
"Is, kamu nih lah" ucap Seina gemes melihat tingkah Keyko
POV SHILA
"Kenapa wajah kamu jadi murung gitu? bukan nya kamu sudah bicara sama orang Rian?" ucap Yuhera
"Ya sudah" ucap Shila cuek
"Terus?" tanya Yuhera bingung
"Bentar aja ngomong nya, habis itu langsung di matikan Abang Rian karna mereka ada kerjaan" ucap Shila memonyongkan bibir nya
"Ya sudah, nanti kan bisa telpon lagi" saran Yuhera
"Ya sudah kamu tidur siang ya, aku mau ke ruang kerja melanjutkan kerjaan ku, bentar lagi juga Victor, Felix sama Tito mau kesini" ucap Yuhera dan di balas anggukan oleh Shila.
Tak lama membaringkan tubuh nya Shila pun akhir nya tertidur. Setelah melihat Shila sudah tertidur dengan lelap, Yuhera pun keluar dari kamar itu dan bergegas menuju ruang kerja nya. Sepuluh menit menunggu, akhirnya Victor, Felix dan Tito sudah datang.
"Bi, Yuhera nya ada?" ucap Victor
"Ada den, tuan muda ada di ruang kerja" ucap bibi Marni
"Oh ya bi, kami ke ruang kerja dulu ya" ucap Victor dan mereka pun pergi ke arah ruang kerja dimana Yuhera sekarang berada.
*Tokk...Tokk..." suara ketukan pintu
"Ya masuk" teriak Yuhera dari dalam.
"Oh kalian yang datang" ucap Yuhera
"Hm" jawab mereka bertiga serempak
"Oh ya, Lo nyuruh kita bertiga kesini mau ngapain?" ucap Tito setelah mendudukkan dirinya di salah satu sofa yang ada di ruangan itu
"Ya tumben banget, biasa juga kalo ada yang penting Lo nyuruh kita ke kantor" ucap Felix menimpali perkataan Tito
"Gue mau cerita. Gue tadi sudah ketemu sama Vania" ucap Yuhera tenang dan membuat ke tiga sahabat nya kaget
__ADS_1
"What?" kaget Victor, Felix dan Tito
"Ya tadi gue ketemu sama dia" ucap Yuhera lagi
"Apa kamu yang ngajak dia ketemuan atau gimana?" ucap Felix
"Dia yang datang ke kantor ku, dan dia juga buat keributan di sana" ucap Yuhera menjelaskan apa yang terjadi
"Gila yah tu cewek, udah ketahuan salah, masih tetap menunjukkan wajah nya depan Lo" ucap Victor marah
"Dia tadi datang ke kantor gue mau minta maaf, dan mau menjelaskan apa alasan dia berbuat seperti itu" ucap Yuhera datar
"Terus Lo mau maafin dia?" ucap Felix
"Gue belum memaafkan Vania, tapi gue juga akan kasih kesempatan ke dia, karna dia juga sudah janji ke aku bakal menjelaskan apa yang sudah dia lakukan sebelum nya" ucap Yuhera
"Gila ya Lo, Lo mikir apa, dengan cara Lo kasih dia kesempatan buat menjelaskan semua yang sudah dia lakukan, Lo akan kembali membuat hati Shila terluka, Lo mikir ga sih sampai ke situ?" ucap Tito marah melihat ke plin plan an sahabat nya itu
"Ya gue harus buat apa? kan gue juga berhak nanya ke dia apa alasan nya dia, kalian tau kan, kalo gue suka banget sama dia" ucap Yuhera
"Tapi kan Lo udah punya Shila. Dan Lo juga kan udah punya calon anak Lo di dalam kandungan Shila. Dan Lo ingat gak, waktu Lo di rumah sakit berjanji gak bakalan nyakitin hati Shila lagi?" ucap Victor dengan panjang kali lebar.
