
"Tunggu!" suara bariton menggema membuat semua petugas dan Gunawan menoleh ke arah sosok lelaki dengan jas hitam dan kemeja putih itu.
"Papa ...." desis Merlyn dengan senyum angkuhnya
"Jangan sampai ada yang memproses hukum pada Merlyn! Aku sudah mendapatkan surat bebas bersyarat untuk putriku Merlin!" ucap Noah -- ayah Merlyn.
"Kata siapa Merlyn tidak bisa ditahan? Semua bukti sudah terkumpul, dan apa yang Merlyn lakukan saja sudah terekam di kamera CCTV!" Sahut Gunawan mendekat ke arah Noah.
"Rupanya Anda yang ada di balik ini semua! Waaah ... Wah! Tuan Gunawan yang terhormat! Bagaimana jika anak perempuan mu yang ada di posisi Merlyn saat ini? Aku yakin kau pun akan melakukan hal yang sama sepertiku!" Noah menimpali perkataan Gunawan.
"Jika Tia yang melakukan hal yang memalukan seperti itu jelas aku sendiri yang akan mengirimnya ke penjara! Wanita yang ingin menghancurkan rumah tangga wanita lain itu apa bedanya dengan j4lang?!" Sahut Gunawan tidak mau kalah.
"Kau! Berani sekali mengatai anakku seorang j4lang!!" hardik Noah tidak terima dengan apa yang dikatakan Gunawan tentang putrinya.
"Apa namanya kalau bukan j4lang? Dia sudah berani menculik seorang pria yang sudah beristri untuk dijebak di ranjangnya?! Apa itu namanya! Katakan ...! Apa Itu namanya, hah!!" teriak Gunawan yang tersulut emosi. Gunawan tidak pernah semarah ini sebelumnya.
Apa yang terjadi pada Gunawan karena trauma masa lalu di mana Clara telah menjebak dirinya dan berakibat hancurnya sebuah keluarga yang ia bangun dan juga hancurnya masa depan anak kandungnya!
"Merlyn adalah gadis terhormat, semua itu pasti hanyalah akal-akalan anakmu saja! Merlyn tidak pernah melakukan hal bodoh yang hanya akan mempermalukan keluarganya saja!" tolak Noah yang masih mengira jika Merlyin tidak pernah melakukan hal yang memalukan!"
"Apa katamu? Anak mu yang murahan itu tidak pernah melakukan hal yang memalukan? Baiklah jika nanti semua itu terbukti, aku harap kau dengan suka rela mengakui bahwa anakmu hanyalah seorang j4 Lang! Bagaimana apa kau sanggup menerima tantangan ku ini?" tantang Gunawan yang sudah geram dengan tingkah Noah yang sombong sekali.
__ADS_1
"Sebagai seorang ayah tentu kita akan tahu bagaimana dihadapkan pada sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan! Jangan terlalu percaya dengan anak kita, lebih baik selidiki dahulu, baru membelanya," lanjut Gunawan lagi.
Noah masih belum percaya dengan apa yang diperbuat Merlyn. Noah masih menganggap bahwa Merlyn adalah gadis yang baik dan tidak pernah membuat malu orang tua.
"Merlyn, katakan pada papa! Apa benar kau ingin menjebak lelaki itu untuk kau ajak tidur?! Jawab papa, Merlyn!" Noah meninggikan suaranya, dia ingin tahu apakah Merlyn memang benar-benar ingin menjebak Hans.
Merlyn diam menunduk, dia tidak berani menatap wajah ayahnya. Noah geram melihat Merlyn yang hanya diam membisu saja.
"Merlyn! Cepat katakan pada ayah, apa benar kau ingin menjebak Hans!!" teriak Noah yang sudah tersulut emosinya. Jika memang benar Merlyn melakukan perbuatan hina itu pasti namanya akan ikut tercemar.
"Mengapa Anda berteriak kencang tuan Noah?! Lihatlah rekaman CCTV ini! Semua jelas sekali jika putri Anda yang sudah merencanakan semua ini!" potong Gunawan menunjukkan sebuah laptop yang memuat video hasil rekaman CCTV itu.
"Kurang ajar, Merlyiiiin ...."
Plak!
Plak!
Darah menetes di sudut bibir Merlyn. Noah menampar kedua pipi Merlyn karena saking marahnya pada Merlyn.
__ADS_1
Merlyn menatap tidak percaya ke ayah yang selama ini jangankan menampar, membentaknya pun tidak pernah. Sungguh ini adalah kali pertama Merlyn ditampar oleh Noah dengan begitu kerasnya.
Apa yang dilakukan Noah ternyata tidak luput dari kamera para awak media. Seorang duta besar menghajar anaknya sendiri di kantor polisi. Pasti kali ini akan menjadi berita terviral di media sosial.
"Papa?! Papa tega menampar Merlyn?!" Merlyn menatap sang ayah sembari memegang pipinya yang terasa panas.
Noah tersentak, dia baru tersadar kalau dirinya baru pertama kali ini menampar putri semata wayangnya itu. Namun, egonya tinggi jadi dia sama sekali tidak ada penyesalan yang terlihat di wajah Noah.
"Kau sudah berani melempar kotoran di wajah ayahmu ini, Merlyn! Apa kamu tidak sadar apa akibat dari perbuatan mu, hah?!" balas Noah lagi.
"Tuan Noah, lebih baik Anda tinggalkan tempat ini jika hanya ingin membuat keributan saja!" ucap salah satu petugas kepolisian yang tidak ingin melihat lagi drama keluarga.
"Pak polisi, ini surat penangguhan penangkapan putri saya. Walau bagaimanapun saya tidak ingin putri saya mendekam di penjara. Saya akan pastikan jika putri saya tidak akan bisa kabur dan tidak akan membuat masalah lagi!"
Braaak!
"Tidak bisa begitu, pak Polisi! Jelas sekali Merlyn bersalah. Dia harus tetap dihukum sesuai dengan tuntutan kejahatannya!" tolak Gunawan tidak terima jika Merlyn dibebaskan dengan jaminan.
"Tenang, Tuan Gunawan. Semua ada prosedurnya. Kita akan proses sesuai aturan yang berlaku. Semua harap tenang dan jangan buat keributan lagi di sini!" tegas petugas kepolisian dengan tatapan tajam dan tegasnya.
Gunawan mencebik kesal, memang hukum bisa dibeli dengan mudah. Akan tetapi Gunawan tidak akan tinggal diam begitu saja.
"Baiklah, pak polisi. Kami akan terus memantau. Jika hukum tidak bisa bicara maka biarkan sosial media yang akan memberi tahu semua kinerja kalian!" ancam Gunawan dengan tatapan penuh makna.
__ADS_1
Kedua petugas kepolisian itu saling pandang, Noah pun ikut khawatir jika semua ini terekspos di media sosial. Jabatannya akan dipertaruhkan.