Menikahi Mantan Suami Pelakor

Menikahi Mantan Suami Pelakor
Bab. 108


__ADS_3

Brak!!


Wulan membanting pintu depan dengan keras, dia sudah bertekad akan keluar dari rumah Ridho dan berharap bisa satu rumah dengan Steve.



"Wulaaan!!"



Ridho berteriak memanggil Wulan yang terus melangkah meninggalkan dirinya. Wulan sudah memesan taksi online untuk menuju ke bandara.



"Arrgh!! Sial! Baiklah jika itu maumu, Wulan! Aku pun tidak akan mengharapkan dirimu kembali, sekarang aku harus mengusir kedua orang tuamu yang benalu itu!" ucap Ridho dengan nada tinggi kasar. Sumpah serapah untuk Wulan mengalun indah dari bibir Ridho.



Ridho masuk ke rumah, dirinya menuju ke kamar mertuanya. Namun, alangkah terkejutnya ketika dia masuk dan mendapati kamar sang mertua telah kosong, semua barang sudah tidak ada. Semua bersih hanya tinggal ranjang yang sudah rapi.



Ridho pun berlari menuju ke kamar Aris, menurutnya kemungkinan sang mertua ada di kamar adik iparnya itu. Namun, lagi-lagi Ridho terkejut. Di kamar Aris juga tidak ada siapapun, semuanya sudah bersih, tidak ada satu pun barang yang tertinggal hanya sepucuk surat yang ada di meja belajar Aris.



Ridho mengambil surat itu lalu membuka dan membacanya.



'Teruntuk Mbak Wulan dan Mas Ridho.



Saya mewakili mbak Wulan dan orang tua Aris. Mengucapkan banyak terimakasih pada mas Ridho yang sudah memberi kami tumpangan selama ini. Kami pamit, Mas. Mau tinggal bersama dengan mbak Tia.



Terima kasih.


Aris-keluarga.'


Ridho meremas surat tersebut dengan perasaan marah yang sulit untuk diungkapkan.



"Sial! Ternyata keluarga benalu itu sudah tahu kalau aku mau mengusir mereka! Baiklah aku akan balas kalian semuaaa!!" Ridho berteriak dengan sangat kencang, suara memenuhi kamar Aris bahkan sampai ke luar.



Tidak tahu apa yang harus Ridho lakukan, dia pun kembali ke kamarnya lalu mulai minum, minuman keras yang ia simpan di bawah tempat tidurnya. Minuman yang sama ia bawa di pesta pernikahan Tia dan Hans.



Tidak berapa lama, Ridho pun ambruk karena terlalu banyak minum sedangkan sedari pagi belum ada nasi yang masuk ke dalam perut Ridho. Di rumah sepi sendirian, tidak ada pembantu karena semua sudah Wulan pecat gegara tidak bisa bayar gaji. Sang supir pun juga sudah dipecat, jadi di rumah itu tidak ada siapapun.

__ADS_1


***


Sementara itu, Wulan sudah duduk manis di deretan bangku pesawat terbang. Dengan menggunakan kacamata hitam, Wulan duduk sambil memejamkan mata. Dia sudah membulatkan niat untuk bertandang ke rumah Steve. Hati Wulan sudah tertutup karena hartanya sudah habis, dia ingin memeras Steve agar dapat uang.



"Hmm ... Steve, tunggu aku. Aku tidak akan melepaskan dirimu begitu saja. Kau harus membayar semua kerugian yang aku alami. Nama baikku sudah hancur gara-gara ibu mertuamu itu!!" geram Wulan di dalam hati.



Wulan meliriknya ke arah ponselnya dimana di berita viral dirinya disebut- sebut sebagai Pelakor. Sampai kini Wulan terpaksa menutupi penampilannya dengan kerudung dan kacamata agar tidak ada orang yang mengenalnya.



Pesawat pun landing dengan selamat, Wulan tiba di tujuan, kini ia memakai taksi untuk menuju ke rumah sakit tempat istri Steve dirawat.



Wulan dengan penampilan tertutup membuat semua orang tidak mengetahui kalau dirinya artis viral karena tertangkap berselingkuh dengan pengusaha sukses.



Wulan berjalan menuju ke resepsionis untuk bertanya arah kamar VIP.



"Selamat siang, Sus. Boleh minta tolong, arah kamar rawat VIP khusu ibu setelah melahirkan sebelah mana ya?" tanya Wulan tanpa membuka kacamatanya.




"Terima kasih banyak, Sus." Wulan berterima kasih lalu pergi menuju ke arah yang ditunjukkan oleh sang suster tadi.



