mau kamu menikmati semua yang sudha susah payah aku siapkan untuk kamu.
__ADS_1
t
"Aku maih belum menyangka, kamu bisa menyiapkan ini semuanya." ucap Salsa.
"Karena aku mau membaut kenangan yang terindah untuk kamu," Devid, memegang oinggang Salsa, menaeiknya masuk dalam dekapan tubuhnya, dengan tangan kanan memegang dagu Salsa. "Kamu cantik, manis, perlahan kamulah yang membaut aku tergila-gila. Aku harap kamu merasakan hal yang sama dengan ku," ucap Devid, semakin mendekatkan wajahnya, mengecup lembut bibir Salsa, membuat gadis itu tak bisa menolaknya lagi. Ia melingkarkan tanganya di leher Devid, menikmati kecupan bibir Devid semakin dalam.
Hanya beberapa menit, Devid meoepaskan kevupannya. "Maaf!!" ucap Devid.
Salsa menautkan ke dua alisnya heran."Maaf? Maksud kamu?" tanya Salsa.
"Aku kinta maaf, sudah cium kamu langsung,"
Salsa tersenyum. "Kenapa kamu minta maaf, sudahlah jangan terlalu di pikirkan. Lagian aku tidak permasalahkan. Lagian kamu juga suami aku, sekarang aku lapar, mau makan." ucap Salsa yang mencoba melangkah duluan, dengan sigap tangan Devid mencegahnya pergi.
"Jangan pergi dulu!! Tunggu, aku"
Devid memegang ke dua tangan Salsa. Melangkahkan kakinya berjalan menampakkan ke kayu yang sudah di tatap satu langkah demi langkah. Hari ini dia benar-benar di perlakukan seolah seorang putri baru baginya.
Dengan senyum kebahagiaan menghiasi wajahnya. Dan Devid menuntunnya untuk duduk di kursi.
"Sekarang nikmatilah makanan ini, " semuanya untuk kamu," ucap Devid, duduk di depan Salsa. Tersenyum tipis memandang wajah cantiknya.
Tanoa pikir oanjang salsa langsung melahap makanan yang sudha tersedia di meja. Dan Devid memang sengana memesan minuman khusus untuknya. Dan salsa yang tidak tahu langsung meminumnya begitu saja.
"Salsa apa yang kamu lakukan, makanlah dulu!!" ucap Devid kesal.
"Iya, bawel."
Devid terdiam, ia yabg semula ingin makan seakan sudah hilang selera makannya. hal romantis berubah kacau ulah istrinya, cara makanya seperti orang beri makan satu minggu. Bahkan jatah makanan untuk dirinya saja juga di lahapnya habis. Devid hanya bisa menggelengkan kepalanya, tanpa pikirkan cara makan Salsa.
"Ini orang atau apa? Makanya cepat banget? Dan semua di lahapnya habis" gerutu Devid kesal, ia mencoba untuk bisa tersenyum di depan Salsa. Meski dalam hatinya ia merasa sangat susah.
"Syang!! Kamu gak makan?" tanya Salsa, dengan mulut yang amsih penuh dengan makanan.
"Gak mau, kamu duluan saja," ucap Devid, membuat Salsa geram, ke dua alisnya mulai mengeryit dan selah menatap curiga.
"Makanlah!!" Salsa mengulurkan satu sendok makanan tepat di mulut Devid.
Hak.. Hak..
__ADS_1
Devid tersenyum, dan menerima suapin Salsa dengan wajah merah malunya. "Kamu bisa seromantis ini?" tanya Devid tersenyum menatap amnja istrinya itu.