Menikahi Mantan Suami Pelakor

Menikahi Mantan Suami Pelakor
Bab. 147


__ADS_3

Rustam sang sekretaris pribadi Gunawan, sosok lelaki yang dulu pernah ditolong oleh Gunawan dari kecelakaan. Rustam yang memiliki keahlian dalam mengelola data perusahaan selalu menjadi andalan Gunawan saat bekerja.


'Aset Anda saat ini sudah saya amankan.'


Rustam mengirim pesan ke aplikasi WA Gunawan. Gunawan tersenyum membaca pesan tersebut. Hasil keringatnya yang selama ini tidak pernah dia ambil telah ia wujudkan menjadi beberapa aset.


Gunawan ingin menggunakan aset yang dia miliki untuk membuat perusahaan baru. Selain itu akan ia gunakan untuk membantu usaha online Tia yang masih dalam tahap berkembang.


'Baguslah, segera urus semua. Jangan sampai Clara tahu. Kita diam-diam saja, takutnya Clara akan menggagalkan rencana kita.'


Gunawan membalas pesan dari Rustam. Dengan tekat yang sudah bulat, Gunawan perlahan berjuang untuk mendapatkan haknya. Rasa sakit karena merasa telah ditipu oleh Clara, membuat Gunawan mempersiapkan diri untuk mengajukan gugatan cerai pada Clara.

__ADS_1


'Siap, Tuan. Kapan pun Anda inginkan, semua sudah bisa Anda miliki.'


Rustam lelaki dengan kacamata tebal menghiasi matanya itu, tersenyum bahagia karena berhasil memindahkan semua aset Gunawan dengan lancar. Tidak ada yang menyadari jika Gunawan sudah menguasai beberapa usaha yang ia rintis bersamaan dengan laju perkembangan perusahaan Clara.


'Bagus, segera setelah aku ajukan gugatan cerai maka aku akan pergi meninggalkan Lampung dan menetap di Jakarta. Sekarang aku akan mengurus semua yang tersisa dengan baik.'


'Semoga Allah memudahkan urusan Anda, Tuan.'


Berbagai alasan Clara sering katakan hanya untuk menghindar dari Gunawan. Penolakan yang sering Clara lakukan, membuat Gunawan lebih menyibukkan diri dengan urusan kantor.


Gunawan selama ini sudah cukup bersabar menghadapi sifat diktator dari Clara. Semua urusan yang menyangkut perusahaan dan keluarga Clara yang mengurusnya. Gunawan tidak memiliki kekuasaan suatu dia bagai boneka pajangan bagi Clara.

__ADS_1


Gunawan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku, dia berniat kembali ke kamarnya, pura-pura tidak tahu akan semua kejadian yang terjadi di kamarnya bersama Clara. Gunawan berjalan dengan sikap yang tenang, kali ini dia harus berusaha bisa membuat dirinya benar-benar seolah tidak tahu apa yang Clara lakukan bersama Raiyanza.


Saat sampai di depan lift tidak sengaja Gunawan berpapasan dengan Raiyanza yang penampilannya terlihat acak-acakan, tidak seperti saat pertama Gunawan memergoki Raiyanza yang berdebat dengan Clara di depan lift lantai satu tadi.


Gunawan bergegas menaiki lift untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam kamarnya. Apakah Clara dan Raiyanza melakukan hal yang sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh Gunawan. Perasaan benci kesal dan merasa tidak dihargai oleh istri membuat Gunawan menjadi hilang kendali harga dirinya telah dilukai oleh Clara.


Sampai di depan kamar Gunawan segera masuk begitu saja alangkah terkejutnya Gunawan melihat sang istri tidur tanpa menggunakan sehelai benang pun. Hanya selimut yang menutupi tubuh Clara. Baju Clara berserakan di lantai dan bau menyengat sisa orang bercinta menari di hidung Gunawan.


Lelaki yang sudah lama tidak dilayani sang istri itu marah. Netranya menatap tajam sang istri. Berbagai alasan Clara yang tidak mau melayani dirinya, Gunawan terima. Gunawan percaya dengan semua alasan Clara. Akan tetapi melihat hal yang ada di depan matanya, Gunawan tidak bisa tahan lagi.


"Clara!! Apa yang terjadi!!" Teriak Gunawan menggelegar, membuat Clara yang tertidur pun akhirnya terkejut dan bangun. Clara menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia sangat malu karena sang suami memergoki dirinya, ternyata rasa cinta pada Raiyanza belum juga hilang.

__ADS_1


"Papa ..!! Papa sudah pulang?" pekik Clara yang malu dengan dirinya yang kepergok Gunawan. Gegas Clara turun dari tempat tidur dengan selimut yang membungkus dirinya. Clara memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai.


__ADS_2