Wulan berjalan dengan langkah yang tenang, sedikitpun tidak menimbulkan kecurigaan. Semua orang yang berpapasan dengan dirinya tidak akan menyangka jika Wulan adalah artis dadakan yang viral. Hampir semua media sosial memberitakan tentang dirinya yang terciduk saat berselingkuh di hotel.



Tepat sampai di ujung belokan, Wulan menepikan dirinya karena melihat Hans keluar dari salah satu kamar deretan VIP.



"Astaga ... Gawat! Bukankah itu mas Hans?! Sedang apa dia di sini? Dan siapa yang sedang sakit? Bukankah baru kemarin dia melangsungkan pesta pernikahannya dengan Tia. Apa dia sedang menyembunyikan wanita simpanannya?" gumam Wulan yang bersembunyi di balik tiang.



Hans yang tidak melihat Wulan melenggang begitu saja. Dia hendak ke kantin untuk membeli makan. Sedangkan Tia sedang tertidur pulas.



"Aku harus menyelidikinya! Siapa tahu bisa untuk menghasilkan uang seperti yang akan aku lakukan pada Steve dan keluarganya!" gumam Wulan lagi. Jiwa kepo dan bisnisnya tiba-tiba keluar.


__ADS_1


Setelah memastikan Hans sudah jauh, Wulan pun mendekat ke kamar tempat Tia dirawat. Wulan ingin tahu siapa yang sedang Hans sembunyikan.



Dengan langkah mengendap-endap, Wulan menarik handle pintu yang tidak terkunci. Wulan masuk perlahan untuk melihat siapa yang sedang tidur di ranjang. Tia yang kebetulan tidur memunggungi arah pintu tidak tahu bahwa ada orang yang masuk sembarangan ke kamarnya tanpa ijin.



"Oh, ternyata bukan simpanan mas Hans. Tia sendiri yang ada di ranjang itu. Kira-kira si Tia sakit ya?" gumam Wulan setelah melihat siapa yang tidur di bed itu ternyata adalah Tia.



"Sudahlah, toh tidak penting lagi!" ucap Wulan, dia pun pergi meninggalkan Tia begitu saja. Gegas dia mencari kamar dimana istri Steve dirawat.



Wulan merapikan penampilannya, dia kembali berjalan dengan tenang menuju ke kamar yang ia cari.



"Ini dia kamar istri Steve. Hmm ... Ternyata istrinya benar-benar orang kaya. Baiklah, aku akan memeras kalian! Rasakan siapa yang suruh memviralkan diriku?!" gumam Wulan di alam hati dengan seringai yang terbit di ujung bibirnya.



Sebelum masuk ke ruangan Sinta, Wulan berpose untuk selfie sebentar di depan pintu kamar tersebut. Setelah itu dia mengambil ponsel Steve dan mencari nomer Clara.



"Nah, ini dia!" Wulan tersenyum melihat nomer kontak Clara. Segera dia kirim nomer Clara ke ponselnya.



"Sudah selesai, tinggal kirim," Wulan bermonolog dengan dirinya sendiri.



Wulan mengirim fotonya yang berada di depan kamar Sinta pada Clara. Tujuan Wulan mengirim foto dirinya pada Clara adalah untuk memberikan ancaman, bahwa Wulan akan membongkar semua perselingkuhannya dengan Steve pada Sinta. Selain itu Wulan ingin memviralkan keluarga Sinta sebagai keluarga terhormat yang memiliki menantu tulang selingkuh.



Wulan sudah memiliki video dari memori ponsel Steve yang isinya adegan-adegan dewasa dengan para wanita yang sudah ia sewa. Wulan ingin dunia tahu bahwa menantu seorang pengusaha sukses dan terkenal adalah sosok lelaki tukang selingkuh.


Tiiing ....


Pesan sudah terkirim ke ponsel Clara. Clara yang kebetulan tidak bersama Sinta pun menatap dengan mata yang membulat sempurna.



"Apa-apaan wanita murahan itu!! Apa maksudnya mengirim foto dirinya? Tunggu ... Itu kan kamar Sinta! Sedang apa dia!" ucap Clara gusar melihat foto yang Wulan kirim padanya.


Clara membalas pesan dari Wulan, saat ini dia tidak bisa menelepon karena sedang menemani sang suami untuk bertemu dengan klien bisnisnya. Clara pun akhirnya berbalas pesan dengan Wulan.


Clara: 'Apa maksudmu, Pelakor!!'


Wulan: 'Tenang nyonya yang terhormat! Aku hanya ingin dunia tahu jika menantumu adalah lelaki pendosa, tukang selingkuh!'

__ADS_1


Clara tidak melanjutkan membalas pesan Wulan.


__ADS_2