Menikahi Mantan Suami Pelakor

Menikahi Mantan Suami Pelakor
Bab. 187


__ADS_3

Gunawan menerima kunci cadangan dari bik Siti dan mencoba membuka pintu kamar Sinta dengan kunci tersebut.


Klek ... Klek ....



Gunawan membuka pintu kamar Sinta. Suasana gelap karena lampu belum dihidupkan menyambut Gunawan dan bik Siti.



Gunawan bergegas menghidupkan lampu dan kamar Sinta pun menjadi terang benderang. Gunawan melihat tubuh Sinta dalam posisi tidur di ranjangnya. Gunawan mencoba membangunkan Sinta. Namun, saat Gunawan memegang tubuh Sinta, tangan Gunawan menjadi panas.



"Bik, coba kau pegang dahi Sinta, sepertinya dia demam," pinta Gunawan pada bik Siti.



"Benar, Tuan. Sepertinya nona Sinta benar -benar sedang sakit. Tadi sudah ke dokter, pasti nona Sinta lupa meminum obatnya hingga tubuhnya demam seperti ini," ungkap Bik Siti.



"Sinta sudah pergi ke dokter?"



"Benar, Tuan. Di antar si Manto, saya mau ikut tapi dicegah oleh Nona Sinta. Jadi saya tidak jadi ikut," jawab bik Siti dengan lugas.



"Baiklah, sebaiknya kita bangunkan Sinta agar mau makan dan segera minum obatnya. Takutnya nanti bercampur obatnya," ucap Gunawan memilih membangunkan Sinta terlebih dahulu.



"Sinta ... Sinta, bangun!" panggil Gunawan membangunkan Sinta.



Sinta dengan tubuhnya yang lemas pun membuka matanya. Dia sangat terkejut melihat siapa yang sudah membangunkannya.


__ADS_1


"Papa? Papa kapan pulang?" tanya Sinta seraya berusaha bangkit dari tidurnya. Dia tidak ingin sang ayah tahu keadaan diri Sinta yang sebenarnya.



"Baru saja, bik Siti telepon papa, bilang kalau kau tidak keluar untuk makan dan minum. Hanya berada di kamar saja. Untuk itu papa segera pulang ingin melihat keadaanmu," jawab Gunawan duduk di tepi kasur Sinta.



"Oh, maafkan Sinta, Pa. Tadi Sinta ketiduran, jadi tidak dengar jika bik Siti manggil untuk makan," jawab Sinta.



"Ya sudah, badanmu demam, segera makan dan minum lalu minum obat dari dokter tempat kamu periksa tadi," ucap Gunawan beranjak dari tempat ia duduk.



"Baik, Pa. Sinta akan makan dan segera minum obat," jawab Sinta dengan senyum yang dipaksakan. Sebenarnya Sinta menahan mual dan muntah. Berharap sang papa segera pergi.



Gunawan pun pada akhirnya pergi, tapi sampai di depan pintu tiba-tiba ponselnya berdering. Gunawan berhenti di depan pintu untuk menerima panggilan telepon itu.




Sinta sekuat tenaga berusaha lari ke kamar mandi untuk muntah, akan tetapi belum sampai kamar mandi dia sudah muntah duluan.



"Sinta? Kamu mual muntah? Kamu hamil ya?" tanya Gunawan yang mendengar suara Sinta yang mual muntah.



Sinta menengadahkan kepalanya melihat ke arah sang ayah yang berdiri di depan pintu sedang menatap tajam ke arahnya. Merasa kaget dan takut akhirnya Sinta tidak sadarkan diri. Dia pingsan tepat di pintu kamar mandi.



"Sinta!!" teriak Gunawan dengan panik. Gunawan dibantu bik Siti menggotong tubuh Sinta dan membawanya ke rumah sakit.


__ADS_1


Gunawan ditemani bik Siti segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit yang terdekat. Berharap Sinta masih bisa ditolong.



Sesampai di rumah sakit, Gunawan berteriak memanggil para perawat dan dokter jaga yang ada di ruang UGD.



"Dokter ... tolong kami, Dok!" teriak Gunawan di depan ruang UGD. Segera para perawat dan dokter itu pun membantu Gunawan membawa tubuh Sinta yang terbaring lemah tidak sadarkan diri.



Gunawan ditemani bik Siti menunggu di ruang tunggu. Tidak berapa lama kemudian datang perawat menghampiri Gunawan.



"Maaf, Tuan. Anda dipanggil oleh dokter," kata perawat perempuan yang membantu sang dokter menangani Sinta.



"Baik, Sus." Gunawan beranjak dari duduknya dan segera mengikuti suster itu menghadap dokter yang memanggilnya.



Dengan langkah gontai karena lelah, lelaki paruh baya itu duduk di depan sang dokter yang tengah sibuk menulis laporan.



"Bagaimana keadaan Sinta, Dok?" tanya Gunawan penasaran apa yang menimpa anak yang selama kecil bersama dirinya.



"Tenang, Tuan. Pasien hanya mengalami dehidrasi. Badannya panas karena dia memaksakan diri untuk tidak makan dan minum. Ada kabar baiknya lagi, ternyata pasien sedang hamil muda. Mungkin itulah yang menyebabkan pasien tidak mau makan dan minum," ucap sang dokter menjelaskan keadaan sang pasien.



Gunawan terkejut mendengar penjelasan dari dokter. Sepanjang yang dia tahu, anaknya sudah menjadi janda dan tidak sedang menjalin hubungan dengan lelaki manapun.



"Sinta hamil, Dok?" tanya Gunawan yang belum bisa menerima kenyataan. Sinta hamil dengan siapa? itu yang menjadi pertanyaan Gunawan. Sepertinya kejadian yang terjadi pada sang ibu kini terulang pada anaknya.

__ADS_1



"Benar, Tuan. Janinnya masih beruntung bisa diselamatkan. Dengan banyak istirahat dan untuk sementara dirawat dulu di sini hingga benar-benar pulih. Takutnya jika dibawa pulang maka dehidrasi nya semakin bertambah parah dan berakibat fatal pada janinnya," ucap dokter muda dengan wajah khas negeri Tionghoa.


__ADS_2