
Kedatangan mereka di sambut hangat oleh ibu dan ayah Shila.
"Nak, bagaimana kabar kamu sekarang? Kamu datang dengan siapa?" tanya Laras yang belum melihat Rian, Vino, Keyko dan Seina, karna mereka masih ada di luar rumah melihat pemandangan.
"kabar Shila tidak baik Bu, Shila sama Abang Sama kaka Shila juga Bu, ayah dimana Bu?" tanya Shila
"Ayah kamu ada di kamar, maksud kamu tidak baik bagaimana? suami kamu mana?" tanya Laras tapi Shila bukan nya menjawab justru malah menangis, membuat ibu nya bertambah bingung
"Eh, kok kamu jadi nangis sih nak, tunggu biar ibu panggil kan ayah kamu dulu" ucap Laras setelah itu dia berlalu dari hadapan Shila.
Tak lama, muncul lah ayah dan ibu nya bertepatan dengan Rian, Vino, Keyko dan Seina yang baru masuk ke dalam rumah.
"Sore om, Tan" ucap mereka berbarengan
"Ya sore, silahkan duduk" ucap Natalis
"Kamu kenapa nak, kata ibu kamu menangis, kamu kenapa? Oh ya suami kamu mana, dan mereka ini siapa?" tanya Natalis dengan berbagai pertanyaan.
"Oh ya om, kenalkan saya Rian, dan ini teman teman saya Vino, Seina dan Keyko nama nya. Kami yang waktu itu pernah menolong Shila sewaktu di Paris om, Tan" ucap Rian.
"Oh ya ya nak, kalau boleh tau kenapa Shila bisa dengan kalian kesini? suami dia kemana?" ucap Natalis bingung.
"Ayah... hiks...hikss..." ucap Shila menangis dan langsung menghamburkan dirinya ke dalam pelukan ayah nya.
"Kamu kenapa nak? Kenapa kamu menangis?" tanya Natalis bingung
"Ayah, Shila mau di ceraikan sama bang Yuhera, Shila lihat sendiri kalau Abang masih sayang sama ka Vania yang sudah rebut Samuel dari Shila, hiks...hikss" ucap Shila dengan air mata nya
__ADS_1
"Apa? Jadi Yuhera masih tetap buat kamu seperti ini? mana janji yang di ucapkan dia dulu? Memang anak tak tau diri" ucap Natalis marah .
"Tega sekali dia mau menceraikan kamu dengan keadaan kamu yang sekarang, apa dia sebelum mengatakan perceraian dia gak memikirkan tentang anak nya ke depan nya" ucap Natalis emosi
"Ayah tenang dulu, Kita dengar kan dulu Shila ngomong" ucap Laras menenangkan suami nya.
"Jadi keputusan kamu sekarang apa Shil?" ucap Laras
"Shila mau ikut Abang sama kakak ke Paris, bu. Shila ga mau lagi disini, Shila ga mau lagi lihat Abang Yuhera disini, Abang udah gak seperti yang Shila kenal waktu kami masih kecil" ucap Shila menangis
"Apa? ke Paris? Tapi kamu kan gak ngerti bahasa disana nak, apalagi kamu gak ada teman disana" ucap Laras ..
"Tapi Shila ada Abang sama kakak Bu, nanti mereka yang akan jagain shila disana" ucap Shila
"Yah, bagaimana ini, ibu gak mau jauh dari Shila yah" ucap Laras menangis
"Nak Rian dan kalian semua yang disini, om dan tante minta tolong sama kalian, selama di Paris ,om nitip Shila sama kalian" ucap Natalis
"Shila anak yang manja, dia anak yang cengeng, kalau ada masalah, jangan pernah tinggal kan dia, jika memang kalian sudah gak sanggup lagi menjaga dia, maka hubungi om atau Tante, biar kami datang menjemput Shila" ucap Natalis panjang lebar.
"Ya om, om tenang saja, Shila sudah kami anggap seperti adik kami sendiri. Tapi om, Tan, maaf sebelum nya, tapi sebelum kepergian kami, kami harus memberi tahu kan, mungkin selesai kami wisuda kami gak tinggal di Paris lagi, kami bakalan balik ke Indonesia untuk meneruskan perusahaan keluarga kami om, dan sebelum nya kami juga sudah membicarakan ini dengan Shila, tapi shila mengatakan tidak menjadi masalah ke depan nya. Maksud saya memberitahukan ini kepada om dan tante agar ke depan nya tidak ada masalah yang terjadi" ucap Rian
"Ya nak, yang penting jika terjadi sesuatu kalian harus dengan cepat memberitahukan nya kepada kami" ucap Laras yang sudah mulai tenang
"Oh ya yah, Bu, nanti kalau Abang Yuhera datang mencari Shila, jangan pernah kasih tau Shila ada dimana, dan jika Abang datang kesini ingin mengantar surat gugatan cerai, biar nanti Shila pikirkan bagaimana caranya Shila bisa menandatangani nya" ucap Shila dan di balas anggukan oleh kedua orang tua nya.
"Ya nak, kamu tenang saja, ayah juga gak mau kesalahan ini terulang untuk kedua kali" ucap ayah nya Natalis.
__ADS_1
"Kapan kalian akan berangkat ke Paris nak?" tanya Natalis
"Mungkin besok sore om, karna pagi nya kami mau jalan jalan dulu di sekitar desa ini" ucap Vino
"Oh ya ya, Bu, siapkan makan malam untuk kita, masak juga makanan kesukaan Shila ya Bu" ucap natalis
"Baik yah, tenang saja ibu akan masak yang banyak untuk kita malam ini, biar kalian pulang dari sini pada gemuk gemuk semua, hahah" ucap Laras sengaja membuat bahan percandaan agar Shila tidak sedir lagi
"Ayo tan, biar kami bantu, Seina jago masak kok, tenang saja gak bakalan gosong" ucap Seina yang sengaja mengejek Keyko
"Ih kamu, bilang aja kamu mau mengatai aku kan" ucap Keyko geram
"Hahah, biasa aja loh Key, aku tuh cuma bercanda. Ya sudah yok kita bantu Tante masak di dapur" ucap Seina dan di balas anggukan oleh Keyko.
Laras, Seina, Keyko dan Shila pun pergi ke dapur untuk memasak makan malam. Sedangkan para lelaki asyik mengobrol di ruang tamu.
"Apa kalian tau apa yang terjadi sama Shila?" tanya Natalis.
"Ya om, kami tau, Kemarin pagi kami mengantar Shila pulang ke rumah nya, karna malam nya Shila tidur di rumah aku om, karna dia pengen tidur sama mama aku kata nya, mungkin dia lagi ngidam kali ya" ucap Rian
"Haha, ya Shila memang ngidam itu, karna om aja di tendang dari kamar, hahah" ucap Vino mengingat tingkah laku Shila waktu menginap di rumah Rian
"Nah, sesampainya di rumah, Shila melihat kalau Yuhera sedang ada di kamar dengan Vania kalau ga salah sih Shila mengatakan perempuan itu pacar nya Yuhera sebelum mereka menikah " ucap Rian.
"Dan Shila juga menceritakan sama kami, kalau Vania mengatakan mereka akan menikah dalam waktu dekat ini" jelas Rian
"Ya om, Vino lihat sendiri kok, kalau Yuhera memang sedang di kamar bersama perempuan itu, karna Vino ga bisa lihat Shila menangis makanya Vino langsung pergi ke kamar Yuhera untuk memastikan kebenaran nya" ucap Vino menambahi penjelasan Rian.
__ADS_1
"