Menikahi Mantan Suami Pelakor

Menikahi Mantan Suami Pelakor
Bab 112


__ADS_3

Wulan terdiam, menatap kosong ke depan. Saat ini dirinya tengah dilanda ketakutan dan kegelisahan yang teramat sangat.



"Baiklah, Lepaskan aku! Aku akan mengikuti apa yang kau mau, Nyonya Clara!" tegas Wulan tidak tahu malu. Akhirnya dia menyerah dan mengakui kekalahan dari Clara.



"Kau mengaku kalah, Wulan? Aku kira Wulan adalah wanita yang tangguh, bisa menakhlukkan lelaki dengan rayuan," ucap Clara ketus.



"Maaf, Nyonya. Bukannya aku mengakui akan kekalahan ku hanya saja saat ini aku ingin kita berdamai. Aku akan memberikan Video asli yang ada di ponsel milik Steve. Asal kau lepaskan aku, bagaimana, Nyonya?!"



Wulan berusaha mengajak Clara bernegosiasi. Namun sayang, Clara bukanlah wanita yang mudah untuk dibujuk. Dia tidak akan menurunkan harga dirinya dengan menarik apa yang sudah dia ucapkan.



"Tidak, Wulan! Aku tidak tertarik dengan tawaranmu. Setelah ini kau akan masuk penjara dan tidak akan bisa lagi untuk memviralkan kami!" tolak Clara dengan tegas.



Wulan telah salah memilih lawan, hingga akhirnya dia sendiri yang kena masalah. Andai saja dia tidak memiliki niat buruk pada istri Steve maka Wulan tidak akan berurusan dengan Clara.



"Tolong, Tante! Aku mohon, apapun akan aku lakukan agar aku bisa bebas," bujuk Wulan lagi. Dia sangat berharap Clara mau melepaskan dirinya.



"Maaf, Wulan. Aku bukanlah orang yang mudah memaafkan. Berkat kau anak dan cucuku menderita! Kau harus dibuat jera ! Amar ... cepat bawa Wulan ke penjara dengan tuduhan ancaman dan perampokan!" perintah Clara pada Amar sang keponakan.

__ADS_1



Amar adalah keponakan yang berhasil Clara biaya untuk masuk ke kepolisian. Amar jelas sangat patuh dengan Clara karena merasa memiliki hutang budi.



"Baik, Tante!" jawab Amar dengan tegas. Diapun segera menarik paksa Wulan untuk mengikuti dirinya keluar dari kafe menuju ke kantor polisi. Wulan jelas tidak akan bisa melarikan diri lagi.


Wulan berusaha meronta untuk bisa melarikan diri. Di sepanjang jalan menuju mobil Amar, Wulan terus saja meronta, meminta Amar melepaskan dirinya.


"Amar, tolong lepaskan aku! Aku begini karena saudara mu juga! Dia tega telah menjadikan diriku sebagai barang yang bisa diperjual belikan," ucap Wulan berusaha menarik simpati Amar.



"Maaf, Kak. Bukan wewenang ku untuk melepaskan diri mu. Hanya Tante Clara yang bisa membebaskan dirimu. Akan tetapi sepertinya usahamu percuma, karena Tante Clara sangat membencimu," ujar Amar sembari mengemudikan mobilnya.



Melihat usahanya merayu Amar sia-sia dan percuma. Wulan pun akhirnya melakukan hal yang tidak lazim. Wulan menyerang Amar hingga mengganggu Amar yang sedang mengemudi.




Wulan tidak mendengarkan kata-kata Amar, dia tetap berusaha terus menyerang.



"Biarkan saja! Aku lebih suka kehilangan nyawa daripada hidup beralaskan lantai dingin penjara!" teriak Wulan dengan kesal, dia masih saja mengganggu jalannya mobil yang dikemudikan Amar.



Amar semakin kalang kabut, Wan sudah mulai tidak terkendali.

__ADS_1



Ciit ... Ciiiiit



Amar membanting stir ke kamar dan ke kiri menghindari mobil yang ada di depannya.



"Kak ... Hentikan ...!" teriak Amar yang sudah sangat takut dengan Wulan yang mulai nekat.



Ciiiiit .... Brak! Duarr ...


Mobil yang dikemudikan Amar hilang kendali hingga keluar jalur dan akhirnya menabrak pohon. Mobil Amar yang bisa dibilang mewah itu menabrak pohon dan meledak.


Booom ....



Mobil Amar meledak, tim SAR mulai berdatangan untuk memadamkan api yang bisa merembet kemana-mana. Setelah api itu padam maka tim SAR pun mengevakuasi, mereka mencari korban yang berada di dalam mobil tersebut.



"Lihat komandan, kursi depan dengan api yang mulai padam ada satu orang korban, Komandan!!"



"Bagus ... Lanjutkan! bawa mayat tersebut di tempat yang sudah disediakan," ucap sang Komandan memberi perintah pada sang anak buah yang sudah berhasil mengevakuasi sah satu korban dari mobil yang meledak.


"Komandan, hanya satu mayat yang kami temukan!" ucap anak buah yang lain.

__ADS_1


"Baiklah, mungkin hanya satu orang yang ada di dalam mobil tersebut!" ucap sang komandan.


__ADS_2