Menikahi Mantan Suami Pelakor

Menikahi Mantan Suami Pelakor
MMSP2. Bab 89


__ADS_3

Di rumah Tia, Gunawan menenangkan anak perempuannya yang gelisah.



"Sudahlah, Tia. Kita hanya cukup mendoakan agar Aris bisa menyadarkan istrinya itu. Memang jika kita menikah dengan seseorang kita sama aja juga menerima keluarganya.



"Benar, Ayah. Hanya saja Tia tidak mengira jika wanita yang dulu Tia dukung untuk menjadi istri Aris tega menjelekkan Tia di belakang. Walau tidak menyebut nama, akan tetapi Tia tahu siapa yang ia maksud. Tia kecewa, Yah."


Tia menumpahkan segala resah dan kecewa hatinya di dalam pelukan sang ayah. Aris adalah adik satu-satunya, dulu demi membela dirinya Aris rela bertengkar dengan Wulan dan ibunya.


"Sabar, di dunia ini terkadang butuh rasa kecewa agar bisa mengevaluasi apa yang sudah kita lalui. Jangan sampai terulang lagi, melakukan hal yang sama. Ayah yakin bahwa kamu bisa mengatasi rasa kecewa dengan baik. Walau bagaimanapun, Aris adalah adikmu. Bimbing dia, beri tahu mana yang baik dan mana yang buruk," ucap Gunawan menasehati Tia.



"Tia harap juga begitu, Yah. Walau bagaimanapun, Aris adalah adik kandung Tia. Walau beda ayah, kami satu rahim yang sama," ucap Tia menyeka air matanya yang tidak mampu lagi dia tahan untuk tidak menetes.


__ADS_1


"Kamu memang putri ayah yang bisa diandalkan." Gunawan menepuk bahu Tia. Dia sangat bahagia bisa memiliki seorang putri yang mulia hatinya. Walau Gunawan tidak mendidik Tia, akan tetapi Tia mewarisi sifatnya.



Kedua ayah dan anak itu saling berpelukan, berbagi rasa untuk saling menguatkan.



"Assalamu'alaikum, Kak," ucap Aris yang sudah tiba kembali di rumah Tia.



"Aris? Kamu kenapa bisa sampai di sini lagi? Kamu datang sendiri?" cecar Tia. Dia heran mengapa adiknya bisa sampai di sini lagi. Padahal tadi sudah pulang bersama sang istri.




Tia menangis hari, ternyata adiknya merasakan hal yang sama yakni begitu tersiksa dengan merenggangnya hubungan mereka.

__ADS_1



"Iya, Aris. Mbak sudah memaafkan mu. Semua ini salah mbak yang tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk kalian," imbuh Tia merendah.


Aris menatap mata sang kakak yang memerah. Tangannya pun mulai menghapus air mata kakaknya. Tia terharu, begitu besar rasa kasih sayang yang tercipta di antara dirinya dan Aris. Namun, harus terganjal batu besar.


"Tidak, Mbak. Mbak Tia adalah kakak yang hebat untuk Aris. Hanya saja Aris yang tidak bisa mendidik Devi dengan baik. Aris sudah tahu semua, Mbak. Aris sudah baca postingan Devi yang menyindir mbak Tia. Maaf, Aris telat mengetahuinya," ungkap Aris yang baru saja tahu semua itu dari bik Inah.



Sebelum masuk tadi, Aris bertanya pada bik Inah penyebab berubahnya Tia pada diri Aris.



Lima belas menit yang lalu ....



"Assalamualaikum, Bik Inah," sapa Aris yang memilih masuk melalui pintu belakang.

__ADS_1


"Astaghfirullah ... Den Aris? Wa'alaikum salam. Maaf, Bibik kaget, bukankah sepetinya tadi den Aris sudah pulang dengan mbak Devi? Lalu tiba -tiba saja datang kemari. Ada apa, Den?" Tanya Bik Inah sembari mengelus dadanya karena masih merasa syok.


"Maafin Aris, Bik, sudah membuat Bibik terkejut. Aris hanya ingin bertanya pada Bibik, mungkin Bik Inah tahu penyebabnya. Kira-kira apa ya, Bik? Apa penyebab mbak Tia berubah begitu dingin pada Aris. Padahal sebelumnya mbak Tia begitu baik pada Aris," ucap Aris mengajukan pertanyaan pada wanita yang diduga Aris dengan dengan sang kakak.


__ADS_2