Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
Eps 17


__ADS_3

"heh, bangun Lo" ucap Yuhera menarik tangan Shila, hingga dia terjatuh dari kasur.


"aduh, sakit," ucap Shila menangis dan memegangi perutnya


"diri Lo" bentak Yuhera. setelah itu dia pun berdiri.


"loe pergi dari sini, karna acara bulan madu sudah selesai" ucap Yuhera dingin tanpa mempedulikan Shila yang meringis menahan sakit.


"maksud Abang kita mau pulang?" tanya Shila tersenyum senang karna mereka akan pulang ke Jakarta.


"haha? kita? dengar ya baik baik, loe pergi sekarang juga, Lo pulang sendiri, gue malas pulang' sama Lo" ucap Yuhera santai


"maksud Abang apa?" ucap Shila bingung


"masih banyak tanya Lo, Lo keluar dan Lo pergi dari sini" ucap Yuhera menarik tangan Shila keluar kamar dan mendorongnya begitu saja. , Setelah itu Yuhera pun pergi ke kamarnya


Shila menangis, meringis,menahan rasa sakitnya


"aku harus gimana, aku kan gak punya uang, gimana aku harus pulang, gimana aku harus makan, gimana aku harus pulang, gimana aku harus makan, gimana aku bisa merawat calon anak ku," ucap Shila menangis dan mengelus perutnya . setelah itu dia pun pergi keluar dari hotel itu.


Shila terus melangkahkan kakinya tanpa tau arah. Lapar, kata itulah yang terus terucap dari bibir kecilnya.


"Maafkan mama ya sayang, karna kesalahan mama kamu jadi kelaparan" ucap Shila mengelus Elus perutnya.


Ingin mencari kerja dia tidak tau bahasa asing. Yang dapat dilakukannya hanyalah mencari sisa sisa makanan yang ada di tong sampah.


Matahari yang akan terbenam, hujan yang akan turun membasahi bumi, membuat Shila kerepotan untuk mencari tempat berteduh.


"hujan dah mau turun lagi, aku harus kemana yah" ucap Shila khwatir dan menangis


Setelah lama mencari tempat untuk berteduh akhirnya dia melihat ada rumah pohon. Shila tidak peduli akan ada orang yang marah kepadanya. yang penting bayi yang masih didalam kandungannya aman.


"akhirnya aku bisa menemukan tempat ini. Aku tidak tau ini punya siapa, aku bisa tinggal disini untuk sementara. Nak, kamu sehat sehat didalam perut mama yah, mama janji akan selalu melindungi kamu" ucap Shila mengelus Elus perut nya.

__ADS_1


Karena kelelahan dan menahan rasa lapar, Shila pun akhirnya tertidur. Sesekali dia harus terbangun karna menahan rasa sakit dari bagian ginjalnya.


Sementara di Indonesia di salah satu Mension, lebih tepatnya Mension Ardhani sedang melaksanakan makan malam. Yuhera yang baru saja sampai di Mension membuat orang yang disana bertanya tanya.


"malam mah, pah" ucap Yuhera.


"malam nak, kamu sudah pulang, mana Shila? kok kamu sendirian kesini?" tanya mama Sarah


"ih mama, anak mama siapa sih sebenarnya, aku atau Shila? bukannya nyuruh anaknya makan, malah nanyain orang lain" kesal Yuhera


"Shila itu bukan orang lain, dia itu istri kamu, menantu mama sama papa" geram papa Ardhani


"hmm, ya ya aku tidak lupa itu pa. Shila tinggal di Paris . dia katanya rindu dengan temannya yang kuliah di Paris ma, pa" ucap Yuhera tenang


"teman?" tanya mama Sarah memastikan


"ya ma, temannya, nanti kalau dia pulang, dia bakalan telpon aku kok mam" ucap Yuhera sambil mengunyah makanannya


'Yuhera sudah selesai makan, yuhera mau ke kamar dulu mah,pah" ucap Yuhera berdiri dan mencium wajah papa mamanya. setelah itu berjalan menaiki tangga.