"Sudah lah, ngomong sama Lo ga ada jelas nya. Ingat ya, kalo terjadi sesuatu sama Lo dan Shila, jangan pernah datang mencari kita" ucap Felix marah. Setelah mengucapkan itu, mereka bertiga pun keluar dari ruang kerja milik Yuhera. .
"Akhhh, sial" teriak Yuhera.
Malam hari nya, Yuhera pun bergegas untuk mempersiapkan diri nya. Dia mengirimkan pesan ke Vania dimana tempat mereka akan bertemu.
"Bang, Abang mau kemana? kok sudah rapi?" ucap Shila
"Mau pergi keluar bentar, mau jumpai teman, kamu di rumah saja ya, kalau kamu lapar, Ki suruh bibi temani kamu makan" ucap Yuhera
"Tapi kan Shila mau makan di suapi sama abang" ucap Shila.
"Aku rencana akan makan di luar sama teman Abang" ucap Yuhera merapikan rambut nya.
"Kalau nggak, aku ikut saja ya sama abang" ucap Shila memelas
__ADS_1
"Ga bisa Shil, Abang keluar karna ini ada urusan yang sangat penting" ucap Yuhera meninggikan suara nya. Dan tak sadar dengan ucapan nya sudah membuat Shila hampir mau menangis
"Ya sudah, Abang hati hati ya" ucap Shila, setelah itu Yuhera pun pergi meninggalkan Shila sendirian di kamar itu
"Kenapa ya Abang bentak aku? kan aku ngomong baik baik" ucap Shila yang sudah menumpahkan air mata nya
Di perjalanan Yuhera mengendarai mobil nya dengan cepat. Dia takut akan terlambat sampai di restaurant tempat dia akan bertemu dengan Vania. Dia tidak mau membuat orang yang dia sayangi nya itu menunggu nya terlalu lama.
Sesampainya di restaurant, Yuhera bergegas masuk dan mencari keberadaan Vania. Terlihat jelas di mata nya bahwa Vania sudah ada di meja No. 32. Dia merasa kasihan melihat Vania menunggu disana.
"Van, maaf, aku kelamaan, tadi aku ada urusan bentar baru datang kesini" ucap Yuhera merasa bersalah
"Ya ga apa apa. Kamu duduk yah, biar aku pesan kan makanan" ucap Vania dan Yuhera pun duduk tepat di samping kursi yang di duduki oleh Vania.
"Mbak, mbak" ucap Vania memanggil waiters yang kebetulan lewat dari depan meja mereka
"Ya nona, anda mau memesan sekarang?" ucap Waiters itu sembari meletakkan kertas menu yang di pegang nya tadi sesaat Vania sedang duduk sendiri disitu, tetapi ketika di tanya mau memesan apa, Vania mengatakan tunggu pacar nya datang dulu
"Ya" ucap Vania singkat.
"Aku mau mesan nasi goreng sea food dan orange juice, kamu yank, mau pesan apa?" ucap Vania
"Aku pesan spagethi dan chocolate drink aja" ucap Yuhera dan pelayan itu asyik menulis apa saja yang dipesan oleh ke dua orang itu
"Baik pak, Bu, tolong di tunggu sebentar ya" ucap Waiters itu dan langsung bergegas ke arah koki yang sedang memasak menu para pelanggan sudah terlebih dahulu memesan.
"Apa yang mau kamu jelaskan?" ucap Yuhera langsung tanpa basa basi lagi
"Aku akan jelasin, tapi nanti saja ya selesai kita makan, aku sudah lapar banget" ucap Vania manja
"Hm, ya sudah" ucap Yuhera datar
Tak lama menunggu, akhirnya makanan dan minuman yang mereka pesan sudah tersusun rapi di meja makan.
"Ya sudah ayok kita makan" ucap Yuhera dan langsung menyantap makanan nya begitu juga dengan Vania
"Dah lama ya, kita gak makan berdua seperti ini" ucap Vania
__ADS_1
"Aku gak bakalan melupakan moment ini, karna aku rindu banget moment moment saat kita berdua seperti ini" ucap Vania