Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
EPS 27


__ADS_3

Setelah mendengarkan hal itu, membuat Laras seketika lemas dan langsung jatuh pingsan. Natalis yang melihat istrinya tak sadarkan diri langsung saja mematikan panggilan itu dan dia langsung cepat mengangkat tubub istri ke dalam kamar dan langsung menghubungi dokter agar segera mungkin datang ke rumah mereka.


"Ibu bangun Bu, jangan menambah pikiran Bapak dong Bu, kalau ibu sakit begini bagaimana kita akan mencari Shila" ucap Natalis sembari mengolesi minyak kayu putih ke kepala dan hidung istrinya


Setengah jam telah berlalu dokter pun sudah datang dan langsung memeriksa keadaan Laras.


"Bagaimana keadaan istri saya dok apakah istri saya baik-baik saja? ucap Natalis khawatir setelah melihat dokter itu selesai memeriksa keadaan istrinya


"Bapak tenang saja ibu Laras baik-baik saja dan setelah saya periksa ibu ini hanya mengalami syok berlebihan saja dan menyebabkan darah rendah. Saran saya ibu Laras jangan terlalu ikut atau terlalu banyak memikirkan masalah karena itu dapat memicu kondisi kesehatan ibu Laras" kata dokter itu menjelaskan


"Baik Dok saya akan mengingat pesan dokter" ucap Natalis


"Oh iya saya akan menuliskan resep obat untuk ibu" ucap dokter itu dan setelah ia menuliskan beberapa jenis obat dan lalu memberikannya ke Natalis


"Ini resep obatnya silakan Bapak tebuss ke rumah sakit atau apotek terdekat" ucap dokter itu lagi


"Baik dokter" ucap Natalis tersenyum dan meminta kertas yang diberikan dokter itu


"Kalau begitu saya izin pulang dulu semoga ibu ini cepat pulih dan ingat saran saya yang saya katakan tadi" ucap dokter


"Baik dok, silakan. Terima kasih banyak dok" ucap Natalis mengantarkan dokter itu sampai ke depan rumah.


15 menit berlalu Laras pun sudah sadar dari pinsan nya, Natalis yang melihat istrinya sadar sangatlah senang.


"Akhirnya ibu bangun juga, ayah sangat khawatir Bu. Ibu jangan pingsan lagi yah" ucap Natalis mengelus-elus tangan Laras


"Iya ayah maafin ibu sudah membuat ayah tambah khawatir, tapi bagaimana dengan keadaan anak kita yah? Bagaimana kondisi dia di luar sana yah? Bagaimana cara mencetak kita ya ucap Laras menangis


"Hiks... hiks ... hiks ..." suara tangisan Laras


Natalis yang mendengar ucapan istri tercinta nya itu pun sangat ngilu dan tentu dalam hati Natalis, dia sangatlah marah mengingat bagaimana perlakuan menentunya itu memperlakukan anak semata wayangnya dengan cara yang sangat kejam.


"Bu jangan menangis lagi ya kita doakan biar Shila dan calon cucu jadi kita sehat dan cepat ditemukan pendonor untuk Shila ya Bu. Sekarang ibu tunggu sebentar ya ayah mau pergi ke apotek tebus obat dulu" ucap Natalis menenangkan istri tercintanya itu

__ADS_1


"Iya ayah" ucap ibu Laras pasrah


"Ya Tuhan hamba mohon lindungilah anak dan calon cucu hambah dimanapun dia berada. Amin" Doa laras setelah itu dia pun menangis memandangi foto anak kesayangan yang berada di atas meja di dalam kamarnya itu.


Tak lama kemudian, Natalis pun datang dan setelah itu Laras pun langsung minum obatnya.


"Bu besok ayah akan pergi ke kota xxx, ayah akan menemui Yuhera dan keluarganya. Ayah gak boleh diam seperti ini Bu" ucap Natalis setelah diam beberapa saat


"Ibu ikut ya, ibu juga mau tahu bagaimana keadaan anak kita" ucap Laras menangis


"Iya Bu sebaiknya ibu istirahat saja biar besok ibu sudah sehat dan bisa ikut ke kota xxx" ucap Natalis


POV YUHERA


Sesampainya di Paris ufaira dan Ryan langsung menuju ke rumah sakit di rumah sakit di daerah dapat melihat orang yang belum dikenal atau bahkan belum pernah liat nya sama sekali sedang duduk di depan pintu rawat inap istrinya.


