Menikahi Mantan Suami Pelakor

Menikahi Mantan Suami Pelakor
MMSP2. Bab.78


__ADS_3

Para awak media itu sama sekali tidak menggubris tindakan Noah yang dirasa tidak manusiawi.Memnag sudah menjadi resiko sebagai seorang pemburu berita yang dikasari bahkan tidak jarang juga mendapat umpatan dari orang yang mereka jadikan sumber berita.


"Tuan, apa benar putri Tuan Noah yang bernama Merlyn sudah menjebak pebisnis sukses Hans di sebuah Hotel? Beritanya sudah tersebar, jika itu benar apa tanggapan anda sebagai seorang Ayah saat putri anda di sebut wanita murahan?" berbondong bondong pertanyaan wartawan membuat Noah semakin menahan emosinya agar tidak meledak.


Noah memilih segera masuk mobil nya meninggalkan wartawan yang tidak mendapatkan satu jawaban pun dari dirinya, dia tidak menyangka bahwa putrinya yang selalu ia banggakan dengan mudah menghancurkan bisnis yang sudah ia bangun sejak lama hanya karena kasus percintaan terlarang Merlyn yang tidak jelas. Dengan perasaan kalut, Noah menancapkan gas mobilnya.


Baru saja Noah menampakkan mobilnya di depan kantornya, sudah banyak wartawan yang berdatangan. Sekuriti menghadang wartawan yang hendak memaksa masuk kedalam kantornya.


"Sial! Dimana-mana ada media, jika begini terus. Bisa hancur karir ku kalau media terus mengorek informasi tentang kasus Merlyn." ucap Noah memukul stir mobilnya.


Banyak pertemuan denga klien hari ini, jika Noah tidak bisa masuk ke kantornya sendiri bagaimana ia bisa menghadiri rapat dengan para klien.


"Kalau ada klien yang datang ke kantor ku, bisa-bisa mereka memutuskan kerjasamanya dengan perusahaan ku. Aku bisa bangkrut mendadak kalau tidak ada yang mau bekerjasama dengan perusahaan ku. Bagaimanapun caranya, aku harus memusnahkan berita ini dari media. Kasus Merlyn yang menjebak Hans tidak boleh tersebar sampai penjuru dunia." ucap Noah memutar otak mencari cara agar perusahaan nya tidak bangkrut.

__ADS_1


Dret.


Noah menatap layar ponselnya yang menampilkan satu panggilan masuk, dia menarik nafas panjang sebelum menekan tombol hijau dan mengangkat panggilan.


"Halo, Pak Noah. Saya mau memutus kontrak kerjasama antara perusahaan saya dan perusahaan anda."


Noah membulatkan matanya kala mendengar pernyataan dari salah satu klien berharga nya yang sudah lama menjalin kerjasama dan banyak menguntungkan bagi perusahaan Noah, terlebih saat ini mereka sedang membuat suatu projek yang jika di batalkan akan mengakibatkan masalah fatal dan penurunan bagi saham Noah.


"Tidak bisa begitu dong, Pak. Memutuskan kontrak secara tiba-tiba sama saja membuat perusahaan saya rugi, apalagi saya sudah menghasilkan banyak laba bagi perusahaan anda." sahut Noah tidak terima jika rekan bisnis nya membatalkan kerjasama.


Tut.


Panggilan terputus oleh klien secara sepihak, tidak lama kemudian perusahaan Noah mendapat surat pemutus kerjasama antar perusahaan nya dengan klien tadi.

__ADS_1


Sementara itu, Merlyn sendirian di dalam jeruji besi. Dia sedikit ketakutan dengan bayang-bayang jika sang Ayah tidak mau membebaskannya dan berakhir tidak memperdulikan nasib Merlyn di tempat ini.


"Kenapa disaat-saat seperti ini Cloe dan Vian tidak menjengukku! Dimana letak kepatuhan mereka terhadapku?!" ucap Merlyn sambil mencekram jeruji besi sampai kuku tanganya tercetak jelas berubah menjadi putih.


"Polisi! Buka pintunya, aku tidak salah, bebaskan aku. Ini semua salah perempuan kampung itu." ucap Merlyn pada polisi yang menjaga membuat polisi itu jengah dengan tahanan seperti Merlyn ini.


"Sudah diam, bukti menunjukkan bahwa kau bersalah Nona. Berteriak seperti itu sama saja membuat suaramu habis, lebih baik simpan untuk sidang nanti." kata Polisi membuat Merlyn bergidik mendengar kata persidangan, itu sama saja selangkah lebih jauh untuk Merlyn difonis semakin lama di penjara.


"Tidak … aku tidak mau di penjara, seumur hidupku tidak akan membiarkan keluarga Hans bahagia di atas penderitaan ku." Merlyn berjanji pada dirinya sampai kapanpun tidak akan membiarkan Hans hidup dengan tenang.


Teriakan Merlyn bagai angin lalu, tidak ada satupun petugas yang mendengarkan umpatan, dan juga kata-kata kasar yang keluar dari mulut Merlyn.


Sementara itu Vian yang melihat berita tentang ditangkapnya Merlyn pun menjadi cemas. Cemas namanya akan ikut terseret dalam lingkaran kasus Merlyn.

__ADS_1


"Kurang ajar! Bagaimana ini! apa yang harus aku lakukan?!" geram Vian sembari meremas rambutnya kasar. Vian nampak berpikir, dia harus bisa keluar dari masalah ini. Perasaan takut akan ikut dilaporkan pun mulai menyergap hati Vian.


__ADS_2