"haha, akhirnya kita bisa nikmati semua hartanya Yuhera, Sam" ucap Vania senang


"ya Van, kamu emang hebat. tanpa kita bekerja juga kita bisa tetap hidup, kita bisa menguras semua hartanya Van" ucap Samuel


"bodoh, kamu emang bodoh Van, loe ga tau aja, loe juga gue manfaatin, dan gue harus bisa merebut kembali rasa cinta Shila, gue masih sayang dan cinta sama Shila, Shila cuma milik gue" sambung Samuel dalam hati


"tapi kita harus tetap hati hati Sam, gue gak mau rencana kita diketahui sama Yuhera" ucap Vania


"tentu sayang" ucap Samuel yang langsung memeluk Vania, tentu yang ada dalam bayangannya saat ini adalah Shila.


Di Paris , matahari yang sudah mulai terbit, menyinari negara Paris, seorang wanita yang sedang tidur pun terbangun karna sinar matahari yang menyinari.


"HM, silau banget, hoaammm..." ucap Shila yang terbangun dan mengucek matanya

__ADS_1


"aku lapar, aku harus makan apa ya sekarang, nak sabar ya, nanti mama nyari makanan buat kamu yah" ucap Shila mengelus perutnya dengan wajah yang sendu


"oh ya, aku kan punya cincin ini, apa aku jual aja ya, tapi aku harus jual kemana ya, aku kan gak punya uang buat ongkos, eh kalau masalah ongkos aku bisa sih jalan kaki, tapi kan aku gak bisa bahasa Inggris" ucap Shila bingung


"hmm, yaudahlah aku coba saja, mana tau nanti aku ketemu orang baik yang bisa bahasa Indonesia" sambung Shila lagi dan beranjak tuurun kebawah dengan cara menuruni tangga yang ada di pohon itu.


Shila terus berjalan tak tentu arah. capek, lelah, lapar, sakit itulah yang dirasakannya saat ini. dia terus berjalan sampai ke sebuah taman. Ditanam Shila mengistirahatkan badannya dan tak lama dia melihat ada dua orang laki laki yang duduk di kursi taman itu. Shila yakin mereka adalah orang Indonesia.


"itu sepertinya berasal dari Indonesia deh, apa aku tanya saja ya, mana tau mereka mau membantu aku" ucap Shila senang, setelah itu Shila pun menghampiri perempuan itu.


Setelah berada disamping kedua laki laki itu, Shila bingung dan takut. Dia takut salah mengira mereka adalah orang Indonesia.


laki laki yang ada disitu pun bingunv melihat tingkah Shila dan akhirnya mereka pun bertanya.


"sorry, three are we can help?" tanya Rian


"maaf, saya gak ngerti bahasa inggris" ucap Shila jujur dan terus menatap kedua laki laki itu.


Kedua laki laki itu tampak terkejut. Dan mereka langsung berdiri menghadap ke Shila.


"kamu ornag Indonesia?" tanya vino


"ya tuan, saya ornag Indonesia, apa kalian bisa membantu saya?" tanya Shila dengan senang


"ya, ada yang bisa kita bantu?" tanya Rian


"begini aku mau jual cincin, tapi saya gak tau dimana tempat jual cincin dan saya juga gak tau bahasa Inggris" ucap Shila jujur dan menahan malu.


"oh, mau jual cincin yaudah ayok kita temani" ucap Rian lagi


"terimakasih karna sudah mau berbaik hati kepada saya tuan" ucap Shila tersenyum


"ya sudah kamu santai saja, sepertinya kamu lebih muda dari kita. kamu panggil kami kakak saja jangan tuan" saran Vino sambil tertawa

__ADS_1


"baik kak" ucap Shila tersenyum


__ADS_2