"Vin, bagaimana kabar Shila" ucap Rian yang sudah berada di hadapan Vino, Keyko dan pacarnya Seinana


Sebelum menjawab pertanyaan Ryan, Keiko sudah terlebih dahulu bertanya tentang siapa yang berada di samping Rian.


"Dia Yuhera, suaminya Shila" ucap Rian


Mendengar hal itu, Vino langsung saja memukul wajah Yuhera dengan kepalan tangannya membuat Yuhera jatuh tersungkur ke lantai.


"mampus kamu, karena kamu Shila sampai begini" uvap Vino dan kembali memukul wajah tampan Yuhera


"Atas dasar apa kamu memukulku hah? kamu siapanya Shila? ucap Yuhera karena dia tidak terima dipukul oleh orang yang tidak di kenal nya itu.


"Shila itu adik kami, kenapa? kamu masih mau mukul aku hah?" ucap Vino yang sudah geram


Melihat Vino yang sudah semakin emosi pun melerai perkelahian mereka.


"Ya sudah ya Vin kamu tenang dulu oke!!" ucap Rian sembari memberikan air mineral yang ada di tangan nya itu kepada Vini

__ADS_1


"Tapi aku kesel lihat dia tuh, suami macam apa dia memperlakukan istrinya seperti itu" ucap Vino menatap tajam kearah Yuhera


"Ya sudah, tenangkan diri kamu saja dulu ya" ucap Ryan menenangkan sahabatnya itu


"hmmm" ucap Vino dingin.


"Sayang gimana keadaan Shila sekarang. Apa yang sudah dikatakan dokter?" ucap Rian yang sedang berbicara dengan kekasihnya Seina


Mendengar pertanyaan Rian, Seina menangis begitu juga dengan Keyko yang duduk di samping kekasihnya Vino.


"Shila, Shila hiks... hiks.." ucap Seina menangis sesenggukan dan melihat itu Rian langsung memeluk tubuh kecil kekasihnya itu


"Shila baru saja selesai dioperasi" ucap Seina yang masih saja menangis


Mendengarkan hal itu Rian langsung terdiam begitu juga dengan Yuhera.


"Duart" bagai tersambar petir disiang bolong menusuk jantung Yuhera.


Bagaimana tidak? Anak yang selama ini tidak diketahui Yuhera keberadaannya sudah tidak ada. Yuhera menangis? tentu saja iya dia memukul tembok yang ada dihadapannya. Yuhera seakan tidak peduli akan keadaan tangan nya yang sudah berdarah. Di dalam hatinya dia sungguh sangat menyesali perbuatannya itu.


"Ceklek" dokter yang baru saja datang memeriksa keadaan Shila keluar, melihat itu Yuhera pun langsung bergegas cepat berjalan kearah dokter yang baru keluar dari ruangan Shila.


(Disini author jujur, author tidak terlalu pandai berbahasa asing ataupun berbahasa Inggris jadi author tetap menggunakan bahasa Indonesia walaupun mereka sedang berada di luar)😁😁🙏


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" ucap Yuhera to the point


"Begini pak, apa Bapak yang bernama Yuhera? tanya dokter itu


"Iya saya Yuhera dok, saya suaminya pasien yang di dalam" ucap Yuhera


"Begini pak, pasien sekarang sudah siuman dan pasien ingin bertemu dengan Bapak yang bernama Yuhera" ucap dokter itu dan perkataannya dipotong oleh Yuhera


"Apa saya bisa masuk ke dalam dok?" ucap Yuhera memastikan

__ADS_1


"Silahkan pak, karena pasien juga sudah menunggu Bapak, tapi jangan terlalu banyak mengajak pasien berbicara ya pak karena itu sangat berpengaruh terhadap kesehatan istri bapak" ucap dokter itu.


__ADS_2